Senin, 26 Februari 2018 | 08.09 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Penyerangan Simbol Agama, Orang Gila Harus Dibuktikan Visum

Penyerangan Simbol Agama, Orang Gila Harus Dibuktikan Visum

Reporter : Yudi | Kamis, 15 Februari 2018 - 09:24 WIB

IMG-30305

Polisi melakukan olah TKP penyerangan Gereja Katolik di Sleman DIY. FOTO: Antara.

Jakarta, kini.co.id – Peristiwa penyerangan sjumlah simbol agama yang terjadi belakangan ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.

Hal itu karena kejadian tersebut terjadi beruntun dan pelakunya disebut orang gila.

Padahal, penyematan status orang yang menyandang penyakit kejiwaan tidak gampang melainkan harus melalui proses panjang.

Hal itu dikatakan Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia Danardi Sosrosumihardjo, dikutip dari Republika.

Menurutnya, untuk menentukan orang gila atau tidak, diperlukan setidaknya 100 diagnosis.

“Prosesnya cukup panjang. Setidaknya, ia menyebutkan untuk menentukan gangguan jiwa diperlukan 100 diagnosis. Tidak semua gangguan jiwa itu melakukan kegiatan sehari-hari dengan tidak disadari,” terang dia.

Menurutnya, tidak semua diagnosis gangguan jiwa dapat dianggap tidak cakap hukum. Sehingga harus dilakukan visum et repertum untuk menentukan orang tersebut gila atau tidak.

“Hanya sebagian kecil justru jenis gangguan jiwa berat yang bisa dikategorikan menjadi tidak cakap hukum. Sehingga, tak bisa bertanggung jawab atas tindakannya. Itu pun harus dibuktikan dengan visum et repertum,” jelasnya.

Penyebutan pelaku sebagai penyandang gangguan jiwa saat ini dinilainya terlalu cepat.

“Itu rasanya perlu dikoreksi menurut saya,” lanjut dia.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...