Kamis, 24 Januari 2019 | 06.19 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Billy Sindoro Akui Pernah 2 Kali Bertemu Bupati Bekasi

Billy Sindoro Akui Pernah 2 Kali Bertemu Bupati Bekasi

Reporter : Restu Fadilah | Selasa, 6 November 2018 - 09:43 WIB

IMG-29775

Billy Sindoro.

Jakarta, kini.co.id – Tersangka kasus suap Meikarta, Billy Sindoro membenarkan bahwa ia pernah bertemu dengan Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin.

“Saya mengatakan iya saya mengenal (Neneng Hasanah Yasin_Bupati Bekasi). Saya baru bertemu dua kali,” tuturnya usai menjalani pemeriksaan penyidik pada Senin, (5/11/2018) malam.

Pertemuan pertama, saat itu ia bertamu ke rumah Neneng yang terletak di Cikarang Timur, Bekasi, Jawa Barat. Billy saat itu memang datang bersama CEO Lippo Group James Riady. ada yang sedang melahirkan.

Ia mengklaim pertemuannya dengan Neneng murni silaturahmi untuk mengucapkan selamat kepada Neneng yang kebetulan baru melahirkan bukan terkait dengan proyek pembangunan Meikarta.

“Saat itu bicara yang umum, tidak ada bicara bisnis, tidak ada bicara apa-apa yang lain. Apalagi bicara uang, kecuali bicara tentang yang saya sebut tadi,” tegasnya.

Sedangkan, pertemuan kedua, lanjut Billy, terjadi di Hotel Asia. Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan rencana membangun RS Siloam sebagai CSR di dalam kawasan Meikarta, di Cikarang Kabupaten Bekasi.

“Ada rs kecil dulu untuk CSR di wilayah itu, karena RS kecil, ukuran kelas c dan kelas d itu melalui ijin Bupati jadi saya tanya,” katanya.

Untuk diketahui, Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo. Proyek tersebut saat ini sedang tersandung kasus hukum. Pasalnya pads Minggu (14/10/2018) lalu, tim satgas KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Direktur Operasional Grup Lippo, konsultan Grup Lippo Taryadi dan Fitra Djaja Purnama, dan pegawai kelompok perusahaan tersebut Henry Jasmen.

Selain mereka, KPK juga menangkap Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Bekasi Sahat MBJ Nahor, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bekasi Dewi Trisnawati dam Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bekasi.

Mereka ditangkap tangan karena dugaan kasus suap senilai Rp 13 miliar dalam proses pengurusan sejumlah izin yang diperlukan dalam pembangunan fase pertama proyek Meikarta seluas 84,6 hektare.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 21:38 WIB

Gagal jadi caleg, OSO polisikan Ketua KPU

OESMAN Sapta Odang (OSO), Ketua Umum Partai Hanura, melaporkan ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Polda Metro Jaya. ...
Nasional - Rabu, 23 Januari 2019 - 17:43 WIB

Wow…Susi Pudjiastuti tercatat sebagai Pemikir Dunia

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dimasukkan dalam daftar "Top 100 Global Thinkers" 2019 versi majalah Foreign Policy. Susi pun ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:52 WIB

Dari Kalangan Jurnalis, KPU Pastikan Moderator Debat capres Netral

Menjadi moderator debat Capres 2019 haruslah individu yang bebas dari kepentingan mendukung salahsatu calon.Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:44 WIB

Penyesalan Adik Kandung Prabowo Pernah Biayai Kampanye Jokowi

Hashim Djojohadikusumo mengaku menyesal pernah ikut membiayai kampanye Jokowi.Adik kandung capres nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto itu mengaku sempat ...
Hukum - Selasa, 22 Januari 2019 - 17:48 WIB

Presiden: Abu Bakar Ba’asyir harus nyatakan setia NKRI

RENCANA pembebasan bersyarat narapidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir terkendala surat pengakuan terhadap Pancasila dan NKRI. Namun Presiden Joko Widodo menegaskan ...
Peristiwa - Selasa, 22 Januari 2019 - 11:15 WIB

Kapolda Metro Idham Aziz diangkat menjadi Kabareskrim

KEPALA Kepolisian Daerah Metro Jaya Idham Azis, hari ini diangkat menjadi Kabareskrim Mabes Polri. Dia menggantikan Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto ...