Kamis, 22 Februari 2018 | 21.19 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Penyebar ujaran kebencian kepada Jokowi dan Buya Syafi’i diringkus

Penyebar ujaran kebencian kepada Jokowi dan Buya Syafi’i diringkus

Kamis, 15 Februari 2018 - 15:55 WIB

IMG-30319

Ilustrasi penangkapan. Foto: Thinkstock

Jakarta, kini.co.id – Satgas Patroli Medsos Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap AA, tersangka pelaku penyebar ujaran kebencian di media sosial terhadap Presiden Joko Widodo, mantan Ketum PP Muhammadiyah Buya Syafi`i Maarif dan Polri.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Fadil Imran mengungkapkan, AA (34) adalah karyawan swasta dan pemilik akun Facebook inisial AA.

Dalam akun Facebook-nya, AA mengunggah gambar dan tulisan yang memuat ujaran kebencian kepada Presiden Jokowi, ulama Buya Syafi`i Maarif dan polisi.

Pada FB-nya itu, AA juga mengunggah gambar dirinya tengah memegang senjata laras panjang.

“Motifnya menyebarkan konten hate speech dengan alasan mengungkapkan rasa kecewa,” kata Fadil di Jakarta, Kamis (15/2) ditulis Antara.

Di antara postingan AA yang bermasalah adalah “Polisi zaman now justru membiarkan kejahatan membungkam suara keadilan”,  “Kalau gak ngutang, ya jual aset negara. Itu kehebatan Jokowi”, dan dua lainnya termasuk pembandingan Jokowi dengan Khalifah Umar bin Khatab.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti yakni satu ponsel, satu kartu SIM Telkomsel, tangkap layar beberapa postingan ujaran kebencian pada akun Facebook AA dan sebuah senjata laras panjang airsoftgun.

AA dijerat dengan Pasal 45 ayat (3) Jo pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik dan atau pasal 310 KUHP dan atau pasal 311 KUHP dan atau Pasal 207 KUHP.

“Netizen diharapkan lebih bijak dalam menggunakan media sosial,” kata Fadil.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 20:01 WIB

Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR

Meski telah disahkan, revisi UU MD3 menimbulkan polemik. Beberapa pasal dinilai publik terlalu berlebihan, khususnya dalam hak imunitas anggota DPR. ...
PT Waskita akui lalai dalam pemasangan  girder non standar
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:55 WIB

PT Waskita akui lalai dalam pemasangan girder non standar

PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengakui adanya kelalaian dalam sejumlah proyek infrastruktur terutama pengerjaan konstruksi jalan melayang (elevated). Ketelitian pemasangan ...
Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:42 WIB

Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya

Penyidik Polda Metro Jaya bakal memeriksa pedangdut Elvy Sukaesih terkait penyalahgunaan narkoba yang menyeret ketiga anaknya Dhawiya Zaida, Syehan dan Ali Zaenal Abidin."Dipanggil ...
Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara  BNPB
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:31 WIB

Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara BNPB

Tim SAR gabungan hingga saat ini masih terus melakukan upaya pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban longsor di Desa Pasir ...
Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:16 WIB

Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke Indonesia setelah 10 bulan lamanya menjalani perawatan di RS ...
Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 16:04 WIB

Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke tanah air setelah melakukan perawatan di sebuah Rumah Sakit ...