Sabtu, 20 Oktober 2018 | 10.14 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Dirut Pertamina Nicke turut membahas proyek PLTU Riau-1

Dirut Pertamina Nicke turut membahas proyek PLTU Riau-1

Reporter : Emerson Tarihoran | Kamis, 11 Oktober 2018 - 23:20 WIB

IMG-29047

Dirut PT Pertamina, Nicke Widyawati.

JAKARTA, kini.co.id – DALAM persidangan Tipikor Jakarta, Kamis (11/10/2018), mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Saragih menyatakan Dirut Pertamina Nicke Widyawati turut membahas proyek PLTU Riau-1 bersama Dirut PLN Sofyan Basir. Pertemuan terjadi di kantor PLN Jakarta pada awal 2017.

‘’Beberapa kali pertemuan di situ. Pak Sofyan Basir, pernah juga dengan Bu Nicke yang sekarang di Pertamina, saya dan Pak Kotjo,’’ kata Eni. Pertemuan demi pertemuan itu akhirnya menghasilkan kesepakatan untuk memberikan Proyek PLTU Riau-1 ke Blackgold Natural Resources Limited milik terdakwa Johanes Budisutrisno Kotjo.

Dalam sidang itu, Eni Maulani Saragih menjadi saksi untuk terdakwa pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo.

Setelah pertemuan dengan Setnov, Eni selanjutnya memfasilitasi pertemuan antara Sofyan Basir dengan Johannes Kotjo. Dalam beberapa pertemuan yang membahas proyek di PLN itu, juga selalu dihadiri oleh eks Direktur Perencanaan Korporat PLN Nicke Widyawati yang kini Dirut Pertamina.

Eni juga mengakui kadang dalam pertemuan juga terdapat Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Iwan Santoso. Dalam sejumlah pertemuan itu, diakui Eni, Sofyan Basir menawarkan Proyek PLTU Riau ke Bos Blackgold itu.

Eni juga mengaku pernah memfasilitasi pertemuan antara mantan Ketua DPR Setya Novanto alias Setnov dan Direktur Utama PLN Sofyan Basir untuk membahas proyek yang ingin dikerjakan Johannes Kotjo.

Pertemuan itu, kata Eni, dilakukan di rumah Setnov yang dihadiri oleh dia, Sofyan Basir, juga Direktur Perencanaan Korporat PLN Nicke Widyawati dan Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Iwan Santoso. Akan tetapi ia tidak ingat kapan pertemuan itu terjadi.

Eni mengakui bahwa pertemuan itu membahas soal proyek-proyek PLN. Saat itu, Setnov menyampaikan keinginan Johannes Kojto kepada Sofyan untuk mengerjakan proyek PLN di Jawa.

Menurut Eni, Sofyan berkali-kali menyatakan bahwa proyek PLN di Jawa sudah penuh. Sehingga Sofyan menyarankan agar Johannes Kotjo menggarap proyek PLN yang berada di luar Jawa.

‘’Yang saya ingat (Pak Sofyan bilang) yang di Jawa sudah penuh tapi kalau di luar Jawa dipastikan bisa. Yang di luar Jawa itu yang bisa dipastikan oleh Pak Sofyan Basir,’’ kata Eni.

Dalam dakwaan Kotjo, saat itu Setnov meminta proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap Jawa 3 yang berada di Gresik, Jatim kepada Sofyan Basir agar diserahkan kepada Johannes Kotjo. Namun, Sofyan Basir menjawab jika PLTGU Jawa III sudah ada kandidat, sedangkan proyek PLTU Riau-1 belum ada kandidatnya.

Dalam beberapa pertemuan itu, Johannes Kotjo menyampaikan keinginannya secara langsung kepada Sofyan untuk mengerjakan proyek di Pulau Jawa. Namun Sofyan menyampaikan bahwa di Jawa sudah penuh.

‘’Disampaikan keinginan Pak Kojto disampaikan ke Pak Sofyan. Sama saja jawabnya, yang di Jawa tidak bisa,’’ tutur Eni.

Seiring dengan berjalannya waktu, Eni mengatakan akhirnya Johannes Kotjo sepakat dengan PLN untuk mengerjakan proyek di luar Jawa yakni PLTU Riau-1. Berdasarkan dakwaan Kotjo, total Sofyan Basir terlibat setidaknya sembilan pertemuan yang membahas proyek PLTU Riau-1.

‘’(Proyek yang dikerjakan) yang di luar Jawa, yang di Riau-1,’’ kata Eni.

Dalam kasus ini, Johanes Kotjo didakwa menyuap Eni Saragih, dan mantan Sekjen Golkar Idrus Marham sebesar Rp 4,75 miliar. Suap dilakukan agar Eni bisa membantu Johannes mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Riau-1 (PLTU MT Riau-1).

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 17:17 WIB

Kader PKS kecewa kursi Wagub DKI tidak kunjung diberikan Gerindra

SEJUMLAH kader DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta Timur disebut kecewa dan kesal lantaran Partai Gerindra tak kunjung memberikan kursi ...
Peristiwa - Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:29 WIB

Ketua DPR Pastikan Insiden Peluru Nyasar Bukan Ulah Teroris

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan insiden peluru nyasar di beberapa ruang kerja anggota dewan tidak terkait dengan aksi ...
Hukum - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:51 WIB

Masa Tahanan Eks Dirut Pertamina Diperpanjang 40 Hari

Masa tahanan Eks Dirut PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan diperpanjang sampai 22 November 2018. Kejaksaan Agung melakukan perpanjangan masa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:39 WIB

DPR Sebut Pemasangan Kaca Anti Peluru Bisa Batal

Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Anton Sihombing mengatakan, wacana pemasangan kaca antipeluru di Gedung Nusantara I DPR bisa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Awas, Libatkan Anak Kampanye Politik Bisa Dipidana

Anak-anak tidak diperkenankan untuk terlibat dalam kegiatan politik. Jika para orangtua melibatkan anaknya dalam kegiatan politik seperti kampanye atau apapun, ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 12:06 WIB

Incar Kursi Wagub DKI, Gerindra-PKS Yakin Tetap Mesra

Sepeninggal Sandiaga Uno, kursi Wakil Gubernur DKI kini menjadi incaran. Adalah dua partai yakni PKS dan Gerindra yang kini masih ...