Kamis, 24 Januari 2019 | 19.02 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Petugas Bandara Terlibat dalam Pelarian Eddy Sindoro dari KPK

Petugas Bandara Terlibat dalam Pelarian Eddy Sindoro dari KPK

Reporter : Restu Fadilah | Rabu, 7 November 2018 - 14:41 WIB

IMG-29818

Pengacara Lucas Didakwa Bantu Kaburnya Eddy Sindoro dari KPK. (KiniNews/Restu Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Petugas Bandara turut terlibat dalam pelarian Eddy Sindoro dari penyidikan perkara hukum di KPK. Petugas bandara itu bernama Dwi Hendro Wibowo.

Keterlibatan pria yang akrab disapa Bowo ini terungkap dalam dakwaan KPK atas nama Lucas yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu, (7/11/2018).

Awalnya Eddy akan dideportasi dari Malaysia ke Indonesia karena ketahuan menggunakan paspor palsu Republik Dominika dengan Nomor RD493646. Deportasi terhadap mantan Presiden Direktur Lippo Group ini setelah proses hukum Eddy di Kejaksaan Malaysia selesai.

Mengetahui Eddy akan dipulangkan oleh otoritas Malayia ke Indonesia, Lucas pun merencanakan agar ketika Eddy dipulangkan ke Indonesia, ia dapat diterbangkan kembali ke Bangkok tanpa diketahui oleh pihak imigrasi. Sehingga terhindar dari tindakan hukum penyidik KPK.

“Untuk merealisasikan rencana itu, terdakwa (Lucas) meminta bantuan Dina untuk berkoordinasi dengan petugas Bandara agar ketika Eddy, Jimmy dan Michael mendarat di Bandara Soekarno Hatta langsung dapat melanjutkan penerbangan keluar negeri tanpa melalui proses pemeriksaan Imigrasi,” kata Jaksa Abdul Basir.

Untuk itu Lucas meminta Dina mampersiapkan tiket pesawat rute Jakarta- Bangkok atas nama Eddy Sindoro, Jimmy dan Michael Sindoro dengan Jadwal menyesuaikan kedatangan mereka.

Menindaklanjuti permintaan Lucas, pada tanggal 18 Agustus 2018 di Restoran & Café Lot 9 Tangerang, Dina meminta Hendro Wibowo alias Bowo melakukan penjemputan penumpang pesawat dari Malaysia atas nama Eddy, Jimmy dan Micahel dan langsung melanjutkan penerbangan keluar negeri tanpa melalui proses pemeriksaan Imigrasi. Bowo pun menyetujui permintaan itu.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Kamis, 24 Januari 2019 - 12:15 WIB

Ahok bebas dari penjara

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok kini resmi bebas. Tadi pagi, Kamis (24/1/2019) dia keluar dari Mako Brimob, disertai upacara ...
Hukum - Kamis, 24 Januari 2019 - 11:42 WIB

Kalapas Cipinang Sebut Ahok Sudah Resmi Bebas Tadi Pagi

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok resmi bebas setelah menjalani masa hukuman 1 tahun 8 bulan 15 ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 21:38 WIB

Gagal jadi caleg, OSO polisikan Ketua KPU

OESMAN Sapta Odang (OSO), Ketua Umum Partai Hanura, melaporkan ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Polda Metro Jaya. ...
Nasional - Rabu, 23 Januari 2019 - 17:43 WIB

Wow…Susi Pudjiastuti tercatat sebagai Pemikir Dunia

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dimasukkan dalam daftar "Top 100 Global Thinkers" 2019 versi majalah Foreign Policy. Susi pun ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:52 WIB

Dari Kalangan Jurnalis, KPU Pastikan Moderator Debat capres Netral

Menjadi moderator debat Capres 2019 haruslah individu yang bebas dari kepentingan mendukung salahsatu calon.Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:44 WIB

Penyesalan Adik Kandung Prabowo Pernah Biayai Kampanye Jokowi

Hashim Djojohadikusumo mengaku menyesal pernah ikut membiayai kampanye Jokowi.Adik kandung capres nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto itu mengaku sempat ...