Sabtu, 20 Oktober 2018 | 10.16 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Jurnalis Naniek S Deyang diperiksa Senin depan

Jurnalis Naniek S Deyang diperiksa Senin depan

Reporter : Emerson Tarihoran | Jumat, 12 Oktober 2018 - 15:37 WIB

IMG-29093

Jurnalis senior Naniek S Deyang (tengah) bersama Prabowo Subianto dalam sebuah diskusi.

JAKARTA, kini.co.id – PENYIDIK Polda Metro Jaya mengagendakan pemeriksaan salah satu anggota tim sukses (Timses) atau Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Nanik S Deyang terkait ujaran kebohongan Ratna Sarumpaet pada Senin (15/10).

“Penyidik melayangkan surat hari (Jumat) ini untuk agenda pemeriksaan Senin pukul 13.00 WIB,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, hari ini.

Kombes Argo mengatakan penyidik akan menggali keterangan dari Nanik sebagai saksi terkait ujaran kebohongan Ratna yang sampai kepada Prabowo Subianto dan sejumlah orang lainnya.

Diungkapkan Kombes Argo, Nanik diduga memiliki peranan menyampaikan cerita yang direkayasa Ratna Sarumpaet kepada Prabowo sehingga dibutuhkan pendalaman keterangannya.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, mantan ketua umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, pihak RS Bina Estetika dokter Siddik, dan Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro.

Sebelumnya, aktivis Ratna Sarumpaet menjadi tersangka ujaran kebohongan yang dijerat dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Tranksaksi Elektronik (ITE).

Sementara itu Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi mengatakan bakal banyak tersangka dari kalangan elite yang terjerat dalam kasus hoaks Ratna Sarumpaet.

Projo menduga kasus Ratna adalah skenario rapi yang telah diatur oleh sejumlah pihak hingga akhirnya kebohongan itu terbongkar oleh Kepolisian.

“Saya dapat info, banyak yang akan jadi tersangka. Paling tidak enam tersangka dalam kasus hoaks Ratna Sarumpaet ini,” ungkap Budi di Pekanbaru, Kamis (11/10).

Budi mengatakan pihaknya mengapresiasi kinerja kepolisian yang berhasil membongkar dugaan rencana jahat dalam kasus kebohongan Ratna Sarumpaet. Dia juga mengingatkan masyarakat untuk mencermati pemimpin yang terus membuat drama. Pemimpin seperti itu akan terus membohongi rakyatnya.

“Mau jadi apa negeri ini kalau pemimpin suka membikin drama. Pemimpin seperti ini akan terus membohongi rakyatnya. Jangan bilang Indonesia bubar 2030. Jangan bilang operasi plastik digebukin,” tukasnya.

Budi juga menegaskan pihaknya yakin Riau akan memilih Jokowi pada Pilpres mendatang. Ada tiga alasan untuk memilih Jokowi. Yaitu Jokowi bekerja sepenuh hati untuk rakyat. Tidak pernah kolusi, korupsi, dan nepotisme. Jokowi tidak membangun dinasti politik dan ekonomi.

“Tidak ada satupun anak Jokowi yang membangun dinasti politik apalagi dinasti ekonomi. Tidak ada yang seperti ini pada pemimpin lain,” ungkapnya.

Sebelumnya, sebanyak 12 Bupati dan Wali Kota serta Gubernur dan Wakil Gubernur Riau terpilih telah mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024.

Deklarasi dukungan sepenuhnya dari seluruh kepala daerah di Riau adalah bukti senyata-nyatanya Riau akan memenangkan mutlak Jokowi.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 17:17 WIB

Kader PKS kecewa kursi Wagub DKI tidak kunjung diberikan Gerindra

SEJUMLAH kader DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta Timur disebut kecewa dan kesal lantaran Partai Gerindra tak kunjung memberikan kursi ...
Peristiwa - Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:29 WIB

Ketua DPR Pastikan Insiden Peluru Nyasar Bukan Ulah Teroris

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan insiden peluru nyasar di beberapa ruang kerja anggota dewan tidak terkait dengan aksi ...
Hukum - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:51 WIB

Masa Tahanan Eks Dirut Pertamina Diperpanjang 40 Hari

Masa tahanan Eks Dirut PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan diperpanjang sampai 22 November 2018. Kejaksaan Agung melakukan perpanjangan masa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:39 WIB

DPR Sebut Pemasangan Kaca Anti Peluru Bisa Batal

Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Anton Sihombing mengatakan, wacana pemasangan kaca antipeluru di Gedung Nusantara I DPR bisa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Awas, Libatkan Anak Kampanye Politik Bisa Dipidana

Anak-anak tidak diperkenankan untuk terlibat dalam kegiatan politik. Jika para orangtua melibatkan anaknya dalam kegiatan politik seperti kampanye atau apapun, ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 12:06 WIB

Incar Kursi Wagub DKI, Gerindra-PKS Yakin Tetap Mesra

Sepeninggal Sandiaga Uno, kursi Wakil Gubernur DKI kini menjadi incaran. Adalah dua partai yakni PKS dan Gerindra yang kini masih ...