Selasa, 18 Desember 2018 | 23.19 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Sebut Ditunggangi HTI, Kelompok Ini Mengaku Siap Berhadapan dengan Massa 212

Sebut Ditunggangi HTI, Kelompok Ini Mengaku Siap Berhadapan dengan Massa 212

Reporter : Yudi | Selasa, 27 November 2018 - 07:19 WIB

IMG-30195

Jakarta, kini.co.id – Kabar akan dilangsungkannya reuni alumni 212 pada 2 Desember 2018 mendatang menimbulkan reaksi di masyarakat.

Sekelompok orang yang merasa resah dan tidak setuju dengan aksi tersebut kemudian meminta pemerintah melarang aksi ribuan umat islam itu digelar.

Salahsatunya kelompok yang menamakan dirinya “Gerakan Jaga Indonesia”.

Hal ini karena mereka menganggap organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) turut andil dalam kegiatan tersebut.

“Saya melihat ini kekuatan HTI masih tetap hidup walaupun sudah dibubarkan dan mereka tetap berdakwah tentang negara khilafah, untuk itu sebelum terjadi yang lebih parah, kami minta agar Polda Metro mencegah aksi atau Reuni 212 itu,” kata sekjend Gerakan Jaga Indonesia untuk Wilayah Timur, Budi Djarot di Polda Metro Jaya, Jakarta, seperti yang dilansir dari Okezone, Senin (26/11/2018)

Sementara, Ketua Presidium Gerakan Jaga Indonesia untuk wilayah Indonesia timur, Deki Matulesi mengatakan pihaknya siap turun dan berhadapan langsung dengan massa alumni 212 jika ada tanda-tanda HTI di aksi yang rencananya akan dihadiri 3 juta umat muslim tersebut.

“Jika di acara reuni Alumni 212 itu nanti ada bendera tauhid, jangan salahkan kami, akan turun ribuan orang juga ke Jakarta untuk mencopot dan berhadapan langsung, bertabrakan dengan alumni 212, karena kami sepakat untuk menjaga NKRI,” pungkasnya.

Untuk mengingatkan, aksi 212 telah dilakukan pada 2 Desember 2017 silam untuk memprotes dan menuntut agar eks Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama atau Ahok dipenjara atas tuduhan penistaan agama.

Tahun ini, massa yang menyebut dirinya alumni 212 akan kembali membanjiri Monas pada 2 Desember mendatang.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 21:54 WIB

KPK banding vonis Johanes Kotjo

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) ajukan banding terhadap putusan tingkat pertama pemilik saham Blackgold Natural Resources Johanes Budisutrisno Kotjo dalam kasus ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 21:37 WIB

Kuasa hukum pastikan Bahar bin Smith ditahan di Polda Jabar

POLISI melakukan penahanan terhadap penceramah Habib Bahar Bin Smith, dalam kasus dugaan penganiayaan. Penahanan Bahar Bin Smith dikonfirmasi usai penceramah ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 16:41 WIB

KPK Tak Pungkiri Buka Lidik Baru Kasus PLTU Riau-1

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak memungkiri bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan baru di kasus suap PLTU Riau-I. Arah pengembangan itu ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 16:38 WIB

Setnov Tak Tahu Menahu Soal Bilik Asmara di Lapas Sukamiskin

Narapidana kasus korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP), Setya Novanto mengaku tidak tahu menahu soal adanya kamar ...
Politik - Selasa, 18 Desember 2018 - 15:41 WIB

Lambaga Legislatif RI Kompak Bersama Gelar Refleksi Akhir Tahun

Ketua DPD RI Oesman Sapta menyebutkan di tahun politik media memegang peranan melawan berita hoax, saat menghadiri Refleksi Akhir Tahun ...
Politik - Selasa, 18 Desember 2018 - 13:50 WIB

Komisi I DPR Minta KBRI Pulangkan 3 WNI Dari Laos

Anggota DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi mendesak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Vientiane, Laos memulangkan tiga WNI yang masih ...