Rabu, 19 Desember 2018 | 17.48 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Rampung Diperiksa KPK, Dirut PJB Mengaku Tidak Tahu Soal Fee Proyek PLTU Riau-1

Rampung Diperiksa KPK, Dirut PJB Mengaku Tidak Tahu Soal Fee Proyek PLTU Riau-1

Reporter : Restu Fadilah | Jumat, 12 Oktober 2018 - 12:30 WIB

IMG-29076

Direktur Utama PT Pembangkit Jawa Bali (PJB), Iwan Agung Firstantara rampung diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat, (12/10/2018). (KiniNews/Restu Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Direktur Utama PT Pembangkit Jawa Bali (PJB), Iwan Agung Firstantara rampung diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat, (12/10/2018). Pemeriksaan terhadap Iwan ini berlangsung sangat singkat yaitu 30 menit lamanya. Masuk pukul 10.00 WIB keluar pukul 10.40 WIB.

Kepada wartawan, Iwan mengaku tidak mengetahui soal pembahasan fee terkait proyek pembangunan PLTU Riau-1 yang saat ini menjadi bancakan para elite politik.

“Kesepakatan yang sifatnya informal, yang macem-macem ya, ya nggak nganulah, nggak pernah,” katanya.

Irwan mengaku hanya mengikuti pertemuan-pertemuan yang sifatnya formal. Seperti penbahasan keejasama dan pembentukan konsorsium pelaksana proyek.

“Iya (ikut) kalau (pertemuan) konsorsium,” katanya.

Diketahui, Iwan hari ini diperiksa sebagai saksi untuk kasus suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 untuk tersangka Idrus Marham (IM).

Sementara itu saat disinggung apa saja yang disampaikannya kepada penyidik selama pemeriksaan. Ia enggan mengungkapkannya kepada awak media.

“Sudah saya sampaikan semua ke penyidik,” tuntasnya.

Pada kasus ini, KPK sudah menjerat tiga orang tersangka, yakni Eni Maulani Saragih, Johanes Budisutrino Kotjo, dan mantan Sekjen Golkar Idrus Marham. Idrus diduga secara bersama-sama dengan Eni menerima hadiah atau janji dari Johanes terkait kasus ini.

Idrus disebut berperan sebagai pihak yang membantu meloloskan Blackgold untuk menggarap proyek PLTU Riau-1. Mantan Sekjen Golkar itu dijanjikan uang US$ 1,5 juga oleh Johanes jika Johanes berhasil menggarap proyek senilai US$ 900 juta itu.

Proyek PLTU Riau-1 sendiri masuk dalam proyek 35 ribu Megawatt yang rencananya bakal digarap Blackgold, PT Samantaka Batubara, PT Pembangkit Jawa-Bali, PT PLN Batubara dan China Huadian Engineering Co. Ltd.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 19 Desember 2018 - 17:03 WIB

Jalan Gubeng Surabaya Amblas, Ini Penjelasan RS Siloam

Management Rumah Sakit Siloam nampaknya enggan disalahkan soal amblasnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya yang diduga karena proyek pengerjaan basement RS ...
Politik - Rabu, 19 Desember 2018 - 17:01 WIB

Fahri Hamzah: Banyak Orang Salah Paham Tentang Pidato Prabowo

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai, banyak orang keliru tentang pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tentang Indonesia ...
Hukum - Rabu, 19 Desember 2018 - 15:29 WIB

Ditargetkan Selesai Tahun Ini, Kasus RJ Lino Belum Juga Disentuh KPK

Akhir Desember 2017 silam, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencanangkan berbagai target. Salah satu target besar yang dicanangkan adalah penyelesaian kasus ...
Hukum - Rabu, 19 Desember 2018 - 15:25 WIB

Fahri Hamzah Minta Polisi Ungkap Fakta Soal Penahanan Habib Bahar

Ketua DPR, Fahri Hamzah meminta pihak kepolisian menjelaskan kepada publik atas penahanan Habib Bahar bin Smith atas dugaan penganiayaan terhadap ...
Hukum - Rabu, 19 Desember 2018 - 13:25 WIB

Begini korban penganiayaan Bahar Smith

KEPALA Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto mengatakan remaja korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Bahar bin ...
Peristiwa - Rabu, 19 Desember 2018 - 11:59 WIB

Penyebab amblesnya jalan Gubeng-Surabaya mulai terkuak

DUGAAN penyebab amblesnya Jalan Gubeng di Surabaya mulai terkuak. Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan amblesnya jalan disebabkan oleh ...