Rabu, 19 Desember 2018 | 17.47 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Jurnalis Naniek S Deyang diperiksa Senin depan

Jurnalis Naniek S Deyang diperiksa Senin depan

Reporter : Emerson Tarihoran | Jumat, 12 Oktober 2018 - 15:37 WIB

IMG-29093

Jurnalis senior Naniek S Deyang (tengah) bersama Prabowo Subianto dalam sebuah diskusi.

JAKARTA, kini.co.id – PENYIDIK Polda Metro Jaya mengagendakan pemeriksaan salah satu anggota tim sukses (Timses) atau Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Nanik S Deyang terkait ujaran kebohongan Ratna Sarumpaet pada Senin (15/10).

“Penyidik melayangkan surat hari (Jumat) ini untuk agenda pemeriksaan Senin pukul 13.00 WIB,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, hari ini.

Kombes Argo mengatakan penyidik akan menggali keterangan dari Nanik sebagai saksi terkait ujaran kebohongan Ratna yang sampai kepada Prabowo Subianto dan sejumlah orang lainnya.

Diungkapkan Kombes Argo, Nanik diduga memiliki peranan menyampaikan cerita yang direkayasa Ratna Sarumpaet kepada Prabowo sehingga dibutuhkan pendalaman keterangannya.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, mantan ketua umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, pihak RS Bina Estetika dokter Siddik, dan Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro.

Sebelumnya, aktivis Ratna Sarumpaet menjadi tersangka ujaran kebohongan yang dijerat dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Tranksaksi Elektronik (ITE).

Sementara itu Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi mengatakan bakal banyak tersangka dari kalangan elite yang terjerat dalam kasus hoaks Ratna Sarumpaet.

Projo menduga kasus Ratna adalah skenario rapi yang telah diatur oleh sejumlah pihak hingga akhirnya kebohongan itu terbongkar oleh Kepolisian.

“Saya dapat info, banyak yang akan jadi tersangka. Paling tidak enam tersangka dalam kasus hoaks Ratna Sarumpaet ini,” ungkap Budi di Pekanbaru, Kamis (11/10).

Budi mengatakan pihaknya mengapresiasi kinerja kepolisian yang berhasil membongkar dugaan rencana jahat dalam kasus kebohongan Ratna Sarumpaet. Dia juga mengingatkan masyarakat untuk mencermati pemimpin yang terus membuat drama. Pemimpin seperti itu akan terus membohongi rakyatnya.

“Mau jadi apa negeri ini kalau pemimpin suka membikin drama. Pemimpin seperti ini akan terus membohongi rakyatnya. Jangan bilang Indonesia bubar 2030. Jangan bilang operasi plastik digebukin,” tukasnya.

Budi juga menegaskan pihaknya yakin Riau akan memilih Jokowi pada Pilpres mendatang. Ada tiga alasan untuk memilih Jokowi. Yaitu Jokowi bekerja sepenuh hati untuk rakyat. Tidak pernah kolusi, korupsi, dan nepotisme. Jokowi tidak membangun dinasti politik dan ekonomi.

“Tidak ada satupun anak Jokowi yang membangun dinasti politik apalagi dinasti ekonomi. Tidak ada yang seperti ini pada pemimpin lain,” ungkapnya.

Sebelumnya, sebanyak 12 Bupati dan Wali Kota serta Gubernur dan Wakil Gubernur Riau terpilih telah mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024.

Deklarasi dukungan sepenuhnya dari seluruh kepala daerah di Riau adalah bukti senyata-nyatanya Riau akan memenangkan mutlak Jokowi.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 19 Desember 2018 - 17:03 WIB

Jalan Gubeng Surabaya Amblas, Ini Penjelasan RS Siloam

Management Rumah Sakit Siloam nampaknya enggan disalahkan soal amblasnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya yang diduga karena proyek pengerjaan basement RS ...
Politik - Rabu, 19 Desember 2018 - 17:01 WIB

Fahri Hamzah: Banyak Orang Salah Paham Tentang Pidato Prabowo

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai, banyak orang keliru tentang pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tentang Indonesia ...
Hukum - Rabu, 19 Desember 2018 - 15:29 WIB

Ditargetkan Selesai Tahun Ini, Kasus RJ Lino Belum Juga Disentuh KPK

Akhir Desember 2017 silam, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencanangkan berbagai target. Salah satu target besar yang dicanangkan adalah penyelesaian kasus ...
Hukum - Rabu, 19 Desember 2018 - 15:25 WIB

Fahri Hamzah Minta Polisi Ungkap Fakta Soal Penahanan Habib Bahar

Ketua DPR, Fahri Hamzah meminta pihak kepolisian menjelaskan kepada publik atas penahanan Habib Bahar bin Smith atas dugaan penganiayaan terhadap ...
Hukum - Rabu, 19 Desember 2018 - 13:25 WIB

Begini korban penganiayaan Bahar Smith

KEPALA Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto mengatakan remaja korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Bahar bin ...
Peristiwa - Rabu, 19 Desember 2018 - 11:59 WIB

Penyebab amblesnya jalan Gubeng-Surabaya mulai terkuak

DUGAAN penyebab amblesnya Jalan Gubeng di Surabaya mulai terkuak. Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan amblesnya jalan disebabkan oleh ...