Sabtu, 17 November 2018 | 10.27 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>KPK: Imigrasi Harusnya Periksa Pegawai yang Bantu Eddy Sindoro Kabur

KPK: Imigrasi Harusnya Periksa Pegawai yang Bantu Eddy Sindoro Kabur

Reporter : Restu Fadilah | Jumat, 9 November 2018 - 08:48 WIB

IMG-29885

Jubir KPK, Febri Diansyah. (KiniNews/Restu Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah mengatakan semestinya Direktorat Jenderal Imigrasi memang melakukan pemeriksaan internal terhadap pegawainya yang diduga turut serta dalam pelarian Eddy Sindoro.

“Setelah kami bacakan di dakwaan mestinya itu ditindaklanjuti secara internal,” tuturnya di Jakarta, Kamis, (8/11/2018) malam.

Menurut Febri, jika dalam pemeriksaan internal nantinya dibutuhkan data terkait, pihak Imigrasi bisa memintanya kepada KPK.

“Nanti tim akan mempertimbangkan sejauh mana informasi dan data bisa diberikan,” sambung Febri.

Untuk diketahui, Petugas Imigrasi yang diduga turut serta dalam pelarian mantan Presiden Direktur Lippo Group, Eddy Sindoro dari kejaran penyidik KPK bernama Andi Sofyar.

Andi bahkan diduga turut menerima uang sebanyak Rp 30 juta dan satu buah HP merk samsung tipe A6. Hal ini terungkap dalam persidangan pembacaan surat dakwaan Lucas pada Rabu, (7/11/2018).

Andi membantu kaburnya Eddy pada 29 Agustus 2018 lalu. Awalnya Eddy Sindoro kembali diusir oleh otoritas Imigrasi Malaysia.

Atas pengusiran tersebut, pada tanggal 29 Agustus 2018, Eddy ditemani oleh Jimmy dan Michael akan pulang ke Indonesia menggunakan pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan AK 380 pukul 06.55 waktu Malaysia.

Mengetahui jadwal kepulangan Eddy Sindoro ke Indonesia, Lucas memerintahkan Dina Soraya membeli tiket untuk Eddy, Jimmy dan Michael dengan rute penerbangan Jakarta-Bangkok pada tanggal 29 Agustus 2018 pukul 09.40 WIB.

Menindaklanjuti perintah Lucas, Dina Soraya meminta Bowo untuk membeli tiket dimaksud dan menginformasikan jadwal kedatangan Eddy, Jimmy, dan Michael dari Malaysia. Selanjutnya Bowo pun membeli tida tiket Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 0866.

Pada tanggal 29 Agustus 2018 sekira pukul 08.00 WIB bersamaan dengan mendaratnya pesawat AirAsia AK 380 di Bandara Soekarno Hatta, Dwi Hendro Wibowo alias Bowo memerintahkan M Ridwan selaku Staff Customer Service Gapura mencetak pass atas nama Eddy Sindoro, Chua Chwee Chye alias Jimmy alias Lie dan Michael Sindoro tanpa kehadiran yang bersangkutan untuk diperiksa identitasnya.

Bowo juga memerintahkan Andi Sofyar selaku petugas Imigrasi Bandara Internasional Soekarno Hatta untuk stand by di area Imigrasl Terminal dan melakukan pengecekan status pencegahan Eddy Sindoro.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Jumat, 16 November 2018 - 16:39 WIB

Kasus selfie petugas imigrasi dengan Miyabi masih berlanjut

SELFIE antara petugas Imigrasi Kelas I Denpasar dan aktris panas asal Jepang Sayaka Stephanie Strom alias Maria Ozawa alias Miyabi ...
Politik - Jumat, 16 November 2018 - 11:46 WIB

SBY utamakan kemenangan Demokrat ketimbang Prabowo-Sandi

KETUA Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengakui bahwa partainya lebih mengutamakan kemenangan di pemilu legislatif ketimbang kemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga ...
Nasional - Jumat, 16 November 2018 - 11:35 WIB

Warga di Papua takut merebut kembali tanahnya

PERWAKILAN warga Suku Mpur Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, Samuel Ariks mengatakan masyarakat takut merebut kembali tanahnya yang diklaim PT Bintuni ...
Hukum - Jumat, 16 November 2018 - 11:12 WIB

Dendam, disebut penyebab pembunuhan sekeluarga

DALAM penyelidikan, polisi menyimpulkan pembunuhan satu keluarga di Bekasi dilatari motif balas dendam. Kesimpulan itu setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku ...
Peristiwa - Jumat, 16 November 2018 - 09:53 WIB

Innalillahi wa Innailaihi Rojiun, Cucu Wiranto Meninggal di Kolam Ikan

Kabar duka datang dari Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam), Wiranto. Pasalnya Cucu Wiranto yang bernama Achmad Daniyal ...
Peristiwa - Jumat, 16 November 2018 - 08:00 WIB

Penjelasan Lion Air Terkait Insiden Matinya Lampu dan AC Penerbangan Yogyakarta

Maskapai penerbangan Lion Air, membenarkan peristiwa mendadak matinya AC dan lampu pada pesawat penerbangan JT-556 dengan tujuan Yogyakarta.Corporate Communications Strategic ...