Senin, 26 Februari 2018 | 08.14 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Usai Diperiksa KPK Delapan Jam, Zumi Zola Irit Bicara

Usai Diperiksa KPK Delapan Jam, Zumi Zola Irit Bicara

Reporter : Fadilah | Kamis, 15 Februari 2018 - 22:48 WIB

IMG-30331

Gubernur Jambi, Zumi Zola bersama pengacaranya di gedung KPK, Kamis (15/2). FOTO: KiniNews/Wahyu.

Jakarta, kini.co.id – Gubernur Jambi Zumi Zola┬átak banyak berkomentar usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (15/2).

 Zumi yang mengenakan batik warna warni itu tidak mau berbicara mengenai pemeriksaannya selama delapan jam.

Ia memilih tersenyum serta meninggalkan awak media yang terus menggerumuninya.

“Bicara sama lawyer saya saja,” singkatnya.

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan di kasus penerimaan gratifikasi oleh Zumi Zola dan Arfan ini, penyidik juga memeriksa empat orang saksi lainnya.

Mereka adalah Kepala Kantor Perwakilan Jambi; Amidy, PNS; Dodi Irawan, Wiraswasta; Apif Firmansyah dan pihak Swasta Oscar M Akhir.

“Pemeriksaan dilakukan di Jakarta dan Jambi. Untuk saksi Oscar di Jakarta, sedangkan tiga saksi lainnya di Polda Jambi,” kata Febri.

Menurut Febri penyidik mendalami para saksi dan tersangka terkait penerimaan-penerimaan oleh kedua tersangka Arfan dan Zumi Zola.

Sebelumnya, Zumi Zola ditetapkan sebagai tersangka bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi Arfan oleh KPK.

Zumi diduga menerima suap Rp 6 miliar bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi Arfan. KPK menduga uang itu digunakan keduanya untuk menyuap anggota DPRD Jambi.

Suap diberikan kepada anggota DPRD Jambi untuk bersedia hadir dalam pengesahan RAPBD Provinsi Jambi 2018. Perkara ini merupakan pengembangan perkara kasus suap pengesahan RAPBD Jambi 2018.

Akibat perbuatannya itu, Zumi dan Arfan disangkakan melanggar pasal 12B atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001, juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Adapun sejauh ini, KPK juga telah menyita sejumlah dokumen dan uang dalam pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat dari kegiatan penggeledahan di tiga lokasi, yaitu Rumah Dinas Gubernur Jambi, Villa milik Zumi, dan rumah milik saksi di Kota Jambi.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...