Kamis, 24 Januari 2019 | 18.55 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Dua Alasan Penyebab Ditangkapnya Habib Rizieq Polisi Arab Saudi Versi DPR

Dua Alasan Penyebab Ditangkapnya Habib Rizieq Polisi Arab Saudi Versi DPR

Reporter : Bayu Putra | Kamis, 8 November 2018 - 15:29 WIB

IMG-29856

Habib Rizieq Shihab. (ist)

Jakarta, kini.co.id – Kabar penangkapan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) oleh kepolisian Arab Saudi karena diduga karena dua alasan.

Anggota Komisi III DPR RI, Abdul Kadir Karding mengatakan, alasan yang pertama yang mungkin dipersoalkan otoritas keamanan Arab Saudi adalah terpampangngnya bendera hitam bertulis kalimat tauhid dibagian belakang tempat tinggal HRS.

Menurut Karding, bendera semacam itu dianggap Kerajaan Arab Saudi sebagai mempresentasikan golongan ekstrimia seperti halnya ISIS.

“Kasus penahanan terhadap Habib Rizieq itu diduga 2 faktor. Faktor pertama adalah karena pengibaran bendera yang bertuliskan la illa ha illallah itu yang sesungguhnya adalah dalam perspektif dan pengertian kerajaan arab itu adalah bendera ISIS. Bendera teroris,” ujarnya di kompleks parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (8/11).

Sebelumnya, bendera serupa memunculkan polemik di dalam negeri. Pembakaran bendera oleh Banser yang meyakini sebagai bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) diprotes sebagian pihak dan hingga menimbulkan gelombang aksi demonstrasi. Para pendemo menilai yang dibakar Banser bukan bendera organisasi yang sudah dilarang itu, melainkan bendera tauhid.

Menurut Karding, reaksi keamanan Arab Saudi saat melihat bendera serupa menempel di rumah HRS membuktikan penolakan terhadap gerakan ekstrimis yang dilambangkan dengan bendera itu sama seperti yang terjadi di Indonesia.

“Itu artinya, di negara Arab saja mereka resisten terhadap bendera yang tertulis seperti itu. Tentu ini menunjukkan bahwa apa yang terjadi di indonesia sama dengan di Arab. Di Arab saja menolak, tentu di negara kita juga seperti itu,” imbuhnya.

Lebih lanjut, politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu memprediksi alasan lain atas penangkapan HRS adalah persoalan izin tinggal yang sudah kedaluwarsa.

“Kedua soal overstayed. Artinya, masa visa beliau sudah habis dan melewati batas waktunya. Karena itu harus diberi sanksi atau harus ditangani pemerintah Arab,” tandasnya

Diketahui HRS harus berurusan dengan kepolisian Arab Saudi karena terdapat bendera hitam bertulis kalimat tauhid di tembok belakang rumahnya. FPI menyebut HRS dijebak pihak-pihak tertentu soal pemasangan bendera tersebut. HRS sempat ditahan meski akhirnya dilepas dengan jaminan dan sudah kembali ke rumahnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Kamis, 24 Januari 2019 - 12:15 WIB

Ahok bebas dari penjara

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok kini resmi bebas. Tadi pagi, Kamis (24/1/2019) dia keluar dari Mako Brimob, disertai upacara ...
Hukum - Kamis, 24 Januari 2019 - 11:42 WIB

Kalapas Cipinang Sebut Ahok Sudah Resmi Bebas Tadi Pagi

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok resmi bebas setelah menjalani masa hukuman 1 tahun 8 bulan 15 ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 21:38 WIB

Gagal jadi caleg, OSO polisikan Ketua KPU

OESMAN Sapta Odang (OSO), Ketua Umum Partai Hanura, melaporkan ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Polda Metro Jaya. ...
Nasional - Rabu, 23 Januari 2019 - 17:43 WIB

Wow…Susi Pudjiastuti tercatat sebagai Pemikir Dunia

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dimasukkan dalam daftar "Top 100 Global Thinkers" 2019 versi majalah Foreign Policy. Susi pun ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:52 WIB

Dari Kalangan Jurnalis, KPU Pastikan Moderator Debat capres Netral

Menjadi moderator debat Capres 2019 haruslah individu yang bebas dari kepentingan mendukung salahsatu calon.Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:44 WIB

Penyesalan Adik Kandung Prabowo Pernah Biayai Kampanye Jokowi

Hashim Djojohadikusumo mengaku menyesal pernah ikut membiayai kampanye Jokowi.Adik kandung capres nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto itu mengaku sempat ...