Selasa, 21 Mei 2019 | 21.15 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Skandal Proyek Lampung Selatan, KPK Periksa Adik Ketua MPR

Skandal Proyek Lampung Selatan, KPK Periksa Adik Ketua MPR

Reporter : Restu Fadilah | Selasa, 9 Oktober 2018 - 12:21 WIB

IMG-28908

Bupati Lampung Selatan; Zainudin Hasan. (Ist)

Jakarta, kini.co.id

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Bupati Lampung Selatan nonaktif, Zainudin Hasan.

Zainudin yang merupakan adik dari Ketua MPR RI, Zulkfili Hasan akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AA (Anjar Asmara),” tutur Jubir KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Selasa, (9/10/2018).

Selain itu, penyidik KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Komisaris PT 9 Naga Emas, Yoga Swara. Yoga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ZH (Zainudin Hasan).

Untuk diketahui, kasus ini berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar KPK pada (26/7/2018) lalu. Dari aksi senyapnya itu, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka.

Mereka adalah Bupati Lampung Selatan; Zainudin Hasan, Kadis PUPR Kabupaten Lampung Selatan; Anjar Asmara, anggota DPRD Provinsi Lampung; Agus Bhakti Nugraha, dan pemilik CV 9 Naga; Gilang Ramadhan.

Zainudin, Agus dan Anjar diduga menerima suap sebesar Rp 600 juta. Diduga suap ini terkait dengan sejumlah proyek barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lampung Selatan yang digarap Gilang.

Proyek-proyek tersebut adalah Box Culvert Waysulan dimenangkan oleh PT Langit Biru, rehabilitasi ruang jalan Banding Kantor Camat Rajabasa dimenangkan oleh CV Langit Biru, Peningkatan ruas Jalan Kuncir Curug dimenangkan CV Menara 9, dan peningkatan ruas Jalan Lingkar Dusun Tanah Luhur Batas Kota dimenangkan CV Laut Merah.

Akibat perbuatannya itu, Zainudin, Anjar dan Agus disangkakan melanggar Pasal 12 huruf atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU no 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara sebagai tersangka pemberi suap, Gilang dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU no 20 tahun 2001.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...