Kamis, 24 Januari 2019 | 06.15 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Soal Meikarta, KPK Buka Kemungkinan Tersangkakan Lippo Group

Soal Meikarta, KPK Buka Kemungkinan Tersangkakan Lippo Group

Reporter : Restu Fadilah | Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:40 WIB

IMG-29338

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang . (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan menjerat Lippo Group selaku korporasi sebagai tersangka. Hal ini lantaran KPK memiliki komitmen yang tinggi untuk menghukum perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam kasus korupsi.

“Sudah jadi komitmen KPK kalau memang pidana korporasinya bisa dikenakan tentu demi keadilan (Lippo Group ditetapkan sebagai tersangka),” tutur Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang melalui pesan singkat kepada wartawan di Jakarta, Rabu, (17/10/2018).

Meski demikian, sambung Saut, penyidik perlu menelisiknya terlebih dahulu. Pasalnya setiap kasus dugaan korupsi memiliki karakteristik yang berbeda.

“Sabar dulu dipelajari pelan-pelan, enggak akan lari gunung dikejar. Hukum itu yang utama itu keadilanya bukan dendamnya, apalagi atasi masalah malah timbul masalah baru,” ujarnya.

Diketahui, para petinggi Lippo Group memang kerap tersandung masalah hukum di KPK. Seperti Billy Sindoro yang sudah dua pernah dihukum namun tidak kapok juga.

Billy pada tahun 2009 pernah pernah diberikan hukuman berupa penjara 3 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 3 tahun oleh Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi. Majelis menilai Billy terbukti telah melakukan tindak pidana korupsi berupa menyuap Komisioner KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha), M Iqbal.

Kini, Billy terjerat kasus suap kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin. Ia diduga menyuap Neneng sebanyak Rp 7 miliar untuk pengurusan sejumlah ijin terkait proyek Meikarta.

Billy pun disangkakan dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUHP.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 21:38 WIB

Gagal jadi caleg, OSO polisikan Ketua KPU

OESMAN Sapta Odang (OSO), Ketua Umum Partai Hanura, melaporkan ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Polda Metro Jaya. ...
Nasional - Rabu, 23 Januari 2019 - 17:43 WIB

Wow…Susi Pudjiastuti tercatat sebagai Pemikir Dunia

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dimasukkan dalam daftar "Top 100 Global Thinkers" 2019 versi majalah Foreign Policy. Susi pun ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:52 WIB

Dari Kalangan Jurnalis, KPU Pastikan Moderator Debat capres Netral

Menjadi moderator debat Capres 2019 haruslah individu yang bebas dari kepentingan mendukung salahsatu calon.Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:44 WIB

Penyesalan Adik Kandung Prabowo Pernah Biayai Kampanye Jokowi

Hashim Djojohadikusumo mengaku menyesal pernah ikut membiayai kampanye Jokowi.Adik kandung capres nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto itu mengaku sempat ...
Hukum - Selasa, 22 Januari 2019 - 17:48 WIB

Presiden: Abu Bakar Ba’asyir harus nyatakan setia NKRI

RENCANA pembebasan bersyarat narapidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir terkendala surat pengakuan terhadap Pancasila dan NKRI. Namun Presiden Joko Widodo menegaskan ...
Peristiwa - Selasa, 22 Januari 2019 - 11:15 WIB

Kapolda Metro Idham Aziz diangkat menjadi Kabareskrim

KEPALA Kepolisian Daerah Metro Jaya Idham Azis, hari ini diangkat menjadi Kabareskrim Mabes Polri. Dia menggantikan Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto ...