Kamis, 22 Februari 2018 | 21.21 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Kurir Akui Pernah Disuruh Novanto Ambil Uang dari Money Changer

Kurir Akui Pernah Disuruh Novanto Ambil Uang dari Money Changer

Reporter : Fadilah | Kamis, 15 Februari 2018 - 16:33 WIB

IMG-30320

Terdakwa dugaan kasus korupsi pengadaan KTP elektronik Setya Novanto (kiri) menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta. FOTO: Antara/Rivan Awal Lingga.

Jakarta, kini.co.id – Sidang lanjutan pemeriksaan saksi terkait kasus proyek e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis, (15/2/2018).

Agendanya adalah mendengarkan sejumlah saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum KPK.

Ada empat saksi yang didengarkan kesaksiannya. Kurir Setya Novanto; Abdullah menjadi salah satu saksi yang didengarkan keterangannya.

Abdullah mengaku kerap disuruh oleh Setya Novanto untuk menukarkan uang di Money Changer.

“Iya pernah, atas perintah pak Novanto. Banyak pak, diantaranya Bali Inter Money Changer, Dolarindo di Melawai, Piti Pili di Pacific Place dan Inti Valuta,” kata Abdullah.

Jaksa KPK kemudian menanyakan berapa kali Abdullah mengambil uang di Money Changer Inti Valuta.

“Lupa pak,” jawabnya.

Menurut Abdullah ia selalu membawa uang tunai untuk ditukar di Money Changer. Namun saat disuruh oleh Novanto ke Inti Valuta ia mengaku tidak membawa uang tunai.

“Ya kalau ngambil saya tidak bawa (uang tunainya),” kata Abdullah.

“Itu berapa banyak uangnya,” tanya Jaksa.

“Satu kardus Rp 2,5 miliar, satu kardus rokoklah,” jawab Abdullah.

Untuk diketahui pemilik Money Changer Inti Valuta adalah Riswan. Saat bersaksi, Riswan mengaku pernah didatangi oleh Keponakan Setya Novanto; Irvanto Hendra Pambudi Cahyo pada 2012 silam.

Saat itu, Irvanto meminta Riswan untuk membawa uang sejumlah US$ 2,62 juta atau sekitar Rp 35,1 miliar dari Mauritius ke Jakarta.

Irvan saat itu menjelaskan memiliki uang pecahan dolar AS di sebuah negara bernama Mauritius. Ketika itu, Irvan menuturkan ingin mengambil uang tersebut secara tunai di Jakarta.

Setelah pertemuan pertama itu, Riswan tak langsung menyanggupi permintaan Irvan. Dia mengaku berkoordinasi terlebih dahulu dengan Komisaris PT Berkah Langgeng Abadi, July Hira untuk menjelaskan tujuan Irvan itu.

Setelah July menyanggupi menampung uang dari Irvan, Riswan kemudian menghubungi mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera itu dan memberikan rekening yang dikasih oleh July.

Riswan kemudian meminta Irvan mentransfer ke sejumlah rekening yang dirinya berikan tersebut.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 20:01 WIB

Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR

Meski telah disahkan, revisi UU MD3 menimbulkan polemik. Beberapa pasal dinilai publik terlalu berlebihan, khususnya dalam hak imunitas anggota DPR. ...
PT Waskita akui lalai dalam pemasangan  girder non standar
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:55 WIB

PT Waskita akui lalai dalam pemasangan girder non standar

PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengakui adanya kelalaian dalam sejumlah proyek infrastruktur terutama pengerjaan konstruksi jalan melayang (elevated). Ketelitian pemasangan ...
Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:42 WIB

Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya

Penyidik Polda Metro Jaya bakal memeriksa pedangdut Elvy Sukaesih terkait penyalahgunaan narkoba yang menyeret ketiga anaknya Dhawiya Zaida, Syehan dan Ali Zaenal Abidin."Dipanggil ...
Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara  BNPB
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:31 WIB

Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara BNPB

Tim SAR gabungan hingga saat ini masih terus melakukan upaya pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban longsor di Desa Pasir ...
Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:16 WIB

Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke Indonesia setelah 10 bulan lamanya menjalani perawatan di RS ...
Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 16:04 WIB

Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke tanah air setelah melakukan perawatan di sebuah Rumah Sakit ...