Selasa, 21 Mei 2019 | 21.14 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>SBY: Saya tak pernah paksa Ketum lain kampanye

SBY: Saya tak pernah paksa Ketum lain kampanye

Reporter : Emerson Tarihoran | Kamis, 15 November 2018 - 22:25 WIB

IMG-30012

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

JAKARTA, kini.co.id – MENANGGAPI pernyataan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, yang menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Komandan Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tidak pernah mengampanyekan Prabowo-Sandi, SBY tampaknya geram.

Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY berbicara soal janji kampanye yang disinggung Sekjen Gerindra Ahmad Muzani. SBY kemudian mengungkit soal dirinya yang tak pernah memaksa ketum partai lain untuk mengkampanyekan dirinya pada Pilpres 2009 dan 2014 lalu.

“Saya pernah 2 kali jadi Calon Presiden. Saya tak pernah menyalahkan & memaksa Ketum partai-partai pendukung utk kampanyekan saya *SBY*,” cuit SBY melalui akun Twitter resminya.

SBY meminta masing-masing pihak untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang tidak berdasar. Dia khawatir pernyataan dari Muzani justru merugikan diri sendiri.

“Daripada menuding & menyalahkan pihak lain, lebih baik mawas diri. Mengeluarkan pernyataan politik yg “sembrono”, justru merugikan *SBY*,” cuit SBY lagi.

Sebelumnya, Partai Gerindra berbicara tentang hubungan partainya dengan Partai Demokrat (PD), khususnya Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Gerindra mengungkit janji SBY untuk mengkampanyekan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

“Sejauh ini hubungannya baik Pak Prabowo dan Pak SBY. Pak SBY juga berjanji akan melakukan kampanye untuk Prabowo dan Sandi, walaupun sampai sekarang belum terjadi,” ujar Sekjen Gerindra Ahmad Muzani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/11).

Janji SBY yang disinggung Muzani itu kemudian berbuntut panjang. Demokrat balas menagih janji Prabowo kepada Ketumnya SBY.

“Memang SBY menjanjikan kampanye untuk Prabowo, tetapi silakan ditanya ke Pak Prabowo berapa janji yang belum dipenuhi ke Demokrat dan SBY,” kata Andi Arief di akun Twitter-nya dan mengizinkan detikcom mengutipnya, Rabu (14/11).

Cawapres Prabowo, Sandiaga Uno kemudian angkat suara. Menurut Sandiaga, yang dijanjikan ke Demokrat adalah kampanye bersama.

Sandiaga mengatakan janji itu disampaikan dalam pertemuan antara capres Prabowo Subianto, Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Ketua Kosgama Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Mungkin saya hadir dalam pertemuan antara SBY, AHY, dan Prabowo bahwa kami berjanji berkampanye sama-sama, sama-sama membesarkan,” kata Sandiaga saat dimintai konfirmasi di Grand Galaxy Park, Bekasi, Kamis (15/11).

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...