Selasa, 18 Desember 2018 | 23.19 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>ISNU Kepri luncurkan buku Pembangunan Kota Batam

ISNU Kepri luncurkan buku Pembangunan Kota Batam

Reporter : Emerson Tarihoran | Kamis, 15 November 2018 - 16:06 WIB

IMG-30000

Eddy Prasetyo, dan buku Menakar Haluan Pembangunan Kota Batam ke Depan.

BATAM, kini.co.id – IKATAN Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Provinsi Kepulauan Riau, dalam waktu dekat akan meluncurkan buku bertajuk: Menakar Haluan Pembangunan Kota Batam ke Depan. Buku itu dinilai penting, menyusul dihadapkannya Pulau Batam kepada dua pilihan, yakni menjadi Free Trade Zone (FTZ) atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

”Acara peluncuran buku ini akan disusul dengan bedah buku oleh para pakar ekonomi tingkat nasional, termasuk para simpatisan ISNU se-Nusantara. Tujuannya, agar pemerintah pusat memiliki pertimbangan yang kuat sebelum menetapkan Batam sebagai FTZ atau KEK,” kata Ketua Panitia Eddy Prasetyo, kepada Kini.co.id, Kamis (15/11.2018)

Dialog para pemangku kepentingan di Batam, kata Eddy, belakangan ini semakin tajam. Pasalnya, sebagian masyarakat menginginkan diubahnya sistem pengelolaan industri di Batam dari FTZ ke KEK. ”Sayangnya banyak yang tidak memahami secara mendalam apa perbedaan sistem pengelolaan industri dengan aturan KEK atau FTZ,” paparnya.

Diakuinya, banyak pengamat yang mengusulkan agar Batam diubah dari FTZ ke KEK, namun pihaknya menilai berbagai kelemahan akan muncul jika KEK diterapkan di Batam. Belum lagi nilai tambah Batam sebagai wilayah terdekat ke Singapura akan hilang jika diterapkannya KEK di kawasan itu. Sementara regulasi FTZ yang diterapkan saat ini, tidak dikelola secara maksimal.

”Banyak kepentingan yang berbenturan dalam pengelolaan kawasan Batam selama ini. Itulah sebabnya kita membedah berbagai masalah lewat peluncuran buku yang berisi studi komparasi kebijakan KEK dan FTZ, terutama terkait dengan otonomi daerah yang menguat,” tandas Eddy.

Penulis buku, Muhammad Zaenuddin, merupakan praktisi pendidikan yang telah berkecimpung dalam penelitian dan turut terlibat dalam berbagai analisis industri dan perekonomian Batam dalam belasan tahun terakhir. Pekerjaan sehari-harinya sebagai dosen Politeknik Batam. Zaenuddin juga merupakan Ketua ISNU Kepri yang sering melakukan diskusi bersama para peneliti di Batam.

Buku Menakar Haluan Pembangunan Kota Batam ke Depan ini, berisi 169 halaman, dengan isi antara lain profil Pulau Batam, analisis kebijakan free trade zone, polemik transformasi kebijakan FTZ ke KEK, serta berbagai masalah terkait penerapan otonomi daerah di Pulau Batam.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 21:54 WIB

KPK banding vonis Johanes Kotjo

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) ajukan banding terhadap putusan tingkat pertama pemilik saham Blackgold Natural Resources Johanes Budisutrisno Kotjo dalam kasus ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 21:37 WIB

Kuasa hukum pastikan Bahar bin Smith ditahan di Polda Jabar

POLISI melakukan penahanan terhadap penceramah Habib Bahar Bin Smith, dalam kasus dugaan penganiayaan. Penahanan Bahar Bin Smith dikonfirmasi usai penceramah ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 16:41 WIB

KPK Tak Pungkiri Buka Lidik Baru Kasus PLTU Riau-1

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak memungkiri bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan baru di kasus suap PLTU Riau-I. Arah pengembangan itu ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 16:38 WIB

Setnov Tak Tahu Menahu Soal Bilik Asmara di Lapas Sukamiskin

Narapidana kasus korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP), Setya Novanto mengaku tidak tahu menahu soal adanya kamar ...
Politik - Selasa, 18 Desember 2018 - 15:41 WIB

Lambaga Legislatif RI Kompak Bersama Gelar Refleksi Akhir Tahun

Ketua DPD RI Oesman Sapta menyebutkan di tahun politik media memegang peranan melawan berita hoax, saat menghadiri Refleksi Akhir Tahun ...
Politik - Selasa, 18 Desember 2018 - 13:50 WIB

Komisi I DPR Minta KBRI Pulangkan 3 WNI Dari Laos

Anggota DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi mendesak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Vientiane, Laos memulangkan tiga WNI yang masih ...