Selasa, 18 Desember 2018 | 23.23 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Lagarde bantu Lombok dan Sulteng Rp2 miliar

Lagarde bantu Lombok dan Sulteng Rp2 miliar

Reporter : Emerson Tarihoran | Rabu, 10 Oktober 2018 - 18:02 WIB

IMG-28991

Christine Lagarde, Direktur IMF, ketika berada di Lombok, Rabu (10/10/2018)

LOMBOK, kini.co.id – Direktur pelaksana IMF, Christine Lagarde, bersama menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengunjungi korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kedatangan lagarde ke Desa Guntur Macan, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat bersama Luhut dan Sri Mulyani disambut hangat oleh masyarakat korban gempa di Guntur Macan. Lebih dari 900 keluarga di desa ini kehilangan tempat tinggal akibat gempa Lombok.

Di sela-sela kunjungannya, Lagarde mengatakan bahwa staf IMF berinisiatif mengumpulkan dana hingga Rp 2 Miliar untuk diberikan kepada Lombok dan Palu. Selanjutnya, Lagarde pun berjanji akan mengajak para delegasi IMF untuk turut memberikan dukungan pada Indonesia mengatasi bencana di Lombok dan Sulawesi Tengah.

Berikut kutipan pidato Christine Lagarde dalam rangka penyerahan bantuan di Lombok, pada Rabu (10/10/2018).

Terimakasih atas keramahtamahannya

Tiga tahun yang lalu ketika RI dipilih dari daftar 10 negara terbaik yang dapat menyelenggarakan pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia, kita tidak tahu pada saat itu bahwa Gunung Agung akan mengalami erupsi.

Kita tidak tahu akan ada gempa bumi berkali-kali di Lombok, Kita juga tidak pernah tahu bahwa Sulawesi Tengah akan mengalami gempa bumi dan tsunami yang membawa korban banyak.

Kita tahu bahwa Indonesia adalah yang terbaik, dan bahwa Ketua Tim Lubuh Panjaitan yang telah membuat kita betul-betul mempercayai bahwa Indonesia siap menyelenggarakan acara ini. Kita bertanya, apakah Indonesia di bawah kepemimpinan Luhut dan Bapak Joko Widodo sebagai kepala negara mampu menyelenggarakan acara ini.

Ada tiga pertanyaan di benak kami. 1 Apakah pertemuan ini akan kita cancel? Jawabannya adalah tidak. Karena itu akan membuat sebuah penghinaan atas kejadian yang akan terjadi. Jadi orang orang yang tengah bekerja akan kehilangan pekerjaan dan ekonomi mereka, dan ini akan menjadikan usaha mereka akan menjadi sia-sia.

Jadi kita bilang, pasti akan datang.

Pertanyaan kedua, apakah Indonesia mau menerima pinjaman dari IMF, karena IMF adalah sebuah lembaga yang selalu memberi pinjaman bagi negara-negara yang sedang mengalami masalah ekonomi dan keuangan dan neraca mereka. Jawabannya adalah tidak, karena ekonomi Indonesia sangat baik, neraca pembayarannya sangat baik.

Presiden, Menko dan Menteri Keuangan, serta semua pejabat yang bertanggungjawab di bidang keuangan melaksanakan tugasnya dengan sangat baik, sehingga Indonesia tidak memerlukan bantuan.

Lalu apa yang akan kami lakukan? Staf dari IMF akhirnya berinisiatif mengumpulkan dana dari masing-masing secara pribadi, dan manajemen IMF mendukung kegiatan ini. Dan ini baru saja awal mulanya.

Hari ini saya mengeluarkan check Rp2 miliar. Dan akan disalurkan untuk Lombok dan Sulawesi, sehingga semua orang akan dibantu keluar dari kesulitan akibat bencana di daerah tersebut.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 21:54 WIB

KPK banding vonis Johanes Kotjo

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) ajukan banding terhadap putusan tingkat pertama pemilik saham Blackgold Natural Resources Johanes Budisutrisno Kotjo dalam kasus ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 21:37 WIB

Kuasa hukum pastikan Bahar bin Smith ditahan di Polda Jabar

POLISI melakukan penahanan terhadap penceramah Habib Bahar Bin Smith, dalam kasus dugaan penganiayaan. Penahanan Bahar Bin Smith dikonfirmasi usai penceramah ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 16:41 WIB

KPK Tak Pungkiri Buka Lidik Baru Kasus PLTU Riau-1

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak memungkiri bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan baru di kasus suap PLTU Riau-I. Arah pengembangan itu ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 16:38 WIB

Setnov Tak Tahu Menahu Soal Bilik Asmara di Lapas Sukamiskin

Narapidana kasus korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP), Setya Novanto mengaku tidak tahu menahu soal adanya kamar ...
Politik - Selasa, 18 Desember 2018 - 15:41 WIB

Lambaga Legislatif RI Kompak Bersama Gelar Refleksi Akhir Tahun

Ketua DPD RI Oesman Sapta menyebutkan di tahun politik media memegang peranan melawan berita hoax, saat menghadiri Refleksi Akhir Tahun ...
Politik - Selasa, 18 Desember 2018 - 13:50 WIB

Komisi I DPR Minta KBRI Pulangkan 3 WNI Dari Laos

Anggota DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi mendesak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Vientiane, Laos memulangkan tiga WNI yang masih ...