Senin, 26 Februari 2018 | 08.08 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Jokowi Sebut Indonesia Berpotensi jadi Pemimpin Negara Muslim

Jokowi Sebut Indonesia Berpotensi jadi Pemimpin Negara Muslim

Reporter : Ari Syahputra | Kamis, 15 Februari 2018 - 08:36 WIB

IMG-30303

Presiden Jokowi dalam acara peringatan hari HAM Sedunia ke-69 di Solo, Jawa Tengah, Ahad (10/12). KiniNews/Istimewa

Jakarta, kini.co.id – Memiliki jumlah umat Muslim yang besar dan masuk ke kelompok ekonomi G20, Indonesia diyakini memiliki potensi untuk menjadi pemimpin negara Muslim di dunia.

Hal itu dikatakan Presiden RI, Joko Widodo pada pembukaan Kongres ke-30 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Auditorium Universitas Pattimura Ambon, Maluku, kemarin.

Jokowi menyatakan secara ekonomi, Indonesia mampu menjadi negara pemimpin.

“Sebagai negara Muslim terbesar di dunia dan sebagai negara demokratis ketiga terbesar di dunia, dan sebagai negara satu-satunya di ASEAN yang masuk ekonomi besar G20, kita punya modal besar menjadi pemimpin,” jelasnya.

Begitupun ia mengingatkan, Indonesia bukanlah negara agama. Indonesia tetap terdiri dari berbagai suku bangsa.

Islam di Indonesia, kata dia, adalah Islam yang moderat, toleran, dan terbuka bagi kemajuan bangsa.

“Nusantara kita kokoh bersatu, bukti bahwa Bhinneka Tunggal Ika sangat tangguh, bukti negara Muslim yang sukses berdemokrasi, yang terbuka untuk kemajuan negeri,” ujarnya

Pada kesempatan itu, Presiden juga mengatakan, Indonesia tak ingin lagi meminta bantuan, tapi ingin bisa lebih banyak membantu negara lain. Hal itu pun sudah ia sampaikan kepada para duta besar dan perwakilan Indonesia di luar negeri.

“Kita terus membantu perjuangan Palestina. Kita ingat, tahun 2016 menjadi tuan rumah KTT Luar Biasa OKI. Kita juga membuka konsulat kehormatan di Ramallah. Kita juga mendorong KTT di Istanbul yang menentang pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” kata Presiden.

Terhadap para pengungsi di perbatasan Bangladesh dan Myanmar, lanjut dia, Indonesia juga aktif memberikan bantuan kemanusiaan sekaligus menjalankan upaya diplomasi damai bagi pihak-pihak yang berseteru.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...