Jumat, 19 Juli 2019 | 05.28 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Kuasa Hukum Lucas Sebut Dakwaan Jaksa KPK Hasil Rekaan dan Tidak Benar

Kuasa Hukum Lucas Sebut Dakwaan Jaksa KPK Hasil Rekaan dan Tidak Benar

Rabu, 7 November 2018 - 16:12 WIB

IMG-29830

kini.co.id – Kuasa Hukum Lucas, Wa Ode Nur Zainab mengatakan bahwa surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) merupakan hasil rekaan dan sama sekali tidak benar. Pasalnya Lucas tidak mengenal Dina Soraya, Dwi Hendro Wibowo dan pihak-pihak yang membantu pelarian Eddy Sindoro ketika transit di Bandara Soekarno Hatra dan kembali ke luar negeri pada 29 Agustus 2018 lalu.

“Klien kami pak Lucas juga bukan pengacara dari Eddy Sindoro maupun perusahaan-perusahaan milik atau terkait dengan Eddy,” tegasnya ditemui usai sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu, (7/11/2018).

Menurutnya, pelarian Eddy ke luar negeri termasuk ketika Eddy transit di Bandara Soetta tanggal 29 Agustus 2018 lalu dan kemudian menghilang kembali ke luar negeri adalah atas peran seorang bernama Jimmy dan sama sekali bukan atas peran Lucas. Hal ini terlihat jelas dalam keterangan saki-saksi pada BAP (Berita Acara Penyidikan) termasuk Eddy Sindoro itu sendiri.

“Yang mana Eddy Sindoro membantah adanya keterlibatan atau peran klien kami pak Lucas dalam pelariannya di luar negeri,” sambungnya.

Lebih lanjut Zainab mengatakan berdasarkan keterangan saksi-saksi dalam BAP, ternyata terbukti bahaa Eddy Sindoro tidak sedang dalam pencegahan ketika transit di Bandara Soetta dan kemudian menghilang ke luar negeri pada tanggal 29 Agustus 2018. Selain itu, Eddy juga tidak dikualifimasikan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang) dan tidak ada penerbitan red notice atas diri Eddy.

Artinya KPK tidak sedang memperlakukan Eddy sebagai tersangka tipikor yang katanya buron/dicari-cari selama ini. Sehingga Eddy bisa dengan leluasa masuk ke Bandara Soetta dan kemudian pergi ke luar negeri tanpa dicegah oleh imigrasi.

“Jadi dalam hal ini, Eddy bisa lolos di Bandara Soetta pada tanggal 29 Agustus 2018 bukan karena ada tindakan menghalang-halangi dari klien kami, tetapi nyata-nyata karena KPK telah lalai tugas dan tanggungjawabnya dalam proses hukum terhadap Eddy,” tegasnya.

Untuk diketahui, Lucas didakwa telah melakukan atau turut serta melakukan dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan terhadap tersangka ataupun para saksi dalam kasus korupsi yang membelit Eddy Sindoro. Perbuatan itu telah dilakukan oleh Lucas sejak tahun 2016 hingga 2018.

Lucas diduga menyarankan Eddy untuk tidak kembali ke Indonesia serta mengupayakan Eddy masuk dan keluar wilayah Indonesia tanpa pemeriksaan imigrasi untuk menghindari pemeriksaan penyidik KPK.

Lucas pun didakwa dengan Pasal 21 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Tampilkan kutipan teks

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...