Selasa, 21 Mei 2019 | 21.13 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Polisi Diminta Kaji Ulang Hukuman untuk Kebohongan Ratna

Polisi Diminta Kaji Ulang Hukuman untuk Kebohongan Ratna

Sabtu, 6 Oktober 2018 - 12:07 WIB

IMG-28842

Ahli Hukum Pidana, Abdul Fickar Hadjar. (KiniNews/Restu Fadillah)

kini.co.id – Ratna Sarumpaet sudah resmi menyandang status tersangka penyebaran berita bohong alias hoax soal penganiayaan terhadap dirinya sendiri.

Ia disangkakan dengan Pasal 14 dan 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Salah satu peraturan yang menjerat Ratna yakni UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum pidana ini bisa terbilang jadul. Pasalnya UU ini diketahui pertama kali ditandatangani oleh Presiden RI Ke-1 Soekarno dan belum ada pembaharuannya hingga saat ini.

Ahli Hukum Pidana, Abdul Fickar Hadjar berpendapat Pasal ini rasanya kurang relevant jika diterapkan dalam kasus ini.

“Sebab meski hukum ini masih berlaku tapi lebih banyak aspek politiknya,” tutur Fickar melalui pesan singkat kepada Kini.co.id di Jakarta, Sabtu, (6/10/2018).

Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 ayat (1) berbunyi barang siapa dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setingi-tingginya 10 tahun.

Menrutnya benar bahwa Ibunda Atiqah Hasiloan ini telah membuat berita bohong sebagaimana diakuinya. “Cuma apakah dia menyebarkan? Apakah memberitahu kepada keluarga karena malu bentuk mukanya dan berbicara kepada Prabowo CS merupakan tindakan penyebaran?” katanya bertanya-tanya.

Begitu juga yang dimaksud dengan keonaran yang ditimbulkan. Apakah silang pendapat di medsos yang kemudian dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk melaporkan ke aparat kepolisian merupakan sebuah bentuk keonaran.

“Menurut saya ini belum jelas,” sambungnya.

Oleh karena itu Fickar menyarankan agar pihak kepolisian mengkaji kembali Pasal apa yang sekiranya tepat untuk diterapkan di kasus ini.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...