Sabtu, 20 Oktober 2018 | 10.15 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Cerita Eni Saragih Dipanggil Novanto untuk Kawal Proyek PLTU Riau-1

Cerita Eni Saragih Dipanggil Novanto untuk Kawal Proyek PLTU Riau-1

Reporter : Restu Fadilah | Kamis, 11 Oktober 2018 - 15:26 WIB

IMG-29026

Eni Saragih. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Tersangka kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-1, Eni Maulani Saragih bersaksi di sidang lanjutan kasus yang sama dengan terdakwa Johannes Budisutriano Kotjo di Pengasilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis, (11/10/2018).

Dalam kesaksiannya, Eni mengungkap soal dirinya yang dipanggil oleh Novanto untuk mengawal proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau 1 yang akan dikerjakan oleh Kotjo. Namun ia mengaku lupa kapan tepatnya peristiwa itu terjadi.

“Tanggal persis saya tidak tahu, kalau tidak salah waktu itu pak Nov menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar, mungkin setelah kasus papa minta saham,” tuturnya.

Kata Eni, saat melakukan pertemuan, ia tak sendirian melainkan bersama stafnya. Selain itu dalam pertemuan tersebut turut hadir juga anak Novanto, Reza Herwindo.

“Dia (Reza Herwindo) yang menyambungkan, yang buat pertemuan di Hotel Fairmont,” katanya.

Untuk diketahui, dalam perkara ini Kotjo selaku pemilik saham Blackgold Natural Resources Limited saat itu didakwa memberikan suap atau janji sebesar Rp 4,75 miliar kepada Eni Saragih dan eks Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham untuk mendapatkan proyek pengadaan PLTU Riau-1 yang nilainya mencapai US$ 900Juta.

Dalam surat dakwaan diterangkan uang tersebut merupakan permintaan Eni kepada Johanes untuk membantu kegiatan Munaslub Golkar. Selain itu, Idrus yang saat itu menjabat sebagai Plt Ketua Umum Golkar melobi Johanes untuk memberikan dana untuk Munaslub Golkar.

Kotjo didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 17:17 WIB

Kader PKS kecewa kursi Wagub DKI tidak kunjung diberikan Gerindra

SEJUMLAH kader DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta Timur disebut kecewa dan kesal lantaran Partai Gerindra tak kunjung memberikan kursi ...
Peristiwa - Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:29 WIB

Ketua DPR Pastikan Insiden Peluru Nyasar Bukan Ulah Teroris

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan insiden peluru nyasar di beberapa ruang kerja anggota dewan tidak terkait dengan aksi ...
Hukum - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:51 WIB

Masa Tahanan Eks Dirut Pertamina Diperpanjang 40 Hari

Masa tahanan Eks Dirut PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan diperpanjang sampai 22 November 2018. Kejaksaan Agung melakukan perpanjangan masa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:39 WIB

DPR Sebut Pemasangan Kaca Anti Peluru Bisa Batal

Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Anton Sihombing mengatakan, wacana pemasangan kaca antipeluru di Gedung Nusantara I DPR bisa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Awas, Libatkan Anak Kampanye Politik Bisa Dipidana

Anak-anak tidak diperkenankan untuk terlibat dalam kegiatan politik. Jika para orangtua melibatkan anaknya dalam kegiatan politik seperti kampanye atau apapun, ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 12:06 WIB

Incar Kursi Wagub DKI, Gerindra-PKS Yakin Tetap Mesra

Sepeninggal Sandiaga Uno, kursi Wakil Gubernur DKI kini menjadi incaran. Adalah dua partai yakni PKS dan Gerindra yang kini masih ...