Sabtu, 16 Februari 2019 | 15.31 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Singkawang jadi kota paling toleran di Indonesia

Singkawang jadi kota paling toleran di Indonesia

Reporter : Emerson Tarihoran | Jumat, 7 Desember 2018 - 22:41 WIB

IMG-30464

Ketua SETARA Institute, Hendardi.

JAKARTA, kini.co.id – SETARA Institute menyebutkan ada 10 kota yang paling toleran 2018 berdasarkan hasil penilaian indeks kota toleran (IKT) dari 94 kota yang dilakukan penilaian.

“Kota dengan peniliaian IKT tertinggi adalah Singkawang, Kalimantan Barat dengan skor 6.513,” kata Ketua Setara Institute, Hendardi saat memaparkan hasil penilaiannya di Jakarta, hari ini.

Sementara kota lainnya, yakni Salatiga (6.447), Pematang Siantar (6.280), Manado (6.030) Ambon (5.960), Bekasi (5.890), Kupang (5.857), Tomohon (5.833) Binjai (5.830) dan Surabaya (5.823).

Menurutnya Singkawang dinilai paling sukses menerapkan toleransi bahkan sampai RPJMD dan produk hukum lainnya.

Sementara kota yang paling rendah tolerannya atau urutan 94 adalah kota Tanjung Balai, Sumatera Utara. Adapun sembilan kota lain yang dinilai minim toleransi adalah Banda Aceh, Jakarta, Cilegon, Padang, Depok, Bogor, Makassar, Medan dan Sabang.

“Tanjung Balai mendapat skor 2.81, Banda Aceh 2.83, Jakarta 2.88,” ujarnya.

Ia menambahkan penilaian IKT bertujuan mempromosikan kota-kota yang mampu mengedepankan toleransi di Indonesia, sehingga bisa memincu kota lain mengembangkan toleransi.

Setara menyusun peringkat kota paling toleran berdasarkan praktik-praktik toleransi di kota-kota di Indonesia. Ada 94 kota yang diperiksa tingkat toleransinya.

Beberapa poin yang diamati ialah kebebasan beragama/berkeyakinan, kesetaraan gender, dan inklusi sosial dijamin dan dilindungi UU. Selain itu pernyataan dan tindakan aparatur pemerintah kota terkait toleransi juga diperhatikan.

Adapun IKT 2018 merupakan kali ketiga yang digelar Setara Institute. Dibanding IKT 2017 terjadi perubahan signifikan pada komposisi kota yang masuk skor tertinggi.

Hal ini ditunjukan dengan masuknya kota Ambon, Bekasi, Kupang, Tomohon dan Surabaya dalam 10 teratas kota paling toleran.

Di tempat yang sama, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo pun mengapresiasi penghargaan yang diselenggarakan Setara Institute.

“Saya apresiasi penghargaan kota toleran ini, karena dampaknya bagus,” katanya.

Menurutnya masalah toleransi jadi hal yang penting di Indonesia karena Indonesia tengah menghadapi tantangan berupa radikalisme dan terorisme.

“Ini penting sekali tantangan bangsa ini bukan masalah sandang, papan, pangan. Itu selesai lah. Kuncinya adalah tantangan masalah radikalisme dan teroris. Ini ancaman bangsa paling berat sekali,” paparnya.

Ia menambahkan, persoalan radikalisme bukan saja tanggung jawab TNI dan Polri saja, melainkan seluruh komponen masyarakat Indonesia.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...