Selasa, 18 Desember 2018 | 23.20 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Habib Bahar Pilih Dipenjara Daripada Minta Maaf Pada Jokowi, Ini Kata PKB

Habib Bahar Pilih Dipenjara Daripada Minta Maaf Pada Jokowi, Ini Kata PKB

Reporter : Yudi | Senin, 3 Desember 2018 - 15:09 WIB

IMG-30322

Habib Bahar bin Smith

Jakarta, kini.co.id

Dilaporkan ke polisi atas tuduhan penghinaan kepala negara tampaknya tak membuat penceramah Habib Bahar bin Ali bin Smith gentar. Ia bahkan mengatakan rela membusuk di penjara daripada harus meminta maaf kepada Presiden Indonesia.

Sikap Habib Bahar itupun dinilai berlebihan oleh sejumlah orang, salahsatunya nggota Komisi III DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid.

Jazijul menganggap ucapan Habib Bahar itu terkesan lebay untuk situasi sekarang dan saat berhadapan dengan hukum.

“Kalau soal membusuk atau tidak membusuk ya itu urusan dia lah, urusan hukum kok dan enggak ada itu pidana pembusukan itu di penjaa. Di penjara itu ada tahunnya, gitu loh. Menurut saya itu bahasa sekarang itu lebay gitu loh, itu urusan dia dalam hukum. Selesaikanlah itu,” terangnya.

Menurutnya, cara berdakwah Habib Bahar bin Smith dinilai tak sesuai dengan asas Islam. Dakwah, menurutnya, harus disampaikan dengan baik, bukan dengan caci maki atau hinaan.

“Dakwah itu dengan cara yang baik. Berdakwah dengan cara begitu, itu juga tidak menggunakan asas yang ada di Islam,” ujarnya.

Habib Bahar bin Smith sendiri mengaku siap menghadapi proses hukum dan menolak meminta maaf atas dugaan menghina Jokowi. “Kalian yang melaporkan saya, kalau itu kesalahan, maka demi Allah saya tidak akan pernah minta maaf,” kata Habib Bahar di Monas, Minggu 2 Desember 2018.

Bahar bin Smith sudah dilaporkan ke polisi karena ceramahnya dianggap berisi ujaran kebencian dan hinaan kepada Jokowi. Polisi berjanji menyelidiki laporan tersebut dan Bahar berpotensi jadi tersangka jika penyidik memiliki minimal dua alat bukti pelanggaran.

Isi ceramah yang dinilai menghina Jokowi diduga disampaikan Bahar bin Smith saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Batu Ceper, Tangerang, pada 17 November 2018.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 21:54 WIB

KPK banding vonis Johanes Kotjo

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) ajukan banding terhadap putusan tingkat pertama pemilik saham Blackgold Natural Resources Johanes Budisutrisno Kotjo dalam kasus ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 21:37 WIB

Kuasa hukum pastikan Bahar bin Smith ditahan di Polda Jabar

POLISI melakukan penahanan terhadap penceramah Habib Bahar Bin Smith, dalam kasus dugaan penganiayaan. Penahanan Bahar Bin Smith dikonfirmasi usai penceramah ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 16:41 WIB

KPK Tak Pungkiri Buka Lidik Baru Kasus PLTU Riau-1

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak memungkiri bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan baru di kasus suap PLTU Riau-I. Arah pengembangan itu ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 16:38 WIB

Setnov Tak Tahu Menahu Soal Bilik Asmara di Lapas Sukamiskin

Narapidana kasus korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP), Setya Novanto mengaku tidak tahu menahu soal adanya kamar ...
Politik - Selasa, 18 Desember 2018 - 15:41 WIB

Lambaga Legislatif RI Kompak Bersama Gelar Refleksi Akhir Tahun

Ketua DPD RI Oesman Sapta menyebutkan di tahun politik media memegang peranan melawan berita hoax, saat menghadiri Refleksi Akhir Tahun ...
Politik - Selasa, 18 Desember 2018 - 13:50 WIB

Komisi I DPR Minta KBRI Pulangkan 3 WNI Dari Laos

Anggota DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi mendesak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Vientiane, Laos memulangkan tiga WNI yang masih ...