Kamis, 24 Januari 2019 | 06.21 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Bantai Pekerja Trans Papua, Darimana Kelompok OPM Memperoleh Pasokan Senjata?

Bantai Pekerja Trans Papua, Darimana Kelompok OPM Memperoleh Pasokan Senjata?

Reporter : Yudi | Kamis, 6 Desember 2018 - 07:41 WIB

IMG-30406

Evakuasi korban KKB. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengklaim pembunuhan puluhan pekerja PT Istaka Karya yang tengah membangun Trans Papua sudah direncanakan.

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ini bahkan menantang TNI dan Polri untuk perang senjata tanpa melibatkan masyarakat sipil.

Tak hanya kali ini, OPM rupanya sudah lama meresahkan masyarakat Papua. Mereka juga di8sebut sering menebar teror di tengah masyarakat dengan senjata mereka.

Lalu dari mana kelompok ini memperoleh senjata?

Kapolri Jenderal Tito Karnavian membeberkan OPM memperoleh senjata dari beberapa cara diantaranya merebut senjata dari anggota TNI/Polri yang lengah, pasokan senjata ilegal dan membobol markas brimob.

“Pertama, mereka biasanya mendapatkannya dengan merampas dari anggota-anggota yang lengah. Kedua beberapa kali kita menduga senjata itu berasal dari eks konflik Ambon. Dulu banyak senjata beredar di situ. Gudang Brimob saja dijebol,” jelasnya.

Selanjutnya, Mantan Kapolda Papua itu mengatakan KKB itu senjata melalui jalur-jalur ilegal di perbatasan Papua Nugini.

“Saya tidak mengatakan dari pemerintah ya. Tapi dari jalur ilegal oknum-oknum di perbatasan Papua Nugini, itu beberapa kali juga kita tangkap,” katanya.

Terkait OPM, Tito mengatakan organisasi yang dipimpin Egianus Kogoya itu hanya beranggotakan 30-50 orang dan berkekuatan 20 pucuk senjata. Sehingga ia yakin TNI/Polri bisa mengatasinya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 21:38 WIB

Gagal jadi caleg, OSO polisikan Ketua KPU

OESMAN Sapta Odang (OSO), Ketua Umum Partai Hanura, melaporkan ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Polda Metro Jaya. ...
Nasional - Rabu, 23 Januari 2019 - 17:43 WIB

Wow…Susi Pudjiastuti tercatat sebagai Pemikir Dunia

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dimasukkan dalam daftar "Top 100 Global Thinkers" 2019 versi majalah Foreign Policy. Susi pun ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:52 WIB

Dari Kalangan Jurnalis, KPU Pastikan Moderator Debat capres Netral

Menjadi moderator debat Capres 2019 haruslah individu yang bebas dari kepentingan mendukung salahsatu calon.Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:44 WIB

Penyesalan Adik Kandung Prabowo Pernah Biayai Kampanye Jokowi

Hashim Djojohadikusumo mengaku menyesal pernah ikut membiayai kampanye Jokowi.Adik kandung capres nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto itu mengaku sempat ...
Hukum - Selasa, 22 Januari 2019 - 17:48 WIB

Presiden: Abu Bakar Ba’asyir harus nyatakan setia NKRI

RENCANA pembebasan bersyarat narapidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir terkendala surat pengakuan terhadap Pancasila dan NKRI. Namun Presiden Joko Widodo menegaskan ...
Peristiwa - Selasa, 22 Januari 2019 - 11:15 WIB

Kapolda Metro Idham Aziz diangkat menjadi Kabareskrim

KEPALA Kepolisian Daerah Metro Jaya Idham Azis, hari ini diangkat menjadi Kabareskrim Mabes Polri. Dia menggantikan Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto ...