Sabtu, 16 Februari 2019 | 15.30 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Digugat Prapid Gubernur Aceh, Begini Tanggapan KPK

Digugat Prapid Gubernur Aceh, Begini Tanggapan KPK

Reporter : Restu Fadilah | Selasa, 9 Oktober 2018 - 13:04 WIB

IMG-28919

Jubir KPK, Febri Diansyah. (KiniNews/Restu Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Gubernur Aceh non aktif, Irwandi Yusuf kembali mengajukan gugatan praperadilan atas perkara yang membelitnya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sidang melawan KPK itu sudah teregistrasi di PN Jakarta Selatan.

Berdasarkan agenda yang dirilis tim Biro Humas PN Jakarta Selatan sidang perdana digelar pada Selasa, (9/10/2018). Namun ternyata sidang urung dilaksanakan lantaran pihak KPK tidak memenuhi panggilan.

Jubir KPK, Febri Diansyah menjelaskan pihaknya telah menerima surat dari PN Jakarta Selatan tentang praperadilan dengan pemohon Irwandi Yusuf dengan jadwal sidang hari ini, Selasa 9 Oktober 2018.

“Namun karena ada penugasan dan kegiatan lain, maka sejak Jumat kemarin KPK telah mengajukan permintaan pada PN Jaksel untuk mengundur waktu sidang selama 7 hari, yaitu pada 16 Oktober 2018,” jelas Febri melalui pesan singkat kepada wartawan di Jakarta, Rabu, (9/10/2018).

Menurut Febri, tim saat ini sedang membaca isi permohonan praperadilan tersebut.

Adapun pada pokoknya isi praperadilan tersebut adalah menguraikan:

1. Irwandi Yusuf telah menjadi Gubernur sebelumnya dan mengklaim tidak pernah meminta atau menerima uang.

2. Menguraikan tersangka dipilih dalam pilkada serentak dengan suara 37,22%,

3. Mengklaim bahwa tidak pernah menerima uang seperti yang disangkakan KPK dalam penyidikan terkait DOK Aceh

4. Menjelaskan pertemuan tersangka dengan Steffy Burase dan usulan Steffy untuk melakukan lomba lari aceh marathon bertaraf internasional. Disebut juga tersangka menyarankan agar Steffy membuat “Rencana Anggaran Biaya” yang kemudian ditindaklanjuti Steffy dengan membuat RAB senilai Rp13M. selanjutnya RAB tersebut diserahkan tersangka pada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh dan proses lebih lanjut.

5. Diuraikan juga, sebelum ada pencairan dana pemerintah, maka IY menggunakan dana pribadi dan mentransfer ke rekening Stefi Burase dan pihak lainnya, dengan jumlah sekitar Rp1 Milyar.

6. Disebutkan juga tentang pelaporan gratifikasi pada KPK yang dilakukan oleh Pemohon sejumlah Rp39 juta.

7. Pemohon juga membantah OTT yang dilakukan KPK, dan seterusnya.

Selain itu dalam berkas permohonannya, diterangkan juga yang pada pokoknya Pemohon meminta Penangkapan, penahanan dan surat-surat dalam penyidikan yang dilakukan oleh KPK tidak sah.

Menurut Febri, KPK tentu menghargai hal ini sebagai jalur hukum yang ditempuh oleh tersangka. Nanti jika persidangan dilakukan pada hari Selasa, 16 Oktober 2018 atau waktu lain yang ditentukan Pengadilan, tentu KPK akan mendengarkan permohonan yang diajukan oleh tersangka tersebut dan kemudian akan memberikan jawaban yang komprehensif.

“Namun, dalam pembacaan awal ini, kami memandang tersangka banyak bicara tentang hal-hal lain yang tidak ada hubungan langsung, dan lebih banyak menguraikan pokok perkara, yang semestinya tidak menjadi domain dari sidang praperadilan,” tuntasnya

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...