Sabtu, 23 Februari 2019 | 10.46 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Ada Pembunuhan Massal, DPR Pertanyakan SOP Perlindungan Pekerja di Trans Papua

Ada Pembunuhan Massal, DPR Pertanyakan SOP Perlindungan Pekerja di Trans Papua

Reporter : Zainal Bakri | Selasa, 4 Desember 2018 - 14:01 WIB

IMG-30355

KKB OPM Papua. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Berita pembunuhan 31 pekerja di Trans Papua tentu mengejutkan publik. Pasalnya pembunuhan massa itu ditengarai terjadi akibat salahsatu pekerja mengambil gambar upacara HUT OPM.

Terkait itu, DPR mempertanyakan SOP perlindungan pekerja perusahaan yang memperkerjakan 31 pekerja itu.

“Itu menunjukkan bahwa perusahaan itu tidak mampu melindungi pekerja-pekerjanya. Padahal mereka bekerja, bukan berpolitik, mereka tidak melakukan gerakan-gerakan kecuali mereka bekerja,” sesal Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, Selasa (4/12/2018).

Nasir berharap, kepolisian bisa menjawab faktor-faktor apa saja yang melandasi peristiwa tersebut, dan mengusut tuntas soal KKB yang diduga telah melakukannya.

“Banyak hal yang harus kita tanya, soal perlindungan terhadap pekerja, kemudian siapa kelompok bersenjata itu? dan kenapa kemudian mereka membunuh, kenapa? apa SOPnya tidak dijalankan?” papar Nasir.

Ia menyayangkan nyawa 31 pekerja itu bagai dengan mudahnya melayang di tangan para anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Banyak spekulasi yang beredar terkait kejadian mengerikan itu.

“Kan itu harus dicari jawabannya. Jangan kemudian mereka seperti sesuatu yang tidak berguna, mudah sekali ditembak. Banyak hal yang ditanyakan. Kita harapkan kepolisian bisa menjawab teka-teki, spekulasi yang berkembang tentang penembakan itu,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi terhadap puluhan pekerja dari PT Istaka Jakarta diduga terjadi karena KKB Ndugama pimpinan Egianus Kogoyo tidak terima setelah salah satu pekerja jembatan mengambil foto Upacara Peringatan HUT OPM pada 1 Desember 2018 lalu.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...