Kamis, 24 Januari 2019 | 19.02 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Kasus Gratifikasi, Zumi Zola Hormati Tuntutan Jaksa KPK

Kasus Gratifikasi, Zumi Zola Hormati Tuntutan Jaksa KPK

Kamis, 8 November 2018 - 15:55 WIB

IMG-29864

Gubernur Jambi non-aktif, Zumi Zola dituntut 8 tahun penjara. (KiniNews/Restu Fadillah)

kini.co.id – Pembacaan tuntutan atas perkara Gubernur non-aktif, Zumi Zola telah selesai. Zumi mengaku menghormati apapun yanbakog dituntutkan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepadanya.

“Saya menghormati dan saya menerima terimakasih,” singkatnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Kamis, (8/11/2018).

Sementara itu terkait tuntutan jaksa ini, selanjutnya ia akan dan tim Kuasa Hukumnya akan mengajukan nota pembelaan alias pledoi. Pledoi rencananya akan dibacakan dalam sidang selanjutnya pada Kamis, (22/11/2018) mendatang.

Untuk diketahui, Zumi dituntut Jaksa KPK agar menjalani hukuman penjara selama 8 tahun dengan denda sebanyak Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Zumi juga dituntut agar hak politiknya dicabut selama 5 tahun ke depan usai menjalani masa hukuman.

Ancaman pidana terhadap Zumi ini karena Jaksa KPK meyakini bahwa Zumi terbukti menerima gratifikasi sebanyak Rp 40 miliar, USD 177.300, SGD 100.000, dan satu unit Toyota Alphard sejak Zumi menjabat sebagai Gubernur Jambi pada 2016.

Selain itu Zumi juga diyakini terbukti memberi suap dengan total Rp 16.490.000.000 kepada pimpinan DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019. Uang suap diberikan Zumi terkait ketok palu pembahasan APBD Tahun Anggaran 2017.

Untuk kasus gratifikasi, Zumi dituntut dengan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Sedangkan untuk kasus suapnya, Zumi dituntut dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Kamis, 24 Januari 2019 - 12:15 WIB

Ahok bebas dari penjara

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok kini resmi bebas. Tadi pagi, Kamis (24/1/2019) dia keluar dari Mako Brimob, disertai upacara ...
Hukum - Kamis, 24 Januari 2019 - 11:42 WIB

Kalapas Cipinang Sebut Ahok Sudah Resmi Bebas Tadi Pagi

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok resmi bebas setelah menjalani masa hukuman 1 tahun 8 bulan 15 ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 21:38 WIB

Gagal jadi caleg, OSO polisikan Ketua KPU

OESMAN Sapta Odang (OSO), Ketua Umum Partai Hanura, melaporkan ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Polda Metro Jaya. ...
Nasional - Rabu, 23 Januari 2019 - 17:43 WIB

Wow…Susi Pudjiastuti tercatat sebagai Pemikir Dunia

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dimasukkan dalam daftar "Top 100 Global Thinkers" 2019 versi majalah Foreign Policy. Susi pun ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:52 WIB

Dari Kalangan Jurnalis, KPU Pastikan Moderator Debat capres Netral

Menjadi moderator debat Capres 2019 haruslah individu yang bebas dari kepentingan mendukung salahsatu calon.Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:44 WIB

Penyesalan Adik Kandung Prabowo Pernah Biayai Kampanye Jokowi

Hashim Djojohadikusumo mengaku menyesal pernah ikut membiayai kampanye Jokowi.Adik kandung capres nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto itu mengaku sempat ...