Selasa, 18 Desember 2018 | 23.21 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Bukti kerugian negara di LN belum dapat, KPK belum tahan RJ Lino

Bukti kerugian negara di LN belum dapat, KPK belum tahan RJ Lino

Reporter : Emerson Tarihoran | Selasa, 4 Desember 2018 - 23:46 WIB

IMG-30383

Mantan Dirut Pelindo II RJ Lino.

JAKARTA, kini.co.id – KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) pastikan tak mengabaikan kasus yang menjerat eks Direktur Utama Pelindo II Richard Joost Lino RJ Lino). Hingga kini RJ Lino belum ditahan, meski kasus telah bergulir selama tiga tahun di KPK.

“Keliru kalau dibilang diabaikan. Penyidikan masih terus berjalan, ada kebutuhan perhitungan kerugian negara yang jauh lebih rinci yang perlu kami lakukan,” ujar Febri di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (4/12).

Febri mengatakan, penyidik tengah mencari bukti di negara lain. Apabila bukti belum ditemukan, KPK belum dapat menahan.

“Tergantung bukti sebenarnya, kalau buktinya sudah lengkap untuk kebutuhan proses penahanan tentu akan dilakukan. Kalau sudah penahanan itu artinya sudah ada batas waktu yang diatur oleh undang-undang,” pungkasnya.

KPK telah menetapkan RJ Lino sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di Pelindo II.

RJ Lino diduga telah menyalahgunakan wewenangnya saat menjadi Dirut Pelindo II untuk memperkaya diri sendiri, orang lain, dan atau korporasi dengan memerintahkan penunjukan langsung perusahaan asal Tiongkok, Wuxi Huangdong Heavy Machinery, sebagai pelaksana proyek pengadaan tiga unit QCC.

Atas perbuatannya, Lino disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Kasus ini ditangani KPK sejak Desember 2015, namun pengusutan kasus dugaan korupsi di Pelindo II itu belum juga rampung bahkan penyidik belum menahan RJ Lino. Dia yang kini menjadi Komisaris PT JICT terakhir diperiksa penyidik pada 5 Februari 2016 lalu.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 21:54 WIB

KPK banding vonis Johanes Kotjo

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) ajukan banding terhadap putusan tingkat pertama pemilik saham Blackgold Natural Resources Johanes Budisutrisno Kotjo dalam kasus ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 21:37 WIB

Kuasa hukum pastikan Bahar bin Smith ditahan di Polda Jabar

POLISI melakukan penahanan terhadap penceramah Habib Bahar Bin Smith, dalam kasus dugaan penganiayaan. Penahanan Bahar Bin Smith dikonfirmasi usai penceramah ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 16:41 WIB

KPK Tak Pungkiri Buka Lidik Baru Kasus PLTU Riau-1

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak memungkiri bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan baru di kasus suap PLTU Riau-I. Arah pengembangan itu ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 16:38 WIB

Setnov Tak Tahu Menahu Soal Bilik Asmara di Lapas Sukamiskin

Narapidana kasus korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP), Setya Novanto mengaku tidak tahu menahu soal adanya kamar ...
Politik - Selasa, 18 Desember 2018 - 15:41 WIB

Lambaga Legislatif RI Kompak Bersama Gelar Refleksi Akhir Tahun

Ketua DPD RI Oesman Sapta menyebutkan di tahun politik media memegang peranan melawan berita hoax, saat menghadiri Refleksi Akhir Tahun ...
Politik - Selasa, 18 Desember 2018 - 13:50 WIB

Komisi I DPR Minta KBRI Pulangkan 3 WNI Dari Laos

Anggota DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi mendesak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Vientiane, Laos memulangkan tiga WNI yang masih ...