Selasa, 18 Desember 2018 | 23.22 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Bantai Pekerja Trans Papua, Darimana Kelompok OPM Memperoleh Pasokan Senjata?

Bantai Pekerja Trans Papua, Darimana Kelompok OPM Memperoleh Pasokan Senjata?

Reporter : Yudi | Kamis, 6 Desember 2018 - 07:41 WIB

IMG-30406

Evakuasi korban KKB. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengklaim pembunuhan puluhan pekerja PT Istaka Karya yang tengah membangun Trans Papua sudah direncanakan.

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ini bahkan menantang TNI dan Polri untuk perang senjata tanpa melibatkan masyarakat sipil.

Tak hanya kali ini, OPM rupanya sudah lama meresahkan masyarakat Papua. Mereka juga di8sebut sering menebar teror di tengah masyarakat dengan senjata mereka.

Lalu dari mana kelompok ini memperoleh senjata?

Kapolri Jenderal Tito Karnavian membeberkan OPM memperoleh senjata dari beberapa cara diantaranya merebut senjata dari anggota TNI/Polri yang lengah, pasokan senjata ilegal dan membobol markas brimob.

“Pertama, mereka biasanya mendapatkannya dengan merampas dari anggota-anggota yang lengah. Kedua beberapa kali kita menduga senjata itu berasal dari eks konflik Ambon. Dulu banyak senjata beredar di situ. Gudang Brimob saja dijebol,” jelasnya.

Selanjutnya, Mantan Kapolda Papua itu mengatakan KKB itu senjata melalui jalur-jalur ilegal di perbatasan Papua Nugini.

“Saya tidak mengatakan dari pemerintah ya. Tapi dari jalur ilegal oknum-oknum di perbatasan Papua Nugini, itu beberapa kali juga kita tangkap,” katanya.

Terkait OPM, Tito mengatakan organisasi yang dipimpin Egianus Kogoya itu hanya beranggotakan 30-50 orang dan berkekuatan 20 pucuk senjata. Sehingga ia yakin TNI/Polri bisa mengatasinya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 21:54 WIB

KPK banding vonis Johanes Kotjo

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) ajukan banding terhadap putusan tingkat pertama pemilik saham Blackgold Natural Resources Johanes Budisutrisno Kotjo dalam kasus ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 21:37 WIB

Kuasa hukum pastikan Bahar bin Smith ditahan di Polda Jabar

POLISI melakukan penahanan terhadap penceramah Habib Bahar Bin Smith, dalam kasus dugaan penganiayaan. Penahanan Bahar Bin Smith dikonfirmasi usai penceramah ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 16:41 WIB

KPK Tak Pungkiri Buka Lidik Baru Kasus PLTU Riau-1

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak memungkiri bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan baru di kasus suap PLTU Riau-I. Arah pengembangan itu ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 16:38 WIB

Setnov Tak Tahu Menahu Soal Bilik Asmara di Lapas Sukamiskin

Narapidana kasus korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP), Setya Novanto mengaku tidak tahu menahu soal adanya kamar ...
Politik - Selasa, 18 Desember 2018 - 15:41 WIB

Lambaga Legislatif RI Kompak Bersama Gelar Refleksi Akhir Tahun

Ketua DPD RI Oesman Sapta menyebutkan di tahun politik media memegang peranan melawan berita hoax, saat menghadiri Refleksi Akhir Tahun ...
Politik - Selasa, 18 Desember 2018 - 13:50 WIB

Komisi I DPR Minta KBRI Pulangkan 3 WNI Dari Laos

Anggota DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi mendesak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Vientiane, Laos memulangkan tiga WNI yang masih ...