Sabtu, 17 November 2018 | 10.29 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Billy Sindoro Akui Pernah 2 Kali Bertemu Bupati Bekasi

Billy Sindoro Akui Pernah 2 Kali Bertemu Bupati Bekasi

Reporter : Restu Fadilah | Selasa, 6 November 2018 - 09:43 WIB

IMG-29775

Billy Sindoro.

Jakarta, kini.co.id – Tersangka kasus suap Meikarta, Billy Sindoro membenarkan bahwa ia pernah bertemu dengan Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin.

“Saya mengatakan iya saya mengenal (Neneng Hasanah Yasin_Bupati Bekasi). Saya baru bertemu dua kali,” tuturnya usai menjalani pemeriksaan penyidik pada Senin, (5/11/2018) malam.

Pertemuan pertama, saat itu ia bertamu ke rumah Neneng yang terletak di Cikarang Timur, Bekasi, Jawa Barat. Billy saat itu memang datang bersama CEO Lippo Group James Riady. ada yang sedang melahirkan.

Ia mengklaim pertemuannya dengan Neneng murni silaturahmi untuk mengucapkan selamat kepada Neneng yang kebetulan baru melahirkan bukan terkait dengan proyek pembangunan Meikarta.

“Saat itu bicara yang umum, tidak ada bicara bisnis, tidak ada bicara apa-apa yang lain. Apalagi bicara uang, kecuali bicara tentang yang saya sebut tadi,” tegasnya.

Sedangkan, pertemuan kedua, lanjut Billy, terjadi di Hotel Asia. Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan rencana membangun RS Siloam sebagai CSR di dalam kawasan Meikarta, di Cikarang Kabupaten Bekasi.

“Ada rs kecil dulu untuk CSR di wilayah itu, karena RS kecil, ukuran kelas c dan kelas d itu melalui ijin Bupati jadi saya tanya,” katanya.

Untuk diketahui, Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo. Proyek tersebut saat ini sedang tersandung kasus hukum. Pasalnya pads Minggu (14/10/2018) lalu, tim satgas KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Direktur Operasional Grup Lippo, konsultan Grup Lippo Taryadi dan Fitra Djaja Purnama, dan pegawai kelompok perusahaan tersebut Henry Jasmen.

Selain mereka, KPK juga menangkap Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Bekasi Sahat MBJ Nahor, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bekasi Dewi Trisnawati dam Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bekasi.

Mereka ditangkap tangan karena dugaan kasus suap senilai Rp 13 miliar dalam proses pengurusan sejumlah izin yang diperlukan dalam pembangunan fase pertama proyek Meikarta seluas 84,6 hektare.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Jumat, 16 November 2018 - 16:39 WIB

Kasus selfie petugas imigrasi dengan Miyabi masih berlanjut

SELFIE antara petugas Imigrasi Kelas I Denpasar dan aktris panas asal Jepang Sayaka Stephanie Strom alias Maria Ozawa alias Miyabi ...
Politik - Jumat, 16 November 2018 - 11:46 WIB

SBY utamakan kemenangan Demokrat ketimbang Prabowo-Sandi

KETUA Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengakui bahwa partainya lebih mengutamakan kemenangan di pemilu legislatif ketimbang kemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga ...
Nasional - Jumat, 16 November 2018 - 11:35 WIB

Warga di Papua takut merebut kembali tanahnya

PERWAKILAN warga Suku Mpur Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, Samuel Ariks mengatakan masyarakat takut merebut kembali tanahnya yang diklaim PT Bintuni ...
Hukum - Jumat, 16 November 2018 - 11:12 WIB

Dendam, disebut penyebab pembunuhan sekeluarga

DALAM penyelidikan, polisi menyimpulkan pembunuhan satu keluarga di Bekasi dilatari motif balas dendam. Kesimpulan itu setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku ...
Peristiwa - Jumat, 16 November 2018 - 09:53 WIB

Innalillahi wa Innailaihi Rojiun, Cucu Wiranto Meninggal di Kolam Ikan

Kabar duka datang dari Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam), Wiranto. Pasalnya Cucu Wiranto yang bernama Achmad Daniyal ...
Peristiwa - Jumat, 16 November 2018 - 08:00 WIB

Penjelasan Lion Air Terkait Insiden Matinya Lampu dan AC Penerbangan Yogyakarta

Maskapai penerbangan Lion Air, membenarkan peristiwa mendadak matinya AC dan lampu pada pesawat penerbangan JT-556 dengan tujuan Yogyakarta.Corporate Communications Strategic ...