Selasa, 21 Mei 2019 | 21.08 WIB
KiniNEWS>Nasional>Pendidikan>15 Menit Membaca Senyap, Strategi Tingkatkan Literasi Sekolah

15 Menit Membaca Senyap, Strategi Tingkatkan Literasi Sekolah

Reporter : Redaksi | Jumat, 12 Oktober 2018 - 07:15 WIB

IMG-29055

Peserta mencoba menyusun dan mempresentasikan beberapa program diantara program budaya baca di sekolah pada pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah. (KiniNews/Ist)

Balikpapan, kini.co.id – Most Literate Nation in The World, sebuah study yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada tahun 2016 menyebut Indonesia merupakan negara dengan literasi rendah.

Ditambah, saat ini sedikit sekali orang yang hobi membaca buku, terutama anak sekolah, padahal pemerintah telah melakukan upaya gerakan membaca 15 menit setiap hari tapi belum sepenuhnya efektif.

Spesialis Pembelajaran SD Tanoto Foundation, Khudori menyebut program membaca 15 menit itu harus disertai dengan suasana yang mendukung.

Oleh karenanya sekolah perlu menerapkan salah satu strategi membaca yaitu membaca senyap.

“Artinya selama 15 menit tersebut, diusahakan semua siswa membaca dan gangguan suara diusahakan diminimalkan sedemikian rupa,” ujarnya dalam Pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah yang diadakan program PINTAR kerjasama Tanoto Foundation dengan Dinas Pendidikan dan Kemenag Balikpapan yang dilaksanakan di Hotel Swiss Bell In (10 -11 Oktober 2018).

Dengan cara ini, kata dia, siswa akan lebih konsentrasi dan lebih bisa menyelami apa yang dibaca yang pada akhirnya bisa menumbuhkan rasa senang dalam membaca, terutama terhadap buku-buku cerita.

Menurut Khudori, program membaca senyap merupakan salah satu strategi membaca telah banyak dilaksanakan di sekolah di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Australia, Inggris dan lain-lain dan terbukti meningkatkan kegemaran membaca siswa.

“Program seperti ini sudah jamak dilakukan di negara maju, beberapa sekolah di Indonesia juga sudah mulai melakukan. Ada juga strategi lain, yaitu membaca nyaring, yang lebih sering ditujukan untuk literasi kelas awal,” ujarnya.

Strategi membaca senyap hanya salah satu bagian dari pelatihan manajemen berbasis sekolah yang diorganisir oleh program PINTAR Tanoto Foundation pada 30 kepala sekolah dan pengawas sekolah mitra program. Selama dua hari pelatihan, selain langsung mempraktekkan membaca senyap selama 15 menit, mereka juga dikenalkan Strategi Pembelajaran Aktif, Manajemen Berbasis Sekolah dan Budaya Baca secara keseluruhan.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...