Kamis, 22 Februari 2018 | 21.08 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Framing ‘teroris’ terhadap penyerangan tokoh agama

Framing ‘teroris’ terhadap penyerangan tokoh agama

Reporter : Zainal Bakri | Kamis, 15 Februari 2018 - 10:24 WIB

IMG-30307

Gereja Katolik Santa Lidwina Bedog, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. FOTO: KiniNews/Istimewa.

Jakarta, kini.co.id – Publik selalu dibuat bertanya-tanya kenapa “framing” atas kejadian yang menimpa ulama, ustadz dan masjid berbeda saat yang menjadi sasaran tindak kekerasan terhadap rumah ibadah atau pendeta disebut teroris.

Jika menilik serangan yang dilakukan dari sejumlah peristiwa akhir-akhir ini, semuanya dilakukan lonewolf atau seorang diri.

Misalnya saat Kiai Umar Basri yang diserang didalam masjid usai sholat Subuh. Selang beberapa hari kemudian Ustaz Prawoto dianiaya saat hendak sholat subuh dan akhirnya meninggal dunia.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyebutkan jika penyerang Gereja Santa Lidwina di Sleman, Yogyakarta adalah teroris.

Meski belum diketahui apakah ia peneror tunggal atau bagian dari jaringan teroris.

“Yang pasti dari laporan polisi untuk Sleman hasil penyelidikan ya itu teroris. Apakah lone wolf atau dalam jaringan baru dalam satu pendalaman,” ungkap Wiranto, Senin (12/2).

Sementara terkait penyerangan terhadap Kiai Haji Umar Basri alias Ceng Mon, ulama asal Cicalengka, Bandung serta penyerangan terhadap biksu dan umatnya di Desa Babat, Kecamatan Legok, Tangerang, kata Wiranto, masih dalam penyelidikan.

“Jangan ada spekulasi dulu sebelum kepolisian ungkap ini apakah ini rangkaian yang disengaja by design atau hal yang insidentil sedang dijajaki,” tambahnya.

Wiranto meminta seluruh lapisan masyarakat maupun pemangku kepentingan, untuk tak ikut memanaskan suasana.

Keterangan berbeda disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta Ajun Komisaris Besar Yulianto bahwa enyerangan yang terjadi di Gereja St Lidwina, Sleman oleh seorang pria yang membawa pedang samurai bukan termasuk aksi teror.

Menurut Yulianto, walaupun kejadian tersebut terjadi di gereja, aksi itu hanya sebuah kasus penganiayaan.

“Kalau teror kan pake bom. Ini orang bacok jadi termasuk kasus penganiayaan,” kata Yulianto ditulis tempo, Ahad (11/2). []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 20:01 WIB

Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR

Meski telah disahkan, revisi UU MD3 menimbulkan polemik. Beberapa pasal dinilai publik terlalu berlebihan, khususnya dalam hak imunitas anggota DPR. ...
PT Waskita akui lalai dalam pemasangan  girder non standar
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:55 WIB

PT Waskita akui lalai dalam pemasangan girder non standar

PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengakui adanya kelalaian dalam sejumlah proyek infrastruktur terutama pengerjaan konstruksi jalan melayang (elevated). Ketelitian pemasangan ...
Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:42 WIB

Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya

Penyidik Polda Metro Jaya bakal memeriksa pedangdut Elvy Sukaesih terkait penyalahgunaan narkoba yang menyeret ketiga anaknya Dhawiya Zaida, Syehan dan Ali Zaenal Abidin."Dipanggil ...
Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara  BNPB
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:31 WIB

Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara BNPB

Tim SAR gabungan hingga saat ini masih terus melakukan upaya pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban longsor di Desa Pasir ...
Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:16 WIB

Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke Indonesia setelah 10 bulan lamanya menjalani perawatan di RS ...
Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 16:04 WIB

Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke tanah air setelah melakukan perawatan di sebuah Rumah Sakit ...