Selasa, 18 Desember 2018 | 23.20 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Jokowi: Jangan Sampai Tak Saling Sapa Karena Pilpres

Jokowi: Jangan Sampai Tak Saling Sapa Karena Pilpres

Senin, 8 Oktober 2018 - 14:54 WIB

IMG-28874

kini.co.id – Presiden RI Joko Widodo kembali mengingatkan agar seluruh masyarakat Indonesia tidak terpecah-belah karena pilihan politik.

Ia mengatakan masyarakat Indonesia harus melihat perbedaan yang ada sebagai anugerah.

“Perbedaan-perbedaan itu memamg sudah sunatullah, sudah menkadi anugerah dari Allah yang diberikan pada kita bangsa Indonesia. Oleh sebab itu saya titip kepada kita semua marilah kita jaga ukhuwah islamiyah ukhuwah wahdaniyah kita kita sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia,” ujarnya saat meluncurkan Bank Wakaf Mawaridussalam di Ponpes Mawaridussalam Batang Kuis, Deliserdang, Senin (8/10/2018).

Indonesia, lanjut Jokowi, dianugerahi Tuhan 714 suku, agama berbeda, adat berbeda, tradisi berbeda. Dan itu hal yang dibanggakan oleh Presiden di mata negara lain.

“Selalu saya banding-bandingkan dengan negara lain, Singapura hanya ada 4 suku, afganistan 7 suku, kita punya 714 suku, bagaimana tidak bangga,” sambungnya.

Oleh karenanya, kata dia jangan sampai terpecah belah hanya karena politik jadi terpecah belah.

“Jangan sampai karna pemilihan bupati, walikota, pemilihan presiden kita jadi terpecah-pecah. Bahwa dalam pesta demokrasi seperti itu sentimental itu akan ada terus. Apa kita mau setiap 5 tahun antar tetangga tak saling sapa karena beda pilihan. Apa ini mau diteruskan,” kata dia dihadapan ribuan santri dan masyarakat Deliserdang tersebut.

Turut hadir Iriana Joko Widodo, Setkab Pramomo Anung, Ketua Komisioner OJK Wimboh Santoso, Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto, Pangdam I BB Mayjen Muhammad Sabrar Fadillah, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan pejabat lainnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 21:54 WIB

KPK banding vonis Johanes Kotjo

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) ajukan banding terhadap putusan tingkat pertama pemilik saham Blackgold Natural Resources Johanes Budisutrisno Kotjo dalam kasus ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 21:37 WIB

Kuasa hukum pastikan Bahar bin Smith ditahan di Polda Jabar

POLISI melakukan penahanan terhadap penceramah Habib Bahar Bin Smith, dalam kasus dugaan penganiayaan. Penahanan Bahar Bin Smith dikonfirmasi usai penceramah ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 16:41 WIB

KPK Tak Pungkiri Buka Lidik Baru Kasus PLTU Riau-1

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak memungkiri bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan baru di kasus suap PLTU Riau-I. Arah pengembangan itu ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 16:38 WIB

Setnov Tak Tahu Menahu Soal Bilik Asmara di Lapas Sukamiskin

Narapidana kasus korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP), Setya Novanto mengaku tidak tahu menahu soal adanya kamar ...
Politik - Selasa, 18 Desember 2018 - 15:41 WIB

Lambaga Legislatif RI Kompak Bersama Gelar Refleksi Akhir Tahun

Ketua DPD RI Oesman Sapta menyebutkan di tahun politik media memegang peranan melawan berita hoax, saat menghadiri Refleksi Akhir Tahun ...
Politik - Selasa, 18 Desember 2018 - 13:50 WIB

Komisi I DPR Minta KBRI Pulangkan 3 WNI Dari Laos

Anggota DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi mendesak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Vientiane, Laos memulangkan tiga WNI yang masih ...