Rabu, 19 Desember 2018 | 17.46 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>KPK Kantongi Nama Trio Kwek-Kwek di Kasus Walikota Pasuruan

KPK Kantongi Nama Trio Kwek-Kwek di Kasus Walikota Pasuruan

Reporter : Restu Fadilah | Selasa, 9 Oktober 2018 - 11:56 WIB

IMG-28906

Jubir KPK, Febri Diansyah. (KiniNews/Restu Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah resmi menetapkan Walikota Pasuruan, Setiyono sebagai tersangka. Setiyono diduga mengatur jatah proyek di lingkungan Pemkot Pasuruan melalui orang dekatnya yang disebut “Trio Kwek Kwek”. Lantas siapa Trio Kwek Kwek ini?

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan pihaknya sudah mengidentifikasi siapa saja tiga orang yang diduga sebagai perpanjangan tangan dari Walikota tersebut.

“Identitas dari ketiga orang itu sudah kami pegang,” tutur Febri di Jakarta, Selasa, (9/10/2018).

Hanya saja Febri belum mau menyebutkan siapa saja ketiga orang tersebut. Namun yang pasti tentu ketiga orang itu akan diperiksa untuk melihat lebih lanjut dugaan proyek-proyek apa saja yang mereka kelola dan juga sejauh mana Wali Kota juga mendapatkan `fee` dari proyek tersebut.

Lebih jauh Febri menjelaskan bahwa ketiganya diduga membagi-bagi proyek dan kemudian mengaturnya secara masing-masing.

“Ada pembagian-pembagian yang mereka lakukan, misalnya A itu lebih menangani sejumlah proyek dengan rincian tertentu kemudian dua orang lain menangangi proyek lain” jelasnya.

Febri menambahkan, saat ini KPK juga tengah mengidentifikasi sekitar 10 proyek dalam kasus suap Wali Kota Pasuruan tersebut.

“Saat ini ada sekitar lebih dari 10 proyek di Pasuruan yang sedang kami identifikasi yang diduga ada tabulasi nilai proyek HPS (harga perkiraan sendiri) dan nilai kontrak,” tuntasnya.

Untuk diketahui, kasus ini berawal dari serangkaian OTT yang dilakukan oleh KPK pada Kamis, (4/10/2018) lalu. Dari aksinya itu, KPK berhasil menetapkan empat orang tersangka.

Mereka adalah Walikota Pasuruan; Setiyono, Plh Kadis PU Kota Pasuruan; Dwi Fitri Nurcahyo, Staf Kelurahan Purutrejo; Wahyu Tri Hardianto, dan satu orang pihak swasta Muhammad Baqir.

Mereka memiliki peran yang berbeda. Rinciannya Setiyono, Dwi dan Wahyu berperan sebagai pihak penerima. Sedangkan Baqir berperan sebagai pihak pemberi.

Adapun suap itu berkaitan dengan proyek Pusat Layanan Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (PLUT-KUKM).

Akibat perbuatannya itu, Setiyono, Dwi Fitri dan Wahyu ‎Tri sebagai pihak penerima disangkakan dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Muhammad Baqir sebagai pihak pemberi disangkakan dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU No 31 tahun 199c tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 19 Desember 2018 - 17:03 WIB

Jalan Gubeng Surabaya Amblas, Ini Penjelasan RS Siloam

Management Rumah Sakit Siloam nampaknya enggan disalahkan soal amblasnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya yang diduga karena proyek pengerjaan basement RS ...
Politik - Rabu, 19 Desember 2018 - 17:01 WIB

Fahri Hamzah: Banyak Orang Salah Paham Tentang Pidato Prabowo

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai, banyak orang keliru tentang pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tentang Indonesia ...
Hukum - Rabu, 19 Desember 2018 - 15:29 WIB

Ditargetkan Selesai Tahun Ini, Kasus RJ Lino Belum Juga Disentuh KPK

Akhir Desember 2017 silam, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencanangkan berbagai target. Salah satu target besar yang dicanangkan adalah penyelesaian kasus ...
Hukum - Rabu, 19 Desember 2018 - 15:25 WIB

Fahri Hamzah Minta Polisi Ungkap Fakta Soal Penahanan Habib Bahar

Ketua DPR, Fahri Hamzah meminta pihak kepolisian menjelaskan kepada publik atas penahanan Habib Bahar bin Smith atas dugaan penganiayaan terhadap ...
Hukum - Rabu, 19 Desember 2018 - 13:25 WIB

Begini korban penganiayaan Bahar Smith

KEPALA Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto mengatakan remaja korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Bahar bin ...
Peristiwa - Rabu, 19 Desember 2018 - 11:59 WIB

Penyebab amblesnya jalan Gubeng-Surabaya mulai terkuak

DUGAAN penyebab amblesnya Jalan Gubeng di Surabaya mulai terkuak. Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan amblesnya jalan disebabkan oleh ...