Senin, 25 Maret 2019 | 05.26 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Ada ratusan keluarga korban Lion Air menginap di hotel Ibis

Ada ratusan keluarga korban Lion Air menginap di hotel Ibis

Reporter : Emerson Tarihoran | Minggu, 4 November 2018 - 17:44 WIB

IMG-29743

Presiden Jokowi (kanan) berdialog dengan salah satu keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di posko utama evakuasi, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat, 2 November 2018. Jokowi meninjau secara langsung perkembangan terkini penanganan dan pencarian korban pesawat Lion Air.

JAKARTA, kini.co.id – HINGGA Minggu, (4/11/2018), Manajemen Lion Air masih membuka crisis center atau pusat krisis bagi keluarga korban di lokasi, yaitu Hotel Ibis Cawang dan Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur. Tujuh hari sejak jatuhnya pesawat Lion Air JT610, ratusan keluarga korban masih menginap di Hotel Ibis, lokasi penginapan yang disediakan secara gratis oleh pihak Lion Air.

“Masih ada sekitar 110 orang keluarga di sini,” kata Corporate Communication Lion Air, Ramaditya Handoko yang saat ditemui wartawan di pusat krisis yang berada di lobi Hotel Ibis, Minggu, 4 November 2018.

Sebelumnya pada Senin, 29 Oktober 2018, pesawat Lion Air dengan rute Jakarta ke Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung ini jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat Pesawat membawa 189 orang termasuk penumpang dan awak kabin. Pencarian korban masih terus dilakukan. Di saat yang bersamaa, petugas terus mencari black box pesawat yang berisi data CVR (Cockpit Voice Recorder).

Di hotel ini, terdapat satu loket dari Lion Air yang berada persis di depan meja resepsionis hotel. Di dekat loket petugas ini, terpampang beberapa pengumuman, mulai dari daftar jenazah yang sudah berhasil diidentifikasi, informasi soal pembayaran santunan, hingga jadwal shuttle bus yang akan membawa para keluarga dari Hotel Ibis ke RS Polri, lokasi tempat dilakukannya otopsi korban.

Dari pengumuman tersebut, baru ada tujuh dari 189 korban pesawat yang berhasil diidentifikasi. Ketujuhnya yaitu Dewi Jannatun, Candra Kirana, Monni, Saroinsong Hiskia, Endang Sri Bagus, Susilo Wahyu, Fauzan Azima. Dalam pengumuman tersebut, dicantumkan pula nomor kursi dari ketujuh korban ini.

Selain itu, dicantumkan pula pengumuman soal shuttle bus. Pihak Lion Air menyediakan layanan bus ke RS Polri dalam lima jadwal yaitu pukul 9.30 WIB, 11.30 WIB, 13.00 WIB, 16.00 WIB, dan 19.00 WIB. Lalu bus kembali ke Hotel Ibis dalam empat jadwal yaitu pukul 11.30 WIB, 15.00 WIB, 19.00 WIB, dan 21.00 WIB.

Tak jauh dari sana, terdapat ruang tunggu bagi para keluarga korban. Lalu satu lantai di atasnya, yaitu lantai 3, ada lagi ruangan khusus yang hanya diperuntukkan bagi keluarga korban. Sejumlah petugas Lion Air lain pun berjaga di lantai tersebut karena tertutup untuk media.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...