Sabtu, 20 Oktober 2018 | 10.15 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>KPK Kantongi Nama Trio Kwek-Kwek di Kasus Walikota Pasuruan

KPK Kantongi Nama Trio Kwek-Kwek di Kasus Walikota Pasuruan

Reporter : Restu Fadilah | Selasa, 9 Oktober 2018 - 11:56 WIB

IMG-28906

Jubir KPK, Febri Diansyah. (KiniNews/Restu Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah resmi menetapkan Walikota Pasuruan, Setiyono sebagai tersangka. Setiyono diduga mengatur jatah proyek di lingkungan Pemkot Pasuruan melalui orang dekatnya yang disebut “Trio Kwek Kwek”. Lantas siapa Trio Kwek Kwek ini?

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan pihaknya sudah mengidentifikasi siapa saja tiga orang yang diduga sebagai perpanjangan tangan dari Walikota tersebut.

“Identitas dari ketiga orang itu sudah kami pegang,” tutur Febri di Jakarta, Selasa, (9/10/2018).

Hanya saja Febri belum mau menyebutkan siapa saja ketiga orang tersebut. Namun yang pasti tentu ketiga orang itu akan diperiksa untuk melihat lebih lanjut dugaan proyek-proyek apa saja yang mereka kelola dan juga sejauh mana Wali Kota juga mendapatkan `fee` dari proyek tersebut.

Lebih jauh Febri menjelaskan bahwa ketiganya diduga membagi-bagi proyek dan kemudian mengaturnya secara masing-masing.

“Ada pembagian-pembagian yang mereka lakukan, misalnya A itu lebih menangani sejumlah proyek dengan rincian tertentu kemudian dua orang lain menangangi proyek lain” jelasnya.

Febri menambahkan, saat ini KPK juga tengah mengidentifikasi sekitar 10 proyek dalam kasus suap Wali Kota Pasuruan tersebut.

“Saat ini ada sekitar lebih dari 10 proyek di Pasuruan yang sedang kami identifikasi yang diduga ada tabulasi nilai proyek HPS (harga perkiraan sendiri) dan nilai kontrak,” tuntasnya.

Untuk diketahui, kasus ini berawal dari serangkaian OTT yang dilakukan oleh KPK pada Kamis, (4/10/2018) lalu. Dari aksinya itu, KPK berhasil menetapkan empat orang tersangka.

Mereka adalah Walikota Pasuruan; Setiyono, Plh Kadis PU Kota Pasuruan; Dwi Fitri Nurcahyo, Staf Kelurahan Purutrejo; Wahyu Tri Hardianto, dan satu orang pihak swasta Muhammad Baqir.

Mereka memiliki peran yang berbeda. Rinciannya Setiyono, Dwi dan Wahyu berperan sebagai pihak penerima. Sedangkan Baqir berperan sebagai pihak pemberi.

Adapun suap itu berkaitan dengan proyek Pusat Layanan Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (PLUT-KUKM).

Akibat perbuatannya itu, Setiyono, Dwi Fitri dan Wahyu ‎Tri sebagai pihak penerima disangkakan dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Muhammad Baqir sebagai pihak pemberi disangkakan dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU No 31 tahun 199c tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 17:17 WIB

Kader PKS kecewa kursi Wagub DKI tidak kunjung diberikan Gerindra

SEJUMLAH kader DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta Timur disebut kecewa dan kesal lantaran Partai Gerindra tak kunjung memberikan kursi ...
Peristiwa - Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:29 WIB

Ketua DPR Pastikan Insiden Peluru Nyasar Bukan Ulah Teroris

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan insiden peluru nyasar di beberapa ruang kerja anggota dewan tidak terkait dengan aksi ...
Hukum - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:51 WIB

Masa Tahanan Eks Dirut Pertamina Diperpanjang 40 Hari

Masa tahanan Eks Dirut PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan diperpanjang sampai 22 November 2018. Kejaksaan Agung melakukan perpanjangan masa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:39 WIB

DPR Sebut Pemasangan Kaca Anti Peluru Bisa Batal

Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Anton Sihombing mengatakan, wacana pemasangan kaca antipeluru di Gedung Nusantara I DPR bisa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Awas, Libatkan Anak Kampanye Politik Bisa Dipidana

Anak-anak tidak diperkenankan untuk terlibat dalam kegiatan politik. Jika para orangtua melibatkan anaknya dalam kegiatan politik seperti kampanye atau apapun, ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 12:06 WIB

Incar Kursi Wagub DKI, Gerindra-PKS Yakin Tetap Mesra

Sepeninggal Sandiaga Uno, kursi Wakil Gubernur DKI kini menjadi incaran. Adalah dua partai yakni PKS dan Gerindra yang kini masih ...