Selasa, 18 Desember 2018 | 23.20 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Prabowo Kecewa Reuni 212 Tidak Gegap Gempita di Media, Begini Respon Kubu Jokowi-Ma’ruf

Prabowo Kecewa Reuni 212 Tidak Gegap Gempita di Media, Begini Respon Kubu Jokowi-Ma’ruf

Reporter : Redaksi | Kamis, 6 Desember 2018 - 08:04 WIB

IMG-30408

Jakarta, kini.co.id – Calon Presiden nomor urut 02 menyayangkan pemberitaan Reuni Alumni 212 tidak gegap gempita. Padahal, acara itu dihadiri belasan juta umat Islam yang memebuhi kawasan Monas dan sekitarnya.

Bahkan, dalam pidatonya di Hari Disabilitas Internasional ke-26 di Jakarta ia menyebut media-media kenamaan Indonesia malah turut memanipulasi demokrasi karena tidak memberitakan secara massif kegiatan tersebut.

Menanggapi itu,Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Irma Suryani Chaniago merasa aneh. Menurutnya jika memang hanya reuni seharusnya tidak menuntut untuk diliput.

“Loh, kalau itu bukan kampanye kenapa harus semua meliput ? Kan Katanya cuma reuni,” katanya, Kamis (6/12/2018).

Ia merasa aneh kenapa Prabowo merasa dirugikan bila tidak diliput media.

“Aneh juga jika ada yang merasa rugi karena tidak terpublikasikan sesuai harapan. Kan yang penting sudah reunian, sudah silaturahim. Bukan kah memang misinya reuni itu silaturahim,” timpalnya.

Sebelumnya, dalam pidatonya di acara peringatan Hari Disabilitas Internasional ke-26 di Jakarta hari ini, Prabowo Subianto mengungkapkan kekecewaannya terhadap segenap media Indonesia lantaran tidak meliput Reuni 212 di Monas, Jakarta, Minggu 2 Desember 2018 lalu.

Menurut Ketua Umum Partai Gerindra itu, media-media besar dan kondang tidak meliput. Ia tidak terima ada media yang menyatakan bahwa massa yang hadir hanya belasan atau puluhan ribu manusia saja. Prabowo menuding media-media itu ikut memanipulasi demokrasi.

“Media-media yang mengatakan dirinya objektif, bertanggung jawab untuk membela demokrasi, padahal justru mereka ikut bertanggung jawab menjadi bagian dari usaha manipulasi demokrasi,” sindir Prabowo.

Prabowo juga merasa jurnalis yang datang meliputnya hanya untuk menunggu dia salah bicara.

“Ada media di sini? Saya khawatir wartawan ke sini hanya nunggu saya salah bicara. Karena Prabowo kalau bicara enggak pakai teks,” cetusnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 21:54 WIB

KPK banding vonis Johanes Kotjo

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) ajukan banding terhadap putusan tingkat pertama pemilik saham Blackgold Natural Resources Johanes Budisutrisno Kotjo dalam kasus ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 21:37 WIB

Kuasa hukum pastikan Bahar bin Smith ditahan di Polda Jabar

POLISI melakukan penahanan terhadap penceramah Habib Bahar Bin Smith, dalam kasus dugaan penganiayaan. Penahanan Bahar Bin Smith dikonfirmasi usai penceramah ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 16:41 WIB

KPK Tak Pungkiri Buka Lidik Baru Kasus PLTU Riau-1

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak memungkiri bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan baru di kasus suap PLTU Riau-I. Arah pengembangan itu ...
Hukum - Selasa, 18 Desember 2018 - 16:38 WIB

Setnov Tak Tahu Menahu Soal Bilik Asmara di Lapas Sukamiskin

Narapidana kasus korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP), Setya Novanto mengaku tidak tahu menahu soal adanya kamar ...
Politik - Selasa, 18 Desember 2018 - 15:41 WIB

Lambaga Legislatif RI Kompak Bersama Gelar Refleksi Akhir Tahun

Ketua DPD RI Oesman Sapta menyebutkan di tahun politik media memegang peranan melawan berita hoax, saat menghadiri Refleksi Akhir Tahun ...
Politik - Selasa, 18 Desember 2018 - 13:50 WIB

Komisi I DPR Minta KBRI Pulangkan 3 WNI Dari Laos

Anggota DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi mendesak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Vientiane, Laos memulangkan tiga WNI yang masih ...