Kamis, 24 Januari 2019 | 18.57 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Fahri Hamzah: Banyak Orang Salah Paham Tentang Pidato Prabowo

Fahri Hamzah: Banyak Orang Salah Paham Tentang Pidato Prabowo

Reporter : Bayu Putra | Rabu, 19 Desember 2018 - 17:01 WIB

IMG-30696

Prabowo Subianto. (ist)

Jakarta, kini.co.id – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai, banyak orang keliru tentang pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tentang Indonesia punah jika dia kalah Pemilihan Presiden 2019.

Menurut Fahri, apa yang dibahas oleh Prabowo bukan tentang kontestasi dirinya dan Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019. Melainkan ketimpangan yang saat ini sedang terjadi.

“Pertama, orang keliru kalau menganggap Pak Prabowo bicara tentang dirinya. Itu dia berbicara tentang realitas karena itulah yang jadi, fokus pikirannya adalah ketimpangan,” kata Fahri di Gedung DPR, Komplek Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (19/12/2018).

Selain itu, Fahri menganggap omongan semacam itu tak hanya disampaikan oleh Prabowo. Fahri mengungkap, sudah banyak ilmuwan yang berbicara penyebab negara bisa hilang dan punah.

Bahkan, katanya, buku yang terbit di masa kontemporer menggambarkan sejarah dari imperium-imperium negara-negara di masa lalu yang hadir dan bubar karena ketimpangan.

“Jadi Pak Prabowo bicara tentang sejarah. Bicara tentang akibat suatu negara itu terjadi ketimpangan. Bisa transisinya adalah perang saudara, bisa transisi macem-macem. Kalau ada segelintir orang yang hidup mewah dan menguasai sumber daya, termasuk SDA di dalamnya karena ada liberalisasi kepemilikan sumber daya alam,” tuturnya.

Di samping itu, menurut Fahri, yang dimaksud ‘kalah’ dalam pernyataan Prabowo adalah ide tentang menjaga kesejahteraan dan kepemerataan pembangunan tidak dijalankan pemerintah.

“Yang dimaksud Prabowo kalau kita kalah itu adalah kalau ide tentang menjaga kesejahteraan dan kepemerataan pembangunan itu tidak diambil pemerintah, itu bisa berbahaya. Riset-riset tentang data ekonomi dan statistik ekonomi dunia yang mengatakan bahwa ada 1 persen Indonesia, sekarang ini menguasai 50 persen kekayaan negara. Saya kira itu masuk akal untuk dicemaskan,” ucapnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Kamis, 24 Januari 2019 - 12:15 WIB

Ahok bebas dari penjara

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok kini resmi bebas. Tadi pagi, Kamis (24/1/2019) dia keluar dari Mako Brimob, disertai upacara ...
Hukum - Kamis, 24 Januari 2019 - 11:42 WIB

Kalapas Cipinang Sebut Ahok Sudah Resmi Bebas Tadi Pagi

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok resmi bebas setelah menjalani masa hukuman 1 tahun 8 bulan 15 ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 21:38 WIB

Gagal jadi caleg, OSO polisikan Ketua KPU

OESMAN Sapta Odang (OSO), Ketua Umum Partai Hanura, melaporkan ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Polda Metro Jaya. ...
Nasional - Rabu, 23 Januari 2019 - 17:43 WIB

Wow…Susi Pudjiastuti tercatat sebagai Pemikir Dunia

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dimasukkan dalam daftar "Top 100 Global Thinkers" 2019 versi majalah Foreign Policy. Susi pun ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:52 WIB

Dari Kalangan Jurnalis, KPU Pastikan Moderator Debat capres Netral

Menjadi moderator debat Capres 2019 haruslah individu yang bebas dari kepentingan mendukung salahsatu calon.Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:44 WIB

Penyesalan Adik Kandung Prabowo Pernah Biayai Kampanye Jokowi

Hashim Djojohadikusumo mengaku menyesal pernah ikut membiayai kampanye Jokowi.Adik kandung capres nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto itu mengaku sempat ...