Kamis, 27 Juni 2019 | 02.19 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Begini korban penganiayaan Bahar Smith

Begini korban penganiayaan Bahar Smith

Rabu, 19 Desember 2018 - 13:25 WIB

IMG-30688

Korban penganiayaan Bahar bin Smith dan suruhannya.

BANDUNG, kini.co.id – KEPALA Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto mengatakan remaja korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Bahar bin Smith mengalami kondisi luka memar dan terlihat banyak darah di wajahnya.

Bahar yang dikenal sebagai penceramah itu kini sudah berstatus tersangka dan ditahan di Polda Jawa Barat. Peristiwa penganiayaan yang menimpa MKU (17) dan CAJ (18) sempat direkam menggunakan telepon seluler serta viral usai diunggah ke Youtube. Rekaman itu menjadi salah satu bukti polisi untuk menahan Bahar Smith.

“Videonya lengkap. Sudah ada di kita sita, nanti saatnya akan kita serahkan ke kejaksaan dan jaksa penuntut umum sebagai barang bukti,” ujar Agung.

Berdasarkan hasil penelusuran polisi, korban CAJ rupanya jadi bulan-bulanan karena kedapatan mengaku-ngaku sebagai sosok Bahar Smith pada sebuah acara di Bali, 29 November 2018. Sementara MKU mengaku-ngaku sebagai HA, rekan Bahar. CAJ dan MKU kemudian dijemput paksa oleh orang-orang suruhan Bahar bin Smith, Sabtu (1/12), dengan menggunakan dua unit mobil. Mereka dibawa ke Pondok Pesantren Tajul Alawiyib di Kampung Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Atas perbuatan tersebut, Bahar bin Smith dan lima tersangka lain ditetapkan sebagai tersangka. Kelimanya yaitu AG dan BA yang ditahan di Mapolres Bogor, HA, HDI dan SG.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo sementara itu mengatakan polisi sempat mendapat informasi bahwa Bahar akan melarikan diri atas penetapan tersangka ini. “Adanya informasi tersangka BS akan melarikan diri dan adanya perintah dari pimpinan tertingginya untuk diamankan,” ujar Dedi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (19/12).

Berdasar informasi tim di lapangan, kata Dedi, Bahar juga sudah tidak menggunakan ponselnya. Bahar pun sudah menggunakan nama inisial dalam aktivitasnya. “Informasi yang didapat tim, yang bersangkutan sudah tidak menggunakan alat komunikasi dan memakai nama inisial Rizal,” kata Dedi.

Sebelum ditahan dan ditetapkan tersangka, Bahar bin Smith terlebih dulu menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Barat. Dia datang pukul 12.25 WIB dan diperiksa selama tujuh jam oleh tim penyidik. Bahar mendapat sekitar 34 pertanyaan, kemudian ditahan berdasarkan surat penahanan nomor B/3817/XII/2018/Ditreskrimum.

Para tersangka disangkakan dengan Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 351 KUHP dan atau Pasal 333 KUHP dan atau Pasal 80 UU 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...