Sabtu, 20 Oktober 2018 | 10.17 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Rampung Diperiksa KPK, Dirut PJB Mengaku Tidak Tahu Soal Fee Proyek PLTU Riau-1

Rampung Diperiksa KPK, Dirut PJB Mengaku Tidak Tahu Soal Fee Proyek PLTU Riau-1

Reporter : Restu Fadilah | Jumat, 12 Oktober 2018 - 12:30 WIB

IMG-29076

Direktur Utama PT Pembangkit Jawa Bali (PJB), Iwan Agung Firstantara rampung diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat, (12/10/2018). (KiniNews/Restu Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Direktur Utama PT Pembangkit Jawa Bali (PJB), Iwan Agung Firstantara rampung diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat, (12/10/2018). Pemeriksaan terhadap Iwan ini berlangsung sangat singkat yaitu 30 menit lamanya. Masuk pukul 10.00 WIB keluar pukul 10.40 WIB.

Kepada wartawan, Iwan mengaku tidak mengetahui soal pembahasan fee terkait proyek pembangunan PLTU Riau-1 yang saat ini menjadi bancakan para elite politik.

“Kesepakatan yang sifatnya informal, yang macem-macem ya, ya nggak nganulah, nggak pernah,” katanya.

Irwan mengaku hanya mengikuti pertemuan-pertemuan yang sifatnya formal. Seperti penbahasan keejasama dan pembentukan konsorsium pelaksana proyek.

“Iya (ikut) kalau (pertemuan) konsorsium,” katanya.

Diketahui, Iwan hari ini diperiksa sebagai saksi untuk kasus suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 untuk tersangka Idrus Marham (IM).

Sementara itu saat disinggung apa saja yang disampaikannya kepada penyidik selama pemeriksaan. Ia enggan mengungkapkannya kepada awak media.

“Sudah saya sampaikan semua ke penyidik,” tuntasnya.

Pada kasus ini, KPK sudah menjerat tiga orang tersangka, yakni Eni Maulani Saragih, Johanes Budisutrino Kotjo, dan mantan Sekjen Golkar Idrus Marham. Idrus diduga secara bersama-sama dengan Eni menerima hadiah atau janji dari Johanes terkait kasus ini.

Idrus disebut berperan sebagai pihak yang membantu meloloskan Blackgold untuk menggarap proyek PLTU Riau-1. Mantan Sekjen Golkar itu dijanjikan uang US$ 1,5 juga oleh Johanes jika Johanes berhasil menggarap proyek senilai US$ 900 juta itu.

Proyek PLTU Riau-1 sendiri masuk dalam proyek 35 ribu Megawatt yang rencananya bakal digarap Blackgold, PT Samantaka Batubara, PT Pembangkit Jawa-Bali, PT PLN Batubara dan China Huadian Engineering Co. Ltd.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 17:17 WIB

Kader PKS kecewa kursi Wagub DKI tidak kunjung diberikan Gerindra

SEJUMLAH kader DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta Timur disebut kecewa dan kesal lantaran Partai Gerindra tak kunjung memberikan kursi ...
Peristiwa - Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:29 WIB

Ketua DPR Pastikan Insiden Peluru Nyasar Bukan Ulah Teroris

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan insiden peluru nyasar di beberapa ruang kerja anggota dewan tidak terkait dengan aksi ...
Hukum - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:51 WIB

Masa Tahanan Eks Dirut Pertamina Diperpanjang 40 Hari

Masa tahanan Eks Dirut PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan diperpanjang sampai 22 November 2018. Kejaksaan Agung melakukan perpanjangan masa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:39 WIB

DPR Sebut Pemasangan Kaca Anti Peluru Bisa Batal

Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Anton Sihombing mengatakan, wacana pemasangan kaca antipeluru di Gedung Nusantara I DPR bisa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Awas, Libatkan Anak Kampanye Politik Bisa Dipidana

Anak-anak tidak diperkenankan untuk terlibat dalam kegiatan politik. Jika para orangtua melibatkan anaknya dalam kegiatan politik seperti kampanye atau apapun, ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 12:06 WIB

Incar Kursi Wagub DKI, Gerindra-PKS Yakin Tetap Mesra

Sepeninggal Sandiaga Uno, kursi Wakil Gubernur DKI kini menjadi incaran. Adalah dua partai yakni PKS dan Gerindra yang kini masih ...