Kamis, 22 Februari 2018 | 21.28 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Fredrich Yunadi Sebut Jaksa KPK Hina Harkat Martabat Advokat

Fredrich Yunadi Sebut Jaksa KPK Hina Harkat Martabat Advokat

Reporter : Fadilah | Kamis, 15 Februari 2018 - 13:59 WIB

IMG-30316

Fredrich Yunadi menjalani persidangan perdana sebagai terdakwa di kasus merintangi penyidikan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (8/2). FOTO: KiniNews/Fadilah.

Jakarta, kini.co.id – Sidang perkara Fredrich Yunadi kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat.

Agendanya adalah pembacaan nota keberatan atau eksepsi atas surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum KPK.

Dalam eksepsinya, Fredrich menyebut bahwa Jaksa KPK telah menghina harkat dan martabat advokat.

“JPU KPK telah menghina harkat dan martabat kami sebagai advokat,” katanya di Jakarta, Kamis, (15/2).

Diketahui, Fredrich didakwa dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. 

Fredrich Yunadi bersama Dokter Bimanesh Sutardjo disebut oleh Jaksa KPK menghalang-halangi proses hukum yang tengah dilakukan KPK terhadap tersangka Setya Novanto.

Perbuatan awal Fredrich dilakukan ketika Novanto ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP pada (31/10/2017) lalu.

Kemudian, penyidik KPK memanggil Novanto sebagai tersangka pada (15/11/2017), tetapi Fredrich selaku pengacara Novanto menyarankannya untuk tidak memenuhi panggilan itu.

“Dengan alasan untuk proses pemanggilan terhadap anggota DPR harus ada izin dari presiden,” kata Jaksa Fitroch Rohcahyanto saat itu.

Namun malamnya, penyidik KPK mencari Novanto di kediamannya untuk dilakukan penangkapan. Hanya saja, saat itu Novanto tidak berada di kediamannya.

“Padahal sebelumnya terdakwa telah menemui Setya Novanto di Gedung DPR,” ujar Fitroh.

Belakangan Novanto diketahui kabur ke Bogor bersama politikus Partai Golkar Azis Samual dan ajudan Novanto, Reza Pahlevi.

Begitu Fredrich mengetahui bahwa penyidik telah mengendus keberadaan Novanto, keesokan harinya, Fredrich menghubungi Dokter Bimanesh dengan maksud meminta bantuan agar Novanto dapat dirawat di RS Medika Permata dapat menjalani rawat inap di Rumah Sakit Medika Permata Hijau.

Fredrich juga meminta Dokter Bimanesh membuat diagnosa Novanto menderita berbagai penyakit, termasuk hipertensi. Saat itu Fredrich memberikan foto rekam medik Novanto di RS Premier Jatinegara, padahal tidak ada surat rujukan dari rumah sakit itu.

Mendengar itu, Dokter Bimanesh menyanggupinya. Padahal pihak RS Medika Permata Hijau tidak memfasilitasi Dokter Bimanesh melakukan perbuatan tersebut.

Namun Dokter Bimanesh tetap melakukan rekayasa dengan membuat diagnosa yang belakangan diganti menjadi diagnosa kecelakaan mobil.

Fredrich juga disebut diduga sudah memesan kamar pasien terlebih dahulu, sebelum mantan Ketua DPR RI itu mengalami kecelakaan.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 20:01 WIB

Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR

Meski telah disahkan, revisi UU MD3 menimbulkan polemik. Beberapa pasal dinilai publik terlalu berlebihan, khususnya dalam hak imunitas anggota DPR. ...
PT Waskita akui lalai dalam pemasangan  girder non standar
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:55 WIB

PT Waskita akui lalai dalam pemasangan girder non standar

PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengakui adanya kelalaian dalam sejumlah proyek infrastruktur terutama pengerjaan konstruksi jalan melayang (elevated). Ketelitian pemasangan ...
Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:42 WIB

Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya

Penyidik Polda Metro Jaya bakal memeriksa pedangdut Elvy Sukaesih terkait penyalahgunaan narkoba yang menyeret ketiga anaknya Dhawiya Zaida, Syehan dan Ali Zaenal Abidin."Dipanggil ...
Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara  BNPB
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:31 WIB

Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara BNPB

Tim SAR gabungan hingga saat ini masih terus melakukan upaya pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban longsor di Desa Pasir ...
Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:16 WIB

Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke Indonesia setelah 10 bulan lamanya menjalani perawatan di RS ...
Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 16:04 WIB

Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke tanah air setelah melakukan perawatan di sebuah Rumah Sakit ...