Kamis, 24 Januari 2019 | 06.12 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Setelah 34 tahun, Tabloid BOLA berhenti terbit

Setelah 34 tahun, Tabloid BOLA berhenti terbit

Reporter : Emerson Tarihoran | Rabu, 17 Oktober 2018 - 18:28 WIB

IMG-29345

Tabloid BOLA.

JAKARTA, kini.co.id – TABLOID BOLA mengumumkan bakal menerbitkan edisi terakhirnya masing-masing pada hari Jumat (19/10) dan Selasa (23/10). Kepastian pemberhentian publikasi berdasarkan cuitan Managing Editor @BolaSportcom Firzie A. Idris di akun twitter miliknya, Rabu (17/10).

“Berhubung sudah banyak yang nanya. Dua terbitan terakhir @TabloidBOLA adalah Jumat (19/10) dan Selasa (23/10) di mana edisi terakhir merupakan publikasi pamitan kami…” tulis Firzie.

BOLA dibentuk pada 3 Maret 1984 oleh Kompas Gramedia Grup. Pada awalnya, BOLA merupakan sisipan Harian Kompas.

Tabloid BOLA fokus pada berita-berita mengenai sepak bola dalam dan luar negeri. Berita olahraga lain juga mendapat porsi walaupun tidak sebanyak sepak bola.

Salah satu kelebihan dari tabloid ini adalah pembaca disuguhkan poster-poster menarik yang layak dikoleksi.

Ciri khas lain Tabloid BOLA adalah memuat ilustrasi karikatur yang merepresentasikan isu-isu terkait persepakbolaan yang terjadi di dalam negeri maupun luar negeri.

Tabloid BOLA sangat populer pada tahun 1990-an. Beragam reaksi pun muncul dari para netizen mengenai pemberhentian publikasi Tabloid Bola.

“Mulai SMP… sekitar 1997 saya sudah membacanya…Kenalnyadari sticker yang terpampang gagah di rumah mbah… Mohon dipertimbangkan kembali…,” kicau akun dengan username @udar_ono.

Pemimpin Redaksi Tabloid BOLA Weshley Hutagalung menyatakan pihaknya dalam waktu dekat akan mengumumkan pernytaan resmi mengenai publikasi terakhir Tabloid BOLA.

“Sekarang saya masih rapat untuk mengeluarkan official statement, nanti akan dirilis secara resmi,” kata Weshley kepada CNNIndonesia.com.

Publikasi terakhir Tabloid BOLA sekaligus menambah daftar media cetak yang tumbang alias berhenti terbit. Sebelum Tabloid BOLA, sejumlah media cetak lain pun tumbang seperti harian sore Sinar Harapan, JakartaGlobe, Jurnal Nasional dan Majalah HAI.

Media-media cetak itu tumbang di tengah menjamurnya media online dewasa ini. Keberadaan media online memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terbaru jauh lebih cepat dibanding media cetak konvensional. (din/wis) CNN Indonesia Membutuhkan Partisipasi Anda. Ayo Ikuti Survei Ini!.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 21:38 WIB

Gagal jadi caleg, OSO polisikan Ketua KPU

OESMAN Sapta Odang (OSO), Ketua Umum Partai Hanura, melaporkan ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Polda Metro Jaya. ...
Nasional - Rabu, 23 Januari 2019 - 17:43 WIB

Wow…Susi Pudjiastuti tercatat sebagai Pemikir Dunia

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dimasukkan dalam daftar "Top 100 Global Thinkers" 2019 versi majalah Foreign Policy. Susi pun ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:52 WIB

Dari Kalangan Jurnalis, KPU Pastikan Moderator Debat capres Netral

Menjadi moderator debat Capres 2019 haruslah individu yang bebas dari kepentingan mendukung salahsatu calon.Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:44 WIB

Penyesalan Adik Kandung Prabowo Pernah Biayai Kampanye Jokowi

Hashim Djojohadikusumo mengaku menyesal pernah ikut membiayai kampanye Jokowi.Adik kandung capres nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto itu mengaku sempat ...
Hukum - Selasa, 22 Januari 2019 - 17:48 WIB

Presiden: Abu Bakar Ba’asyir harus nyatakan setia NKRI

RENCANA pembebasan bersyarat narapidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir terkendala surat pengakuan terhadap Pancasila dan NKRI. Namun Presiden Joko Widodo menegaskan ...
Peristiwa - Selasa, 22 Januari 2019 - 11:15 WIB

Kapolda Metro Idham Aziz diangkat menjadi Kabareskrim

KEPALA Kepolisian Daerah Metro Jaya Idham Azis, hari ini diangkat menjadi Kabareskrim Mabes Polri. Dia menggantikan Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto ...