Kamis, 24 Januari 2019 | 06.11 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Bantai Puluhan Pekerja Trans Papua, Ini yang Diinginkan OPM

Bantai Puluhan Pekerja Trans Papua, Ini yang Diinginkan OPM

Reporter : Redaksi | Kamis, 6 Desember 2018 - 07:21 WIB

IMG-30404

Ilustrasi

Wamena, kini.co.id – Pembantaian puluhan pekerja di pembangunan jembatan Trans Papua beberapa waktu lalu menyisakan persoalan besar. Di satu sisi pemerintah sedang berjuang membangun infrastruktur di sana, saat itu pula kelompok-kelompok kriminal menginginkan hal lain.

Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang diduga menjadi dalang pembunuhan puluhan pekerja itu menyebut terang-terangan mereka ingin perang tanpa melibatkan warga sipil.

Mereka juga menyebut tidak menginginkan Trans Papua.

Hal itu tertuang dalam keterangan tertulis Juru Bicara Kelompok OPM Sebby Sambom, kemarin.

Sebby menyebut mereka hanya menginginkan kemerdekaan, yakni menjadi negara Republik West Papua (Papua Barat).

“Kami tidak minta Jalan Trans (Papua) dan pembangunan, namun solusi masalah Papua adalah kemerdekaan dan berdaulat sendiri sebagai bangsa yang beradab,” kata dia.

Lebih lanjut, terkait pembunuhan para pekerja itu, Sebby menyebut pihaknya sudah lama mengintai para pekerja dan mereka menyebut para pekerja itu adalah TNI yang menyamar. Sehingga ia mengklaim serangan pada 1 dan 2 Desember 2018 yang dipimpin Egianus Kogoya itu tidak salah sasaran.

“Kami tahu bahwa yang bekerja selama ini untuk Jalan Trans (Papua) dan jembatan-jembatan yang ada di sepanjang Jalan Habema Juguru Kenyam Batas Batu adalah murni Anggota TNI (SIPUR). Serangan pihak OPM tidak salah, dan OPM tahu mana pekerja sipil atau tukang biasa, dan mana pekerja anggota TNI, walaupun mereka berpakaian sipil atau preman,” lanjut Sebby.

Ia pun menekankan kepada TNI/Polri untuk berperang secara jantan untuk tidak melibatkan warga sipil.

“Kami tidak akan berperang melawan warga sipil yang tidak seimbang dan sepadan. Untuk itu kami imbau kepada pihak TNI/Polri Kolonial Indonesia bahwa berperang lah secara gentleman (jantan) dan bertanggung jawab menjunjung tinggi hukum humanisme internasional,” tutur Sebby.

Sebelumnya, beredar kabar ada 31 pekerja yang tewas dibantai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga. Para pekerja ini bekerja dalam pembangunan jembatan Trans Papua.

Belakangan, Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan jumlah korban tewas dalam serangan itu adalah 20 orang, terdiri dari 19 pekerja dan seorang prajurit TNI.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 21:38 WIB

Gagal jadi caleg, OSO polisikan Ketua KPU

OESMAN Sapta Odang (OSO), Ketua Umum Partai Hanura, melaporkan ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Polda Metro Jaya. ...
Nasional - Rabu, 23 Januari 2019 - 17:43 WIB

Wow…Susi Pudjiastuti tercatat sebagai Pemikir Dunia

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dimasukkan dalam daftar "Top 100 Global Thinkers" 2019 versi majalah Foreign Policy. Susi pun ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:52 WIB

Dari Kalangan Jurnalis, KPU Pastikan Moderator Debat capres Netral

Menjadi moderator debat Capres 2019 haruslah individu yang bebas dari kepentingan mendukung salahsatu calon.Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:44 WIB

Penyesalan Adik Kandung Prabowo Pernah Biayai Kampanye Jokowi

Hashim Djojohadikusumo mengaku menyesal pernah ikut membiayai kampanye Jokowi.Adik kandung capres nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto itu mengaku sempat ...
Hukum - Selasa, 22 Januari 2019 - 17:48 WIB

Presiden: Abu Bakar Ba’asyir harus nyatakan setia NKRI

RENCANA pembebasan bersyarat narapidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir terkendala surat pengakuan terhadap Pancasila dan NKRI. Namun Presiden Joko Widodo menegaskan ...
Peristiwa - Selasa, 22 Januari 2019 - 11:15 WIB

Kapolda Metro Idham Aziz diangkat menjadi Kabareskrim

KEPALA Kepolisian Daerah Metro Jaya Idham Azis, hari ini diangkat menjadi Kabareskrim Mabes Polri. Dia menggantikan Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto ...