Sabtu, 16 Februari 2019 | 15.33 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Bawaslu limpahkan kasus bagi-bagi kupon ke penyidik

Bawaslu limpahkan kasus bagi-bagi kupon ke penyidik

Reporter : Restu Fadilah | Kamis, 15 November 2018 - 11:38 WIB

IMG-29980

Bawaslu RI

JAKARTA, kini.co.id – STATUS hukum kasus dugaan tindak pidana pemilu pembagian kupon berhadiah umroh dan doorprize dari Caleg DPRD DKI Jakarta dari Partai PAN, Lucky Andriyani naik ke tahap penyidikan.

Awalnya kasus ini ditangani oleh Badan Pengawas Pemilu Kota Jakarta Pusat. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, Bawaslu Jakarta Pusat pun meneruskan kasus ini ke tahap penyidikan pada Kepolisian Polres Metro Jakarta Pusat.

“Rabu kemarin, kami meneruskan penanganan dugaan tindak pidana pemilu tersebut ke tahap penyidikan pada Kepolisian Metro Jakarta Pusat,” ujar Ketua Bawaslu M. Halman Muhdar di Kantornya, Kamis, (15/11/2018).

Halman menjelaskan bahwa berdasarkan hasil Pembahasan kedua Sentra Gakkumdu, dinyatakan hasil penyelidikan dan disepakati untuk dilanjutkan ke tahap penyidikan karena memenuhi unsur Pasal 523 ayat (1) junto 280 ayat (1) huruf j undang – undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Selanjutnya Bawaslu Kota Jakarta Pusat akan mengawal proses ditahap penyidikan tersebut dgn melakukan koordinasi serta mensupport tim penyidik polres metro jakarta pusat secara continue dalam melaksnakan tugas penyidikan yang akan dilakukan selama 14 hari kerja sejak berkas penerusan hasil penyelidikan dari Bawaslu diterima.

“Upaya penegakan hukum dan keadilan pemilu adalah mandat UU Nomor 7 Tahun 2017 ttg Pemilu yang diberikan kepada Bawaslu dan jajaran untuk dilaksanakan secara profesional, adil dan transparan,” katanya.

Upaya penegakan hukum, lanjut Halman, semata-mata dilakukan agar memberi efek jera kepada peserta pemilu yang melanggar dengan harapan peserta pemilu lainnya dalam melaksanakan kegiatan kampanye tidak melanggar ketentuan yang sudah tegas diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

“Bukan dengan menghalalkan segala cara, apalagi melakukan politik uang, politisasi SARA maupun menyebarkan informasi yg bersifat hoax selama masa kampanye berlangsung,” tegasnya.

Halman pun mengapresiasi peran dan fungsi yang sudah dijalankan baik oleh unsur Kepolisian maupun kejaksaan Sentra Gakkumdu. Menurutnya, peran kepolisian dan kejaksaan yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu dinilai sangat membantu dalam penanganan laporan maupun temuan dugaan pelanggaran tindak Pidana Pemilu yang ditangani bawaslu Kota Jakarta Pusat.

“Kami meyakini dalam tahap penyidikan ini, tim penyidik akan melaksnakan tugasnya dengan profesional, transparan dan terukur,” tandasnya.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...