Sabtu, 20 Oktober 2018 | 10.17 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Skandal Proyek Lampung Selatan, KPK Periksa Adik Ketua MPR

Skandal Proyek Lampung Selatan, KPK Periksa Adik Ketua MPR

Reporter : Restu Fadilah | Selasa, 9 Oktober 2018 - 12:21 WIB

IMG-28908

Bupati Lampung Selatan; Zainudin Hasan. (Ist)

Jakarta, kini.co.id

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Bupati Lampung Selatan nonaktif, Zainudin Hasan.

Zainudin yang merupakan adik dari Ketua MPR RI, Zulkfili Hasan akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AA (Anjar Asmara),” tutur Jubir KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Selasa, (9/10/2018).

Selain itu, penyidik KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Komisaris PT 9 Naga Emas, Yoga Swara. Yoga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ZH (Zainudin Hasan).

Untuk diketahui, kasus ini berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar KPK pada (26/7/2018) lalu. Dari aksi senyapnya itu, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka.

Mereka adalah Bupati Lampung Selatan; Zainudin Hasan, Kadis PUPR Kabupaten Lampung Selatan; Anjar Asmara, anggota DPRD Provinsi Lampung; Agus Bhakti Nugraha, dan pemilik CV 9 Naga; Gilang Ramadhan.

Zainudin, Agus dan Anjar diduga menerima suap sebesar Rp 600 juta. Diduga suap ini terkait dengan sejumlah proyek barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lampung Selatan yang digarap Gilang.

Proyek-proyek tersebut adalah Box Culvert Waysulan dimenangkan oleh PT Langit Biru, rehabilitasi ruang jalan Banding Kantor Camat Rajabasa dimenangkan oleh CV Langit Biru, Peningkatan ruas Jalan Kuncir Curug dimenangkan CV Menara 9, dan peningkatan ruas Jalan Lingkar Dusun Tanah Luhur Batas Kota dimenangkan CV Laut Merah.

Akibat perbuatannya itu, Zainudin, Anjar dan Agus disangkakan melanggar Pasal 12 huruf atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU no 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara sebagai tersangka pemberi suap, Gilang dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU no 20 tahun 2001.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 17:17 WIB

Kader PKS kecewa kursi Wagub DKI tidak kunjung diberikan Gerindra

SEJUMLAH kader DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta Timur disebut kecewa dan kesal lantaran Partai Gerindra tak kunjung memberikan kursi ...
Peristiwa - Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:29 WIB

Ketua DPR Pastikan Insiden Peluru Nyasar Bukan Ulah Teroris

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan insiden peluru nyasar di beberapa ruang kerja anggota dewan tidak terkait dengan aksi ...
Hukum - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:51 WIB

Masa Tahanan Eks Dirut Pertamina Diperpanjang 40 Hari

Masa tahanan Eks Dirut PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan diperpanjang sampai 22 November 2018. Kejaksaan Agung melakukan perpanjangan masa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:39 WIB

DPR Sebut Pemasangan Kaca Anti Peluru Bisa Batal

Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Anton Sihombing mengatakan, wacana pemasangan kaca antipeluru di Gedung Nusantara I DPR bisa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Awas, Libatkan Anak Kampanye Politik Bisa Dipidana

Anak-anak tidak diperkenankan untuk terlibat dalam kegiatan politik. Jika para orangtua melibatkan anaknya dalam kegiatan politik seperti kampanye atau apapun, ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 12:06 WIB

Incar Kursi Wagub DKI, Gerindra-PKS Yakin Tetap Mesra

Sepeninggal Sandiaga Uno, kursi Wakil Gubernur DKI kini menjadi incaran. Adalah dua partai yakni PKS dan Gerindra yang kini masih ...