Kamis, 24 Januari 2019 | 19.02 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Air Rebusan Pembalut Dibikin untuk Mabuk Bareng, Pelaku Incar yang Pakai Gel

Air Rebusan Pembalut Dibikin untuk Mabuk Bareng, Pelaku Incar yang Pakai Gel

Kamis, 8 November 2018 - 12:00 WIB

IMG-29837

kini.co.id – Kenakalan remaja saat ini memang sangat mengkhawatirkan termasuk terpaparnya mereka dari narkoba atau zat lain yang memabukkan.

Kalau dulu anda pernah mendengar mabuk lem, mabuk minuman soda yang dicampur alkohol obat luka, kini ada mabuk pembalut atau mabuk popok.

Siapapun yang mendengar berita ini pasti prihatin, karena gawatnya kenakalan remaja tersebut. Pasalnya, tak semua pengguna memakai rebusan pembalut baru, ada juga yang memakai pembalut bekas. Bisa dibayangkan betapa mengerikannya itu kan.

Nah, perilaku aneh ini ditemukan warga Karawang yang melihat sekelompok anak jalanan mabuk menenggak air rebusan pembalut.

“Informasi kalau dia itu menggunakan pembalut wanita, yang bekas. Dan ini kita temukan di daerah Kudus, ya kurang lebih 3 bulan yang lalu,” Kabid Berantas BNNP Jateng Suprinarto, Rabu (8/11/2018).

Setelah dikoordinasikan ke salahseorang psikolog, ternyata memang benar gerombolan remaja itu menggunakan cairan pembalut untuk mendapat efek fly layaknya mengonsumsi narkoba.

“Harapan dia itu mendapatkan efek ngeflay seperti orang setelah menggunakan narkotika jenis sabu atau narkoba yang lain. Rata-rata mereka anak remaja, usianya 13 sampai 16 tahun,” bebernya.

Menurutnya, fenomena anak jalanan ini seperti halnya mabuk dengan cara menghisap lem dan sebagainya. Sedangkan cairan dari hasil rebusan pembalut wanita ini, lantaran memperoleh barang tersebut sangat mudah dan nilai ekonomisnya murah.

“Mereka ini awalnya coba-coba. Dari salah satu kelompok ini juga ada yang ikut dengan kelompok-kelompok lain, sehingga kemudian menyebar,” ujarnya.

Suprinarto menyebutkan, fenomena mabuk menggunakan air rebusan pembalut sebenarnya sudah lama. Fenomena ini sudah pernah terjadi di daerah Jogjakarta dan Karawang Jawa Barat, bahkan di luar pulau jawa, Bangka Belitung. Fenomena ini terjadi pada tahun 2016 silam.

“Di jawa Tengah ini baru marak-maraknya ditemukan di daerah Kudus, dan pengakuan mereka ini sampai Pati, Juana dan Rembang. Tidak menutup kemungkinan Semarang ada,” tegasnya.

Suprinarto menegaskan belum mengetahui secara pasti kandungan zat di dalam pembalut wanita tersebut. Meski demikian, fenomena ini telah terjadi dan adanya salah satu anak yang telah mengakui mabuk dengan cara mengkonsumsi cairan dari hasil rebusan pembalut wanita.

“Menurut mereka, pembalut yang berbentuk punya sayap ini yang lebih manjur untuk bisa membuat nge-flay. Ini ada kandungan gel, apakah penyebabnya gel ini atau gimana kita belum tahu,” ujarnya.

Begitu juga terkait jeratan hukum, Suprinarto juga belum bisa membeberkan terkait masuk tidaknya ke dalam ranah pidana.

“Pengguna ini, untuk jeratan hukum kita memang aga sulit. Terus terang saja, ini digunakan untuk diri sendiri, kecuali kalau rebusan ini diproduksi, kemudian sampai diperjual belikan, menyebarkan ya jelas salah. Bisa dihukum,” tegasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Kamis, 24 Januari 2019 - 12:15 WIB

Ahok bebas dari penjara

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok kini resmi bebas. Tadi pagi, Kamis (24/1/2019) dia keluar dari Mako Brimob, disertai upacara ...
Hukum - Kamis, 24 Januari 2019 - 11:42 WIB

Kalapas Cipinang Sebut Ahok Sudah Resmi Bebas Tadi Pagi

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok resmi bebas setelah menjalani masa hukuman 1 tahun 8 bulan 15 ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 21:38 WIB

Gagal jadi caleg, OSO polisikan Ketua KPU

OESMAN Sapta Odang (OSO), Ketua Umum Partai Hanura, melaporkan ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Polda Metro Jaya. ...
Nasional - Rabu, 23 Januari 2019 - 17:43 WIB

Wow…Susi Pudjiastuti tercatat sebagai Pemikir Dunia

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dimasukkan dalam daftar "Top 100 Global Thinkers" 2019 versi majalah Foreign Policy. Susi pun ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:52 WIB

Dari Kalangan Jurnalis, KPU Pastikan Moderator Debat capres Netral

Menjadi moderator debat Capres 2019 haruslah individu yang bebas dari kepentingan mendukung salahsatu calon.Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:44 WIB

Penyesalan Adik Kandung Prabowo Pernah Biayai Kampanye Jokowi

Hashim Djojohadikusumo mengaku menyesal pernah ikut membiayai kampanye Jokowi.Adik kandung capres nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto itu mengaku sempat ...