Kamis, 24 Januari 2019 | 06.12 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Kader PKS kecewa kursi Wagub DKI tidak kunjung diberikan Gerindra

Kader PKS kecewa kursi Wagub DKI tidak kunjung diberikan Gerindra

Reporter : Emerson Tarihoran | Jumat, 19 Oktober 2018 - 17:17 WIB

IMG-29409

Capres Prabowo Subianto berkunjung ke kantor DPP Partai PKS.

JAKARTA, kini.co.id – SEJUMLAH kader DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta Timur disebut kecewa dan kesal lantaran Partai Gerindra tak kunjung memberikan kursi wakil gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Salahuddin Uno.

Hal itu diutarakan kader PKS Jakarta Timur Amin Agustin terkait kabar bahwa PKS Jakarta Timur tidak ingin mengkampanyekan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Teman-teman Gerindra enggak komitmen. Kader-kader di bawah kesal juga. Saya melihat suasana kebatinan teman-teman seperti itu,” tutur Amin saat dihubungi, Jumat (19/10).

Amin mengatakan sudah banyak yang menyebut bahwa Gerindra sepakat memberikan kursi Wagub DKI Jakarta pengganti Sandiaga kepada PKS. Dia mempertanyakan mengapa hal itu tak segera direalisasikan hingga hari ini.

Padahal, kata Amin, PKS telah legowo ketika cawapres bukan berasal dari kader partainya. Atas dasar itulah sejumlah kader PKS Jakarta Timur merasa kecewa terhadap Gerindra.

“Gerindra ini sekutu yang, PKS sudah mengalah melulu, tapi dalam masalah ini masih belum komit. Padahal cawapres bukan dari PKS, kita udah legowo. Enggak ada masalah,” ujar Amin.

Sebelumnya, beredar konten di twitter yang berisi tentang PKS bakal fokus meraih 12 persen suara pileg, sementara kampanye presiden diserahkan kepada Gerindra. Konten tersebut tercantum logo serta nomor urut PKS dan tertanda Amin Agustin, Biro PKF DPD PKS Jakarta Timur.

Amin mengamini bahwa dirinya pernah menulis kalimat demikian melalui akun twitternya. Namun, dia menampik mengolah kalimat tersebut menjadi meme seperti yang telah beredar.

“Saya sendiri masih mencari siapa yang bikin meme itu,” ucap Amin.

Amin lalu menjelaskan bahwa kalimat tersebut sebatas ekspresi kekecewaan pribadi terhadap Gerindra. Dia menegaskan hal itu bukan arahan struktural dari DPD PKS DKI Jakarta maupun DPP PKS. Amin juga tidak menyebut dirinya mengancam Gerindra ataupun Prabowo dan Sandiaga.

“Konteksnya bukan sebagai keputusan struktur, tapi ekspresi kebatinan selaku kader yang melihat kondisi hari ini yang seperti itu,” kata Amin.

Amin kemudian menyampaikan bahwa hingga saat ini PKS masih mendukung Prabowo-Sandi sebagai capres-cawapres. Dia mengklaim seluruh kader PKS masih mensosialisasikan Prabowo-Sandi kepada masyarakat meski memang ada suasana batin yang kurang mengenakkan.

Apabila kursi Wagub DKI Jakarta tidak kunjung diberikan hingga beberapa bulan mendatang, kata Amin, kader PKS tetap terus mensosialisasikan Prabowo-Sandi. Misalnya dengan turut memasang alat peraga kampanye berupa spanduk, baliho, umbul-umbul dan lain-lain.

Meraih simpati massa dengan kegiatan juga terus dilakukan. Hal itu dikarenakan belum ada komando dari DPP untuk berhenti mensosialisasikan Prabowo-Sandi kepada masyarakat.

“Setahu saya kalau kader PKS bergerak sesuai arahan. kalau tidak ada arahan, kita terus berjalan. Selama belum ada perintah off, tidak akan off,” ucap Amin.

Bantah Perbedaan

Direktur Pencapresan PKS Suhud Aliyudin membantah perbedaan suara antara DPD PKS Jakarta Timur dengan DPP PKS soal dukungan ke pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Hal itu menanggapi beredarnya konten digital berisi tentang PKS fokus meraih 12 persen suara Pileg, sementara kampanye pemenangan Prabowo-Sandiaga diserahkan kepada Gerindra. Konten tersebut tercantum logo PKS dan tertanda Biro PKF DPD PKS Jakarta Timur Amin Agustin.

Menurutnya, konten tersebut diduga dibuat oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Tidak ada perbedaan sikap antara DPP dengan struktur di DKI Jakarta. Ada info itu dibuat oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab,” ujar Suhud saat dikonfirmasi, Jumat (19/10).

Meski menduga demikian, Suhud menyebut DPP PKS segera mengkonfirmasi hal tersebut kepada DPD PKS Jaktim. Sebab, ia menyebut DPP PKS tidak pernah mengeluarkan kebijakan untuk tidak mengkampanyekan Prabowo-Sandiaga.

Lebih lanjut, Suhud mengklaim koalisi partai pendukungan Prabowo-Sandiaga yang terdiri dari Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat tetap solid. Sehingga, ia mengklaim PKS tetap berkomitmen mendukung Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019.

“Koalisi tetap solid. PKS tetap berpegang pada komitmen mendukung pasangan Prabowo-Sandi,” ujarnya.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 21:38 WIB

Gagal jadi caleg, OSO polisikan Ketua KPU

OESMAN Sapta Odang (OSO), Ketua Umum Partai Hanura, melaporkan ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Polda Metro Jaya. ...
Nasional - Rabu, 23 Januari 2019 - 17:43 WIB

Wow…Susi Pudjiastuti tercatat sebagai Pemikir Dunia

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dimasukkan dalam daftar "Top 100 Global Thinkers" 2019 versi majalah Foreign Policy. Susi pun ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:52 WIB

Dari Kalangan Jurnalis, KPU Pastikan Moderator Debat capres Netral

Menjadi moderator debat Capres 2019 haruslah individu yang bebas dari kepentingan mendukung salahsatu calon.Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:44 WIB

Penyesalan Adik Kandung Prabowo Pernah Biayai Kampanye Jokowi

Hashim Djojohadikusumo mengaku menyesal pernah ikut membiayai kampanye Jokowi.Adik kandung capres nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto itu mengaku sempat ...
Hukum - Selasa, 22 Januari 2019 - 17:48 WIB

Presiden: Abu Bakar Ba’asyir harus nyatakan setia NKRI

RENCANA pembebasan bersyarat narapidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir terkendala surat pengakuan terhadap Pancasila dan NKRI. Namun Presiden Joko Widodo menegaskan ...
Peristiwa - Selasa, 22 Januari 2019 - 11:15 WIB

Kapolda Metro Idham Aziz diangkat menjadi Kabareskrim

KEPALA Kepolisian Daerah Metro Jaya Idham Azis, hari ini diangkat menjadi Kabareskrim Mabes Polri. Dia menggantikan Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto ...