Kamis, 22 Februari 2018 | 21.14 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Jaksa KPK Cium Aroma Pencucian Uang oleh Setya Novanto

Jaksa KPK Cium Aroma Pencucian Uang oleh Setya Novanto

Reporter : Fadilah | Kamis, 15 Februari 2018 - 17:09 WIB

IMG-30324

Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto (kiri) tengah berdiskusi dengan kuasa hukumnya pada sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (11/1). FOTO: Antara/Sigid Kurniawan

Jakarta, kini.co.id – Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdul Basir mencium adanya dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan oleh terdakwa Setya Novanto.

Hal tersebut dikatakannya ketika mendengarkan keterangan salah satu satu saksi yang dihadirkan pada Kamis, (15/2/2018). Saksi tersebut adalah Kurir Setya Novanto, Abdullah.

“Keterangan saudara (Abdullah), menambah daftar panjang perputaran duit di sini. Saya kok mencium bau-bau pencucian uang,” kata Basir.

Awalnya saksi Abdullah mengaku pernah menyetorkan uang ke rekening Sekretaris Novanto yang bernama Wulan.

“Uang tadi setorkan tunai. Kalau saudara disuruh menyetor tunai ke rekening Wulan, itu uang darimana?” tanya Jaksa.

“Setahu saya dari Pak Novanto, seingat saya uang itu pencairan deposito pak Nov,” jawab Abdullah.

“Itu kan depositonya Pak Novanto, kenapa dimasukinnya ke rekening mbak Wulan?” tanya jaksa.

“Saya hanya ikuti perintah Mbak Wulan saja” jawab Abdullah.

“Kalau logika akal sehat saya, yang suruh cairin Pak Novanto, saya akan kembalikan ke Pak Nov. Kemudian kenapa uangnya ke Mbak Wulan?” tanya jaksa kembali.

“Mungkin untuk pengeluaran yang lainnya,” jawab Abdullah.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 20:01 WIB

Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR

Meski telah disahkan, revisi UU MD3 menimbulkan polemik. Beberapa pasal dinilai publik terlalu berlebihan, khususnya dalam hak imunitas anggota DPR. ...
PT Waskita akui lalai dalam pemasangan  girder non standar
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:55 WIB

PT Waskita akui lalai dalam pemasangan girder non standar

PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengakui adanya kelalaian dalam sejumlah proyek infrastruktur terutama pengerjaan konstruksi jalan melayang (elevated). Ketelitian pemasangan ...
Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:42 WIB

Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya

Penyidik Polda Metro Jaya bakal memeriksa pedangdut Elvy Sukaesih terkait penyalahgunaan narkoba yang menyeret ketiga anaknya Dhawiya Zaida, Syehan dan Ali Zaenal Abidin."Dipanggil ...
Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara  BNPB
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:31 WIB

Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara BNPB

Tim SAR gabungan hingga saat ini masih terus melakukan upaya pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban longsor di Desa Pasir ...
Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:16 WIB

Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke Indonesia setelah 10 bulan lamanya menjalani perawatan di RS ...
Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 16:04 WIB

Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke tanah air setelah melakukan perawatan di sebuah Rumah Sakit ...