Sabtu, 17 November 2018 | 10.28 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Zumi Zola Dituntut 8 Tahun Penjara Plus Dicabut Hak Politiknya

Zumi Zola Dituntut 8 Tahun Penjara Plus Dicabut Hak Politiknya

Reporter : Restu Fadilah | Kamis, 8 November 2018 - 15:39 WIB

IMG-29858

Gubernur Jambi non-aktif, Zumi Zola dituntut 8 tahun penjara. (KiniNews/Restu Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Ancaman hukuman penjara kini tengah dihadapi oleh Gubernur Jambi non-aktif, Zumi Zola. Pasalnya Zumi dituntut oleh Jaksa KPK agar menjalani hukuman penjara selama 8 tahun.

Tidak hanya itu, akibat menerima gratifikasi dan memberi suap kepada pimpinan DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019, mantan pacar Ayu Dewi itu juga dituntut untuk membayar denda sebanyak Rp 1 miliar. Jika tidak mampu membayar, Zumi harus dikurung selama 6 bulan lamanya.

Tak cukup sampai di situ, Zumi juga dituntut agar hak politiknya dicabut selama 5 tahun ke depan usai menjalani masa hukuman. Ancaman pidana terhadap Zumi ini dibacakan oleh Jaksa KPK secara bergantian di ruang sidang utama. Ruang sidang itu terletak di lantai dasar Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

“Menuntut Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan dan menyatakan terdakwa Zumi Zola terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” ucap Jaksa KPK, Kamis, (8/11/2018).

Tuntutan ini diajukan oleh Jaksa karena mereka meyakini bahwa Zumi terbukti menerima gratifikasi sebanyak Rp 40 miliar, USD 177.300, SGD 100.000, dan satu unit Toyota Alphard sejak Zumi menjabat sebagai Gubernur Jambi pada 2016.

Selain itu Zumi juga diyakini terbukti memberi suap dengan total Rp 16.490.000.000 kepada pimpinan DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019. Uang suap diberikan Zumi terkait ketok palu pembahasan APBD Tahun Anggaran 2017.

Dalam tuntutannya, Jaksa KPK kemudian menguraikan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Yang memberatkan adalah karena perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dan masyarakat dalam memberantas korupsi, dan menciderai amanat masyarakat.

Sementara hal-hal yang meringankan karena Zumi menyesali perbuatannya, kooperatif, berterus terang dan berlaku sopan selama sidang.

Untuk kasus gratifikasi, Zumi dituntut dengan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Sedangkan untuk kasus suapnya, Zumi dituntut dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Jumat, 16 November 2018 - 16:39 WIB

Kasus selfie petugas imigrasi dengan Miyabi masih berlanjut

SELFIE antara petugas Imigrasi Kelas I Denpasar dan aktris panas asal Jepang Sayaka Stephanie Strom alias Maria Ozawa alias Miyabi ...
Politik - Jumat, 16 November 2018 - 11:46 WIB

SBY utamakan kemenangan Demokrat ketimbang Prabowo-Sandi

KETUA Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengakui bahwa partainya lebih mengutamakan kemenangan di pemilu legislatif ketimbang kemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga ...
Nasional - Jumat, 16 November 2018 - 11:35 WIB

Warga di Papua takut merebut kembali tanahnya

PERWAKILAN warga Suku Mpur Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, Samuel Ariks mengatakan masyarakat takut merebut kembali tanahnya yang diklaim PT Bintuni ...
Hukum - Jumat, 16 November 2018 - 11:12 WIB

Dendam, disebut penyebab pembunuhan sekeluarga

DALAM penyelidikan, polisi menyimpulkan pembunuhan satu keluarga di Bekasi dilatari motif balas dendam. Kesimpulan itu setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku ...
Peristiwa - Jumat, 16 November 2018 - 09:53 WIB

Innalillahi wa Innailaihi Rojiun, Cucu Wiranto Meninggal di Kolam Ikan

Kabar duka datang dari Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam), Wiranto. Pasalnya Cucu Wiranto yang bernama Achmad Daniyal ...
Peristiwa - Jumat, 16 November 2018 - 08:00 WIB

Penjelasan Lion Air Terkait Insiden Matinya Lampu dan AC Penerbangan Yogyakarta

Maskapai penerbangan Lion Air, membenarkan peristiwa mendadak matinya AC dan lampu pada pesawat penerbangan JT-556 dengan tujuan Yogyakarta.Corporate Communications Strategic ...