Selasa, 18 Desember 2018 | 23.23 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Se-Asia Tenggara Militer Indonesia Terkuat, Bamsoet: Komunis Tak Akan Subur

Se-Asia Tenggara Militer Indonesia Terkuat, Bamsoet: Komunis Tak Akan Subur

Sabtu, 6 Oktober 2018 - 12:26 WIB

IMG-28834

Ketua DPR Bambang Soesatyo (dua dari kanan) menghimbau agar masyarakat tidak termakan isu komunisme pada saat menghadiri acara HUT TNI ke 73 di Mabes TNI, Cilangkap Jumat (05/10/2018). (Foto: Istimewa)

kini.co.id – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan tantangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ke depan sangatlah kompleks dan beragam. TNI harus mampu menjaga Pancasila sebagai ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, dan keutuhan NKRI dari rongrongan komunisme dan ideologi lain yang bertentangan dengan Pancasila.

“Sejarah membuktikan bahwa ideologi komunisme maupun ideologi lainnya tak akan bisa subur tumbuh di Indonesia. Karena kita punya Pancasila yang sudah melekat dalam jiwa raga anak bangsa, serta prajurit TNI yang menjadi benteng kedaulatan negara,” ujar Bamsoet usai mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-73 TNI dengan Inspektur Upacara Presiden Jokowi, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat (05/10/18).

Hadir dalam upacara tersebut antara lain, mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Mendagri Tjahyo Kumolo, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mengingatkan agar masyarakat senantiasa waspada agar jangan sampai termakan propaganda dari segelintir orang yang menggunakan isu komunisme untuk memecah belah bangsa demi ambisi politik tertentu. Isu komunisme sangat seksi dihembuskan karena Indonesia mempunyai trauma sejarah yang mencekam.

“Hati-hati jangan sampai masyarakat termakan isu komunisme yang belum tentu kebenarannya. Percayalah, kita punya TNI yang setia menjaga Pancasila dan kedaulatan negara. Tak akan mungkin TNI diam membiarkan komunisme hidup di negeri Khatulistiwa ini,” kata Bamsoet.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini meyakini, memasuki usia ke-73 tahun, TNI semakin maju dan profesional. Para prajurit TNI sudah menunjukan profesionalitas baik secara kelembagaan dan juga tunduk kepada hukum dan penghormatan HAM.

“Global Fire Power merilis hasil survei mereka tentang kekuatan militer negara di dunia. Untuk kawasan Asia Tenggara, militer Indonesia masih yang paling kuat. Indonesia berada diposisi ke-15 dari 136 negara dunia yang disurvei, disusul Vietnam menduduki peringkat 20, Thailand 27, Myanmar 35 dan Malaysia 44,” jelas Bamsoet.

Legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumeni ini mengingatkan, TNI juga perlu mempersiapkan diri menghadapi era Revolusi Industri 4.0. Dalam menghadapi menghadapi tantangan global di masa mendatang, TNI perlu mengembangkan kemampuan Artificial Intelligence (AI) dalam sistem militer.

“Negara barat sudah membuat drone sampai seukuran lalat. Kita tak boleh hanya diam saja. Era Revolusi Industri 4.0 harus diadopsi kedalam sistem persenjataan dan pertahanan nasional. Saya yakin banyak anak bangsa yang sanggup mempersiapkan sistem persenjataan yang canggih. Tinggal bagaimana political will kita sebagai bangsa untuk mengaturnya,” pungkas Bamsoet.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 21:54 WIB

KPK banding vonis Johanes Kotjo

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) ajukan banding terhadap putusan tingkat pertama pemilik saham Blackgold Natural Resources Johanes Budisutrisno Kotjo dalam kasus ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 21:37 WIB

Kuasa hukum pastikan Bahar bin Smith ditahan di Polda Jabar

POLISI melakukan penahanan terhadap penceramah Habib Bahar Bin Smith, dalam kasus dugaan penganiayaan. Penahanan Bahar Bin Smith dikonfirmasi usai penceramah ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 16:41 WIB

KPK Tak Pungkiri Buka Lidik Baru Kasus PLTU Riau-1

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak memungkiri bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan baru di kasus suap PLTU Riau-I. Arah pengembangan itu ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 16:38 WIB

Setnov Tak Tahu Menahu Soal Bilik Asmara di Lapas Sukamiskin

Narapidana kasus korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP), Setya Novanto mengaku tidak tahu menahu soal adanya kamar ...
Politik - Selasa, 18 Desember 2018 - 15:41 WIB

Lambaga Legislatif RI Kompak Bersama Gelar Refleksi Akhir Tahun

Ketua DPD RI Oesman Sapta menyebutkan di tahun politik media memegang peranan melawan berita hoax, saat menghadiri Refleksi Akhir Tahun ...
Politik - Selasa, 18 Desember 2018 - 13:50 WIB

Komisi I DPR Minta KBRI Pulangkan 3 WNI Dari Laos

Anggota DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi mendesak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Vientiane, Laos memulangkan tiga WNI yang masih ...