Kamis, 24 Januari 2019 | 19.04 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Update Kasus E-KTP, Irvanto dan Made Oka Dituntut 12 Tahun Penjara

Update Kasus E-KTP, Irvanto dan Made Oka Dituntut 12 Tahun Penjara

Reporter : Restu Fadilah | Selasa, 6 November 2018 - 12:59 WIB

IMG-29785

dua terdakwa di kasus dugaan korupsi e-KTP, Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Selasa, (6/11/2018). (KiniNews/Restu Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Sidang dua terdakwa di kasus dugaan korupsi e-KTP, Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Selasa, (6/11/2018)

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan barang bukti, JPU (Jaksa Penuntut Umum) akhirnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara 12 tahun penjara.

“Kami menuntut supaya majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” tutur Jaksa KPK.

Selain itu, keduanya juga diharuskan membayar denda sebanyak Rp 1 miliar. Dengan ketentuan jika tidak mampu membayar harus menjalani hukuman 6 bulan kurungan.

Keduanya diyakini Jaksa turut serta melakukan korupsi proyek e-KTP yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,3 triliun.

Keduanya berperan menjadi perantara dalam pembagian fee proyek pengadaan barang atau jasa e-KTP ‎untuk sejumlah pihak.

Perbuatan keduanya diyakini melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam menjatuhkan tuntutan, ada hal-hal memberatkan dan meringankan yang dipertimbangkan oleh Jaksa.

Hal yang memberatkan karena perbuatan Irvanto dan Made Oka tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi.

Perbuatan keduanya berdampak secara masif terhadap data kependudukan, menimbukkan kerugian negara yang cukup besar dan memberikan keterangan yang berbelit-belit saat di penyidikan dan di persidangan.

“Sedangkan hal yang meringankan, keduanya belum pernah dihukum, menyesali perbuatannya dan bersikap sopan selama di persidangan,” tuntas Jaksa.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Kamis, 24 Januari 2019 - 12:15 WIB

Ahok bebas dari penjara

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok kini resmi bebas. Tadi pagi, Kamis (24/1/2019) dia keluar dari Mako Brimob, disertai upacara ...
Hukum - Kamis, 24 Januari 2019 - 11:42 WIB

Kalapas Cipinang Sebut Ahok Sudah Resmi Bebas Tadi Pagi

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok resmi bebas setelah menjalani masa hukuman 1 tahun 8 bulan 15 ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 21:38 WIB

Gagal jadi caleg, OSO polisikan Ketua KPU

OESMAN Sapta Odang (OSO), Ketua Umum Partai Hanura, melaporkan ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Polda Metro Jaya. ...
Nasional - Rabu, 23 Januari 2019 - 17:43 WIB

Wow…Susi Pudjiastuti tercatat sebagai Pemikir Dunia

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dimasukkan dalam daftar "Top 100 Global Thinkers" 2019 versi majalah Foreign Policy. Susi pun ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:52 WIB

Dari Kalangan Jurnalis, KPU Pastikan Moderator Debat capres Netral

Menjadi moderator debat Capres 2019 haruslah individu yang bebas dari kepentingan mendukung salahsatu calon.Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:44 WIB

Penyesalan Adik Kandung Prabowo Pernah Biayai Kampanye Jokowi

Hashim Djojohadikusumo mengaku menyesal pernah ikut membiayai kampanye Jokowi.Adik kandung capres nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto itu mengaku sempat ...