Kamis, 22 Februari 2018 | 21.39 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Kronologi kematian Jefri versi Polisi, terduga teroris yang ditangkap di Indramayu

Kronologi kematian Jefri versi Polisi, terduga teroris yang ditangkap di Indramayu

Kamis, 15 Februari 2018 - 23:58 WIB

IMG-30334

Klinik Nur Medika, Haurgeulis, Indramayu, dimana sesaat terduga teroris Muhammad Jefri ditangkap kemudian dibawa dalam keadaan tak sadarkan diri. FOTO: KiniNews/Haryadi.

Jakarta, kini.co.id – Mabes Polri mengumumkan keterangan mengenai penyebab kematian terduga teroris Muhammad Jefri alias Abu Umar yang ditangkap Densus 88 di Indramayu pada pekan kemarin. 

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengklaim kematian Jefri murni disebabkan oleh sakit jantung yang sejak lama dideritanya.

“Penyebab kematian yang bersangkutan adalah serangan jantung dengan riwayat penyakit jantung menahun,” kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta, pada Kamis malam (15/2) dilansir Antara.

Muhammad Jefri merupakan terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88 Antiteror Polri di Jalan Raya Haurgeulis, Desa Cipancuh, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Densus menangkap Jefri pada pukul 18.00 WIB, Rabu (7/2).

Jefri merupakan warga asal Lampung. Sehari-hari, Jefri bekerja sebagai pedagang kebab telur. Densus 88 menangkap Jefri karena menduga dia anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Menurut Setyo, beberapa saat setelah ditangkap, Jefri mengeluh dirinya mengalami sesak napas. Tim Densus kemudian membawa Jefri ke klinik terdekat di wilayah Indramayu, Jawa Barat.

“Setelah ditangkap, yang bersangkutan (Jefri) dibawa Densus untuk menunjukkan lokasi temannya, tapi dia mengeluh sesaknapas. Kemudian oleh tim dibawa ke klinik terdekat,” kata Setyo.

Tak lama kemudian, pada pukul 18.30 WIB Rabu malam, berdasarkan keterangan dokter di klinik tersebut, Jefri dipastikan telah meninggal dunia.

Setyo menambahkan jenazah Jefri kemudian diterbangkan oleh Densus 88 ke RS Polri Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta untuk menjalani visum dan autopsi.

Sementara menurut dokter forensik RS Polri Said Sukanto, Komisaris Besar Arief Wahyono, autopsi terhadap jenazah Jefri berlangsung pada Kamis (8/2). Dari hasil autopsi tersebut, Tim Dokter RS Polri memastikan bahwa penyebab kematian Jefri adalah serangan jantung.

“Jenazah tidak ada luka luar sama sekali. Diautopsi, organ-organ dibuka, kami periksa di laboratorium. Hasilnya, kematian disebabkan serangan jantung. Yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit jantung menahun,” kata Arief.

Setelah itu, Arief mengimbuhkan, jenazah Jefri diserahkan oleh pihak RS Polri kepada keluarganya, pada pada Jumat (9/2) sore.

Jenazah Jefri kemudian dikebumikan di pemakaman Kapuran, Kelurahan Pasar Madang, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung pada Sabtu (10/2). []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 20:01 WIB

Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR

Meski telah disahkan, revisi UU MD3 menimbulkan polemik. Beberapa pasal dinilai publik terlalu berlebihan, khususnya dalam hak imunitas anggota DPR. ...
PT Waskita akui lalai dalam pemasangan  girder non standar
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:55 WIB

PT Waskita akui lalai dalam pemasangan girder non standar

PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengakui adanya kelalaian dalam sejumlah proyek infrastruktur terutama pengerjaan konstruksi jalan melayang (elevated). Ketelitian pemasangan ...
Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:42 WIB

Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya

Penyidik Polda Metro Jaya bakal memeriksa pedangdut Elvy Sukaesih terkait penyalahgunaan narkoba yang menyeret ketiga anaknya Dhawiya Zaida, Syehan dan Ali Zaenal Abidin."Dipanggil ...
Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara  BNPB
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:31 WIB

Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara BNPB

Tim SAR gabungan hingga saat ini masih terus melakukan upaya pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban longsor di Desa Pasir ...
Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:16 WIB

Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke Indonesia setelah 10 bulan lamanya menjalani perawatan di RS ...
Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 16:04 WIB

Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke tanah air setelah melakukan perawatan di sebuah Rumah Sakit ...