Kamis, 24 Januari 2019 | 18.55 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Mitigasi Masuk Kurikulum Sekolah, DPR : Lebih Cepat Lebih Baik

Mitigasi Masuk Kurikulum Sekolah, DPR : Lebih Cepat Lebih Baik

Reporter : Bayu Putra | Rabu, 9 Januari 2019 - 13:55 WIB

IMG-31091

Kerumunan massa di longsor Sukabumi.

Jakarta, kini.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyambut positif gagasan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memasukkan mitigasi kebencanaan dalam kurikulum pendidikan di Indonesia.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Reni Marlinawati menilai, ide mitigasi kebencanaan masuk dalam kurikulum pendidikan di Indonesia merupakan hal yang baik. Menurut dia, ini juga kontekstual dengan kebutuhan di Indonesia.

“Posisi Indonesia yang terletak di jalur patahan gempa, memiliki lingkaran gunung berapi (Ring of Fire), serta struktur geografi yang rawan bencana, gagasan memasukkan kurikulum pendidikan berbasis mitigasi kebencanaan sangat relevan,” kata Reni, melalui keterangan tertulis, di Jakarta, Rabu (9/1).

Menurut Reni, gagasan ini bukan berarti membuat mata pelajaran baru, namun cukup memasukkan soal kebencanaan dengan mata pelajaran yang sudah ada. Dalam hal ini, katanya, pada mata pelajaran geografi dapat diisi dengan konten bervisi mitigasi kebencanaan.

“Nilai lebih memasukan mitigasi kebencanaan dalam mata pelajaran, akan muncul pemahaman yang komprehensif sejak dini dan menjadikan warga yang tanggap atas kebencanaan. Ini jauh lebih efektif ketimbang simulasi yang kerap dilakukan selama ini,” tuturnya.

Selain itu, kata Reni, konten kurikulum kebencanaan dapat dipetakan sesuai dengan potensi kebencanaan di masing-masing daerah. Pola ini, menurut dia, akan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Persentasi konten kurikulum bervisi kebencanaan disesuaikan dengan kebutuhan tiap-tiap daerah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dapat menggandeng BNPB, Pemda dan stakeholder untuk merumuskan kurikulum ini,” terangnya.

Wakil Ketua Umum PPP ini berharap, kurikulum berkonten kebencanaan ini dapat diterapkan dalam ajaran baru 2019/2020. Menurut dia, pemerintah dapat bergerak cepat untuk merealisasikan ide tersebut.

“Prinsipnya lebih cepat lebih baik,” tutupnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Kamis, 24 Januari 2019 - 12:15 WIB

Ahok bebas dari penjara

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok kini resmi bebas. Tadi pagi, Kamis (24/1/2019) dia keluar dari Mako Brimob, disertai upacara ...
Hukum - Kamis, 24 Januari 2019 - 11:42 WIB

Kalapas Cipinang Sebut Ahok Sudah Resmi Bebas Tadi Pagi

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok resmi bebas setelah menjalani masa hukuman 1 tahun 8 bulan 15 ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 21:38 WIB

Gagal jadi caleg, OSO polisikan Ketua KPU

OESMAN Sapta Odang (OSO), Ketua Umum Partai Hanura, melaporkan ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Polda Metro Jaya. ...
Nasional - Rabu, 23 Januari 2019 - 17:43 WIB

Wow…Susi Pudjiastuti tercatat sebagai Pemikir Dunia

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dimasukkan dalam daftar "Top 100 Global Thinkers" 2019 versi majalah Foreign Policy. Susi pun ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:52 WIB

Dari Kalangan Jurnalis, KPU Pastikan Moderator Debat capres Netral

Menjadi moderator debat Capres 2019 haruslah individu yang bebas dari kepentingan mendukung salahsatu calon.Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu ...
Politik - Rabu, 23 Januari 2019 - 09:44 WIB

Penyesalan Adik Kandung Prabowo Pernah Biayai Kampanye Jokowi

Hashim Djojohadikusumo mengaku menyesal pernah ikut membiayai kampanye Jokowi.Adik kandung capres nomor urut 02 yakni Prabowo Subianto itu mengaku sempat ...