Selasa, 21 Mei 2019 | 21.14 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Rampung Diperiksa KPK, Dirut PJB Mengaku Tidak Tahu Soal Fee Proyek PLTU Riau-1

Rampung Diperiksa KPK, Dirut PJB Mengaku Tidak Tahu Soal Fee Proyek PLTU Riau-1

Reporter : Restu Fadilah | Jumat, 12 Oktober 2018 - 12:30 WIB

IMG-29076

Direktur Utama PT Pembangkit Jawa Bali (PJB), Iwan Agung Firstantara rampung diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat, (12/10/2018). (KiniNews/Restu Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Direktur Utama PT Pembangkit Jawa Bali (PJB), Iwan Agung Firstantara rampung diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat, (12/10/2018). Pemeriksaan terhadap Iwan ini berlangsung sangat singkat yaitu 30 menit lamanya. Masuk pukul 10.00 WIB keluar pukul 10.40 WIB.

Kepada wartawan, Iwan mengaku tidak mengetahui soal pembahasan fee terkait proyek pembangunan PLTU Riau-1 yang saat ini menjadi bancakan para elite politik.

“Kesepakatan yang sifatnya informal, yang macem-macem ya, ya nggak nganulah, nggak pernah,” katanya.

Irwan mengaku hanya mengikuti pertemuan-pertemuan yang sifatnya formal. Seperti penbahasan keejasama dan pembentukan konsorsium pelaksana proyek.

“Iya (ikut) kalau (pertemuan) konsorsium,” katanya.

Diketahui, Iwan hari ini diperiksa sebagai saksi untuk kasus suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 untuk tersangka Idrus Marham (IM).

Sementara itu saat disinggung apa saja yang disampaikannya kepada penyidik selama pemeriksaan. Ia enggan mengungkapkannya kepada awak media.

“Sudah saya sampaikan semua ke penyidik,” tuntasnya.

Pada kasus ini, KPK sudah menjerat tiga orang tersangka, yakni Eni Maulani Saragih, Johanes Budisutrino Kotjo, dan mantan Sekjen Golkar Idrus Marham. Idrus diduga secara bersama-sama dengan Eni menerima hadiah atau janji dari Johanes terkait kasus ini.

Idrus disebut berperan sebagai pihak yang membantu meloloskan Blackgold untuk menggarap proyek PLTU Riau-1. Mantan Sekjen Golkar itu dijanjikan uang US$ 1,5 juga oleh Johanes jika Johanes berhasil menggarap proyek senilai US$ 900 juta itu.

Proyek PLTU Riau-1 sendiri masuk dalam proyek 35 ribu Megawatt yang rencananya bakal digarap Blackgold, PT Samantaka Batubara, PT Pembangkit Jawa-Bali, PT PLN Batubara dan China Huadian Engineering Co. Ltd.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...