Senin, 26 Februari 2018 | 08.27 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Oman Rachman, terduga dalang bom Thamrin menolak dakwaan jaksa

Oman Rachman, terduga dalang bom Thamrin menolak dakwaan jaksa

Kamis, 15 Februari 2018 - 16:57 WIB

IMG-30322

Oman Rachman alias Abu Sulaiman Bin Aman Abdurrahman menjalani sidang perdana dakwaan terkait bom Thamrin, Kamis (15/2). Oman menolak dakwaan Jaksa yang menyangkakan dirinya sebagai dalang Bom Thamrin dan serangkaian teror lainya. FOTO: Antara.

Jakarta, kini.co.id – Oman Rachman alias Abu Sulaiman Bin Aman Abdurrahman, napiter kasus pelatihan militer Aceh Besar, menjalani sidang perdana dakwaannya terkait serangkaian teror di tanah air.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (15/2), Oman didakwa menjadi dalang Bom Gereja Oikumene di Samarinda tahun 2016, Bom Thamrin (2016) dan Bom Kampung Melayu (2017) di Jakarta, serta dua penembakan polisi di Medan dan Bima (2017).

Ketua Majelis Hakim Akhmad Jaini, mengatakan Oman harus didampingi penasehat hukum, karena ancaman penjara untuk perkara yang didakwakan kepada Aman, lebih dari 15 tahun.

“Saudara harus didampingi kuasa hukum, kalau tidak punya, pengadilan menunjuk kuasa hukum untuk saudara,” ucap Hakim Akhmad.

“Saya maju sendiri,” ujarnya.

Jaksa Anita Dewayani yang membacakan dakwaannya mengatakan ceramah dan ‘kajian’ keagaman Oman Rachman mempengaruhi sejumlah orang yang kemudian menjadi para pelaku teror yang menjadikan polisi dan tentara sebagai sasaran serangan.

Organisasi yang dipimpin Oman didakwa menggelar pelatihan teror serta merencanakan pembelian senjata api dari Filipina.

Jaksa menyebut, sejak 2008 Aman sering berceramah atau memaparkan ‘kajian agama’ di beberapa kota, seperti Jakarta, Surabaya, Lamongan, Balikpapan, dan Samarinda yang antara lain menyatakan sistem demokrasi yang dijalankan Indonesia adalah berhala dan dapat membatalkan ke-Islaman.

“Muslim wajib melepaskan diri dari demokrasi,” kata Aman menurut jaksa.

Aman juga disebut memimpin baiat sejumlah pengikutnya di LP Nusakambangan, untuk tunduk pada ISIS.

Menurut jaksa, konsekuensi baiat itu adalah mereka harus hijrah ke Suriah. “Tapi jika tidak mampu, maka (menurut Aman Abdurrahman) mereka harus berjihad di negara masing-masing,” kata jaksa lagi.

Mendengar dakwaan tersebut Oman merasa keberatan dengan dakwaan yang dilontarkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Meski begitu, ia tidak mengajukan eksepsi.

Ia meminta hakim melanjutkan sidang ke agenda berikutnya.

“Saya tidak perlu berkonsultasi (dengan penasehat hukum). Sebagian dakwaan saya keberatan. Sidang dilanjutkan saja,” ujarnya

Hakim Akhmad Jaini mengatakan, sidang akan dilanjutkan pada Jumat (26/2) dengan agenda pemeriksaan saksi yang dihadirkan JPU.

“Sidang kami tunda. Tolong PU siapkan dua saksi dulu,” katanya.

Seperti diketahui Oman Rachman yang divonis sembilan tahun penjara terkait kasus pelatihan militer Aceh pada hampir dibebaskan karena menerima remisi hari kemerdekaan dan menjalani pembebasan bersyarat, 17 Agustus 2017.

Namun sebelum pembebasan, pada 12 Agustus 2017 polisi menjemput Oman dari Lapas Pasir Putih Nusakambangan, Cilacap.

Oman disangkakan pasal baru, yakni sebagai otak serangan bom Sarinah, Jakarta, Januari 2016, dan membawanya ke Markas Komando Brimob di Depok, Jawa Barat. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...