Sabtu, 17 November 2018 | 10.29 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Update Kasus E-KTP, Irvanto dan Made Oka Dituntut 12 Tahun Penjara

Update Kasus E-KTP, Irvanto dan Made Oka Dituntut 12 Tahun Penjara

Reporter : Restu Fadilah | Selasa, 6 November 2018 - 12:59 WIB

IMG-29785

dua terdakwa di kasus dugaan korupsi e-KTP, Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Selasa, (6/11/2018). (KiniNews/Restu Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Sidang dua terdakwa di kasus dugaan korupsi e-KTP, Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Selasa, (6/11/2018)

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan barang bukti, JPU (Jaksa Penuntut Umum) akhirnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara 12 tahun penjara.

“Kami menuntut supaya majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” tutur Jaksa KPK.

Selain itu, keduanya juga diharuskan membayar denda sebanyak Rp 1 miliar. Dengan ketentuan jika tidak mampu membayar harus menjalani hukuman 6 bulan kurungan.

Keduanya diyakini Jaksa turut serta melakukan korupsi proyek e-KTP yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,3 triliun.

Keduanya berperan menjadi perantara dalam pembagian fee proyek pengadaan barang atau jasa e-KTP ‎untuk sejumlah pihak.

Perbuatan keduanya diyakini melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam menjatuhkan tuntutan, ada hal-hal memberatkan dan meringankan yang dipertimbangkan oleh Jaksa.

Hal yang memberatkan karena perbuatan Irvanto dan Made Oka tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi.

Perbuatan keduanya berdampak secara masif terhadap data kependudukan, menimbukkan kerugian negara yang cukup besar dan memberikan keterangan yang berbelit-belit saat di penyidikan dan di persidangan.

“Sedangkan hal yang meringankan, keduanya belum pernah dihukum, menyesali perbuatannya dan bersikap sopan selama di persidangan,” tuntas Jaksa.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Jumat, 16 November 2018 - 16:39 WIB

Kasus selfie petugas imigrasi dengan Miyabi masih berlanjut

SELFIE antara petugas Imigrasi Kelas I Denpasar dan aktris panas asal Jepang Sayaka Stephanie Strom alias Maria Ozawa alias Miyabi ...
Politik - Jumat, 16 November 2018 - 11:46 WIB

SBY utamakan kemenangan Demokrat ketimbang Prabowo-Sandi

KETUA Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengakui bahwa partainya lebih mengutamakan kemenangan di pemilu legislatif ketimbang kemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga ...
Nasional - Jumat, 16 November 2018 - 11:35 WIB

Warga di Papua takut merebut kembali tanahnya

PERWAKILAN warga Suku Mpur Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, Samuel Ariks mengatakan masyarakat takut merebut kembali tanahnya yang diklaim PT Bintuni ...
Hukum - Jumat, 16 November 2018 - 11:12 WIB

Dendam, disebut penyebab pembunuhan sekeluarga

DALAM penyelidikan, polisi menyimpulkan pembunuhan satu keluarga di Bekasi dilatari motif balas dendam. Kesimpulan itu setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku ...
Peristiwa - Jumat, 16 November 2018 - 09:53 WIB

Innalillahi wa Innailaihi Rojiun, Cucu Wiranto Meninggal di Kolam Ikan

Kabar duka datang dari Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam), Wiranto. Pasalnya Cucu Wiranto yang bernama Achmad Daniyal ...
Peristiwa - Jumat, 16 November 2018 - 08:00 WIB

Penjelasan Lion Air Terkait Insiden Matinya Lampu dan AC Penerbangan Yogyakarta

Maskapai penerbangan Lion Air, membenarkan peristiwa mendadak matinya AC dan lampu pada pesawat penerbangan JT-556 dengan tujuan Yogyakarta.Corporate Communications Strategic ...