Senin, 25 Maret 2019 | 15.35 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Fahri Hamzah: Banyak Orang Salah Paham Tentang Pidato Prabowo

Fahri Hamzah: Banyak Orang Salah Paham Tentang Pidato Prabowo

Reporter : Bayu Putra | Rabu, 19 Desember 2018 - 17:01 WIB

IMG-30696

Prabowo Subianto. (ist)

Jakarta, kini.co.id – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai, banyak orang keliru tentang pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tentang Indonesia punah jika dia kalah Pemilihan Presiden 2019.

Menurut Fahri, apa yang dibahas oleh Prabowo bukan tentang kontestasi dirinya dan Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019. Melainkan ketimpangan yang saat ini sedang terjadi.

“Pertama, orang keliru kalau menganggap Pak Prabowo bicara tentang dirinya. Itu dia berbicara tentang realitas karena itulah yang jadi, fokus pikirannya adalah ketimpangan,” kata Fahri di Gedung DPR, Komplek Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (19/12/2018).

Selain itu, Fahri menganggap omongan semacam itu tak hanya disampaikan oleh Prabowo. Fahri mengungkap, sudah banyak ilmuwan yang berbicara penyebab negara bisa hilang dan punah.

Bahkan, katanya, buku yang terbit di masa kontemporer menggambarkan sejarah dari imperium-imperium negara-negara di masa lalu yang hadir dan bubar karena ketimpangan.

“Jadi Pak Prabowo bicara tentang sejarah. Bicara tentang akibat suatu negara itu terjadi ketimpangan. Bisa transisinya adalah perang saudara, bisa transisi macem-macem. Kalau ada segelintir orang yang hidup mewah dan menguasai sumber daya, termasuk SDA di dalamnya karena ada liberalisasi kepemilikan sumber daya alam,” tuturnya.

Di samping itu, menurut Fahri, yang dimaksud ‘kalah’ dalam pernyataan Prabowo adalah ide tentang menjaga kesejahteraan dan kepemerataan pembangunan tidak dijalankan pemerintah.

“Yang dimaksud Prabowo kalau kita kalah itu adalah kalau ide tentang menjaga kesejahteraan dan kepemerataan pembangunan itu tidak diambil pemerintah, itu bisa berbahaya. Riset-riset tentang data ekonomi dan statistik ekonomi dunia yang mengatakan bahwa ada 1 persen Indonesia, sekarang ini menguasai 50 persen kekayaan negara. Saya kira itu masuk akal untuk dicemaskan,” ucapnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...