Senin, 16 September 2019 | 10.03 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Mitigasi Masuk Kurikulum Sekolah, DPR : Lebih Cepat Lebih Baik

Mitigasi Masuk Kurikulum Sekolah, DPR : Lebih Cepat Lebih Baik

Reporter : Bayu Putra | Rabu, 9 Januari 2019 - 13:55 WIB

IMG-31091

Kerumunan massa di longsor Sukabumi.

Jakarta, kini.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyambut positif gagasan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memasukkan mitigasi kebencanaan dalam kurikulum pendidikan di Indonesia.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Reni Marlinawati menilai, ide mitigasi kebencanaan masuk dalam kurikulum pendidikan di Indonesia merupakan hal yang baik. Menurut dia, ini juga kontekstual dengan kebutuhan di Indonesia.

“Posisi Indonesia yang terletak di jalur patahan gempa, memiliki lingkaran gunung berapi (Ring of Fire), serta struktur geografi yang rawan bencana, gagasan memasukkan kurikulum pendidikan berbasis mitigasi kebencanaan sangat relevan,” kata Reni, melalui keterangan tertulis, di Jakarta, Rabu (9/1).

Menurut Reni, gagasan ini bukan berarti membuat mata pelajaran baru, namun cukup memasukkan soal kebencanaan dengan mata pelajaran yang sudah ada. Dalam hal ini, katanya, pada mata pelajaran geografi dapat diisi dengan konten bervisi mitigasi kebencanaan.

“Nilai lebih memasukan mitigasi kebencanaan dalam mata pelajaran, akan muncul pemahaman yang komprehensif sejak dini dan menjadikan warga yang tanggap atas kebencanaan. Ini jauh lebih efektif ketimbang simulasi yang kerap dilakukan selama ini,” tuturnya.

Selain itu, kata Reni, konten kurikulum kebencanaan dapat dipetakan sesuai dengan potensi kebencanaan di masing-masing daerah. Pola ini, menurut dia, akan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Persentasi konten kurikulum bervisi kebencanaan disesuaikan dengan kebutuhan tiap-tiap daerah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dapat menggandeng BNPB, Pemda dan stakeholder untuk merumuskan kurikulum ini,” terangnya.

Wakil Ketua Umum PPP ini berharap, kurikulum berkonten kebencanaan ini dapat diterapkan dalam ajaran baru 2019/2020. Menurut dia, pemerintah dapat bergerak cepat untuk merealisasikan ide tersebut.

“Prinsipnya lebih cepat lebih baik,” tutupnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...