Sabtu, 20 Oktober 2018 | 10.17 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Lagarde bantu Lombok dan Sulteng Rp2 miliar

Lagarde bantu Lombok dan Sulteng Rp2 miliar

Reporter : Emerson Tarihoran | Rabu, 10 Oktober 2018 - 18:02 WIB

IMG-28991

Christine Lagarde, Direktur IMF, ketika berada di Lombok, Rabu (10/10/2018)

LOMBOK, kini.co.id – Direktur pelaksana IMF, Christine Lagarde, bersama menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengunjungi korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kedatangan lagarde ke Desa Guntur Macan, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat bersama Luhut dan Sri Mulyani disambut hangat oleh masyarakat korban gempa di Guntur Macan. Lebih dari 900 keluarga di desa ini kehilangan tempat tinggal akibat gempa Lombok.

Di sela-sela kunjungannya, Lagarde mengatakan bahwa staf IMF berinisiatif mengumpulkan dana hingga Rp 2 Miliar untuk diberikan kepada Lombok dan Palu. Selanjutnya, Lagarde pun berjanji akan mengajak para delegasi IMF untuk turut memberikan dukungan pada Indonesia mengatasi bencana di Lombok dan Sulawesi Tengah.

Berikut kutipan pidato Christine Lagarde dalam rangka penyerahan bantuan di Lombok, pada Rabu (10/10/2018).

Terimakasih atas keramahtamahannya

Tiga tahun yang lalu ketika RI dipilih dari daftar 10 negara terbaik yang dapat menyelenggarakan pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia, kita tidak tahu pada saat itu bahwa Gunung Agung akan mengalami erupsi.

Kita tidak tahu akan ada gempa bumi berkali-kali di Lombok, Kita juga tidak pernah tahu bahwa Sulawesi Tengah akan mengalami gempa bumi dan tsunami yang membawa korban banyak.

Kita tahu bahwa Indonesia adalah yang terbaik, dan bahwa Ketua Tim Lubuh Panjaitan yang telah membuat kita betul-betul mempercayai bahwa Indonesia siap menyelenggarakan acara ini. Kita bertanya, apakah Indonesia di bawah kepemimpinan Luhut dan Bapak Joko Widodo sebagai kepala negara mampu menyelenggarakan acara ini.

Ada tiga pertanyaan di benak kami. 1 Apakah pertemuan ini akan kita cancel? Jawabannya adalah tidak. Karena itu akan membuat sebuah penghinaan atas kejadian yang akan terjadi. Jadi orang orang yang tengah bekerja akan kehilangan pekerjaan dan ekonomi mereka, dan ini akan menjadikan usaha mereka akan menjadi sia-sia.

Jadi kita bilang, pasti akan datang.

Pertanyaan kedua, apakah Indonesia mau menerima pinjaman dari IMF, karena IMF adalah sebuah lembaga yang selalu memberi pinjaman bagi negara-negara yang sedang mengalami masalah ekonomi dan keuangan dan neraca mereka. Jawabannya adalah tidak, karena ekonomi Indonesia sangat baik, neraca pembayarannya sangat baik.

Presiden, Menko dan Menteri Keuangan, serta semua pejabat yang bertanggungjawab di bidang keuangan melaksanakan tugasnya dengan sangat baik, sehingga Indonesia tidak memerlukan bantuan.

Lalu apa yang akan kami lakukan? Staf dari IMF akhirnya berinisiatif mengumpulkan dana dari masing-masing secara pribadi, dan manajemen IMF mendukung kegiatan ini. Dan ini baru saja awal mulanya.

Hari ini saya mengeluarkan check Rp2 miliar. Dan akan disalurkan untuk Lombok dan Sulawesi, sehingga semua orang akan dibantu keluar dari kesulitan akibat bencana di daerah tersebut.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 17:17 WIB

Kader PKS kecewa kursi Wagub DKI tidak kunjung diberikan Gerindra

SEJUMLAH kader DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta Timur disebut kecewa dan kesal lantaran Partai Gerindra tak kunjung memberikan kursi ...
Peristiwa - Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:29 WIB

Ketua DPR Pastikan Insiden Peluru Nyasar Bukan Ulah Teroris

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan insiden peluru nyasar di beberapa ruang kerja anggota dewan tidak terkait dengan aksi ...
Hukum - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:51 WIB

Masa Tahanan Eks Dirut Pertamina Diperpanjang 40 Hari

Masa tahanan Eks Dirut PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan diperpanjang sampai 22 November 2018. Kejaksaan Agung melakukan perpanjangan masa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:39 WIB

DPR Sebut Pemasangan Kaca Anti Peluru Bisa Batal

Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Anton Sihombing mengatakan, wacana pemasangan kaca antipeluru di Gedung Nusantara I DPR bisa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Awas, Libatkan Anak Kampanye Politik Bisa Dipidana

Anak-anak tidak diperkenankan untuk terlibat dalam kegiatan politik. Jika para orangtua melibatkan anaknya dalam kegiatan politik seperti kampanye atau apapun, ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 12:06 WIB

Incar Kursi Wagub DKI, Gerindra-PKS Yakin Tetap Mesra

Sepeninggal Sandiaga Uno, kursi Wakil Gubernur DKI kini menjadi incaran. Adalah dua partai yakni PKS dan Gerindra yang kini masih ...