Sabtu, 17 November 2018 | 10.28 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Soal TKI Tuti, Saudi Disebut Abaikan Konvensi Wina

Soal TKI Tuti, Saudi Disebut Abaikan Konvensi Wina

Reporter : Bayu Putra | Selasa, 6 November 2018 - 12:52 WIB

IMG-29780

Diskusi Empat Pilar MPR’ dengan tema 'Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia', (6/11/2018) di ruang press room DPR RI, Senayan, Jakarta. (KiniNews/Bayu)

Jakarta, kini.co.id – Anggota MPR RI menyangkan sikap Arab Saudi yang tidak mematuhi Konvensi Wina. Hal ini diutarakan Anggota MPR RI dari Fraksi PAN Yandri Susanto saat menjadi pembicara Diskusi Empat Pilar MPR’ dengan tema ‘Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia’, (6/11/2018) di ruang press room DPR RI, Senayan, Jakarta.

“Kita perlu menciptakan lapangan kerja agar pencari kerja tidak perlu mencari rejeki di luar negeri,” ujar Yandri Susanto.

“Mengapa kita memasukan tenaga kerja asing kalau masyarakat sendiri masih membutuhkan lapangan kerja,” tandasnya.

Yandri menuturkan, hukuman mati yang menimpa Tuti Tursilawati di Arab Saudi mengagetkan semua apalagi pemerintah tidak diberi notifikasi atau pemberitahuan. “Padahal kasusnya sudah lama,” ujarnya.

Dirinya prihatin atas musibah yang menimpa TKI asal Majalengka, Jawa Barat, itu. Menurut kronologi sebenarnya Tuti membela diri atas kejahatan yang dilakukan oleh majikannya. “Dia membela diri karena diperkosa,” ungkapnya.

Eksekusi mati yang terjadi pada Tuti maupun TKI lainnya, kata dia, sebagai wujud lemahnya perlindungan pemerintah Indonesia kepada TKI. Kasus hukuman mati yang mengancam TKI menurutnya tak hanya terjadi di Arab Saudi namun juga di negara Arab lainnya, Malaysia, bahkan China, dengan berbagai kasus.

Agar perlindungan TKI bisa maksimal, Yandri menginginkan agar bangsa Indonesia meningkatkan daya tawarnya.

“Kita berharap siapapun pemimpinnya bisa melindungi TKI,” tegasnya.

Sementara itu, Ichsan Firdaus, anggota MPR dari Fraksi Partai Golkar yang juga menjadi pembicara dalam acara itu mengungkapkan sebenarnya MOU dengan Arab Saudi soal TKI sudah dijalin namun diakui negara kaya minyak itu tidak menjalankan hukum internasional, yakni ‘Konvensi Wina’.

“Problem Arab Saudi di sini,” ucapnya.

Untuk itu perlunya koordinasi dengan semua pihak agar Arab Saudi mematuhi Konvensi Wina. Ichsan menyebut sebenarnya dalam masalah ancaman hukuman mati, di antara TKI ada yang dibebaskan sehingga lepas dari hukuman itu.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Jumat, 16 November 2018 - 16:39 WIB

Kasus selfie petugas imigrasi dengan Miyabi masih berlanjut

SELFIE antara petugas Imigrasi Kelas I Denpasar dan aktris panas asal Jepang Sayaka Stephanie Strom alias Maria Ozawa alias Miyabi ...
Politik - Jumat, 16 November 2018 - 11:46 WIB

SBY utamakan kemenangan Demokrat ketimbang Prabowo-Sandi

KETUA Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengakui bahwa partainya lebih mengutamakan kemenangan di pemilu legislatif ketimbang kemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga ...
Nasional - Jumat, 16 November 2018 - 11:35 WIB

Warga di Papua takut merebut kembali tanahnya

PERWAKILAN warga Suku Mpur Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, Samuel Ariks mengatakan masyarakat takut merebut kembali tanahnya yang diklaim PT Bintuni ...
Hukum - Jumat, 16 November 2018 - 11:12 WIB

Dendam, disebut penyebab pembunuhan sekeluarga

DALAM penyelidikan, polisi menyimpulkan pembunuhan satu keluarga di Bekasi dilatari motif balas dendam. Kesimpulan itu setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku ...
Peristiwa - Jumat, 16 November 2018 - 09:53 WIB

Innalillahi wa Innailaihi Rojiun, Cucu Wiranto Meninggal di Kolam Ikan

Kabar duka datang dari Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam), Wiranto. Pasalnya Cucu Wiranto yang bernama Achmad Daniyal ...
Peristiwa - Jumat, 16 November 2018 - 08:00 WIB

Penjelasan Lion Air Terkait Insiden Matinya Lampu dan AC Penerbangan Yogyakarta

Maskapai penerbangan Lion Air, membenarkan peristiwa mendadak matinya AC dan lampu pada pesawat penerbangan JT-556 dengan tujuan Yogyakarta.Corporate Communications Strategic ...